Lompat ke isi

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zwentendorf

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Save The World Awards 2009 show15 - Zwentendorf

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zwentendorf adalah pembangkit listrik tenaga nuklir komersial pertama yang dibangun di Austria. Pembangkit listrik ini dibangun di kota Zwentendorf, Austria. Walaupun pembangunannya telah diselesaikan, pembangkit listrik ini tidak jadi dibuka karena hasil referendum tenaga nuklir Austria 1978 menunjukkan bahwa 50,47% menentang penggunaan energi nuklir sebagai pembangkit listrik.[1][2]

Pembangunan pembangkit listrik ini dimulai pada April 1972. Reaktor yang digunakan adalah reaktor air mendidih dengan kapasitas 692 MW. Perusahaan ini dibangun bersama-sama oleh beberapa perusahaan listrik Austria. Biaya awalnya pada awalnya mencapai 5,2 schilling Austria (sekitar 1,4 miliar Euro juga disesuaikan dengan inflasi).[3]

Setelah hasil referendum tahun 1978 dikumandangkan, undang-undang di Austria melarang pembangunan dan pengelolaan reaktir fisi nuklir untuk keperluan pembangkit listrik, sehingga pembangkit listrik Zwentendorf kini dijadikan pusat penelitian. Tiga reaktor nuklir kecil untuk keperluan ilmiah telah dibangun pada tahun 1960-an, dan salah satu dari reaktor tersebut masih dioperasikan.[4] Pembangkit listrik Zwentendorf sendiri digantikan oleh Pembangkit Listrik Dürnrohr yang merupakan pembangkit listrik tenaga uap.

Pranala luar

Referensi

  1. Austria's no to nuclear power Peter Weish
  2. Austria‘s Anti-Nuclear Crusade Euro Nuclear
  3. Zwentendorf atomic power plant AKW Zwentendorf
  4. General Atomics TRIGA Mark-II Scientific reactor operated by the Technical University Vienna

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28058813 (2025-10-17T08:52:45Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.