Lompat ke isi

Pefloksasin

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Pefloksasin adalah antibiotik kuinolon yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri. Pefloksasin belum disetujui untuk digunakan di Amerika Serikat.

Sejarah

Pefloksasin dikembangkan pada tahun 1979 dan disetujui di Prancis untuk penggunaan manusia pada tahun 1985.

Penggunaan berlisensi

  • Uretritis gonokokus tanpa komplikasi pada pria.
  • Infeksi bakteri pada sistem gastrointestinal.
  • Infeksi saluran genitourinari.
  • Gonore, namun penggunaan ini tidak lagi efektif karena resistensi bakteri.

Pefloksasin semakin banyak digunakan sebagai obat hewan untuk mengobati infeksi mikroba.

Cara kerja

Pefloksasin adalah antibiotik spektrum luas yang aktif terhadap bakteri Gram-positif dan Gram-negatif. Ia berfungsi dengan menghambat DNA girase, topoisomerase tipe II, dan topoisomerase IV, yang merupakan enzim yang diperlukan untuk memisahkan DNA yang direplikasi, sehingga menghambat pembelahan sel.

Efek samping

Tendinitis dan ruptur, biasanya pada tendon Achilles, adalah efek samping yang paling sering dilaporkan pada penggunaan pefloksasin. Perkiraan risiko kerusakan tendon selama terapi pefloksasin telah diperkirakan oleh otoritas Prancis pada tahun 2000 sebesar 1 kasus per 23.130 hari pengobatan dibandingkan dengan siprofloksasin yang diperkirakan sebesar 1 kasus per 779.600.

Referensi

Pranala luar


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29574539 (2026-08-14T02:49:49Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.