Lompat ke isi

Pemelajaran dalam

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Pemelajaran dalam atau sering dikenal dengan istilah pemelajaran struktural mendalam atau pemelajaran hierarki adalah salah satu cabang dari ilmu pemelajaran mesin yang terdiri algoritma pemodelan abstraksi tingkat tinggi pada data menggunakan sekumpulan fungsi transformasi non-linear yang ditata berlapis-lapis dan mendalam. Teknik dan algoritma dalam pemelajaran dalam dapat digunakan baik untuk kebutuhan pemelajaran terarah (supervised learning), pemelajaran tak terarah (unsupervised learning) dan semi-terarah (semi-supervised learning) dalam berbagai aplikasi seperti pengenalan citra, pengenalan suara, klasifikasi teks, dan sebagainya. Model pada pembelajaran dalam pada dasarnya dibangun berdasarkan jaringan saraf tiruan, yang risetnya sudah berlangsung sejak era 80-an tetapi baru-baru ini kembali bangkit dengan adanya komputer yang semakin cepat apalagi ditambah dengan kemampuan kartu grafis modern yang mampu melakukan kalkulasi berbasis matriks secara simultan.

Berdasarkan riset yang baru-baru ini dilakukan, pemelajaran dalam mampu melakukan pengenalan grafis, pola tulis tangan dan beberapa pola lainnya lebih akurat dibandingkan dengan algoritma pemelajaran mesin lainnya.

Arsitektur

Deep Feedforward Network

Deep Feedforward Network atau dikenal dengan Multilayer Perceptron (MLP) merupakan pengembangan dari jaringan saraf tiruan yang menekankan pada penggunakan satu atau lebih lapis tersembunyi (hidden layer) pada jaringannya dan penggunaan fungsi transformasi non-linear sebagai fungsi transformasi. Jaringan ini disebut Feedforward oleh karena sifatnya yang membawa informasi dari lapis masukan (input layer) untuk dibawa dan ditransformasi ke depan hingga lapis luaran (output layer).

Recurrent Neural Network

Recurrent Neural Network (RNN) merupakan pengembangan dari Deep Feedforward Network yang mana informasi dari suatu neuron dapat berputar kembali ke neuron yang sama (Deep Feddforward Network hanya membawa informasi ke lapis A ke lapis B secara progresif tanpa kembali ke lapis sebelumnya).

Convolutional Neural Network

Convolutional Neural Network (CNN) merupakan modifikasi dari Deep Feedforward Network yang mana setiap lapisnya dibuat dalam bentuk topologi grid mendalam. Modifikasi ini memungkinkan jaringan untuk mengekstraksi fitur secara hierarkis melalui penggunaan kernel atau filter yang bergeser di seluruh permukaan grid.

Hubungan dengan perkembangan kognitif dan otak manusia

Pemelajaran dalam memiliki keterkaitan dengan teori perkembangan neokorteks yang dikembangkan oleh ahli saraf pada awal 1990-an. Teori tersebut kemudian menjadi pendahulu sistem pemelajaran dalam model komputasional. Model perkembangan ini menunjukkan bahwa dinamika belajar dalam otak, seperti gelombang faktor pertumbuhan saraf dapat membantu terbentuknya pengorganisasian diri.

Jaringan saraf tiruan memproses informasi melalui lapisan yang tersusun secara hierarkis. Setiap lapisan memanfaatkan keluaran lapisan sebelumnya untuk menghasilkan struktur pemrosesan yang terorganisasi dengan sendirinya. Proses serupa pernah digambarkan dalam perkembangan otak bayi yang matang secara bertahap dari satu lapisan jaringan ke lapisan berikutnya.

Upaya untuk memahami kesesuaian deep learning dengan proses biologis telah dilakukan melalui berbagai pendekatan. Beberapa penelitian mencoba membuat propagasi balik lebih realistis. Penelitian lain menilai bahwa bentuk pembelajaran mendalam tanpa pengawasan lebih dekat dengan mekanisme yang ditemukan di otak. Model generatif ini juga dikaitkan dengan bukti pemrosesan berbasis sampling di korteks.

Meskipun belum ada pemetaan langsung antara cara otak bekerja dan cara jaringan pemelajaran. Informasi akan dikode dengan sejumlah kemiripan yangn telah ditemukan. Perhitungan dalam unit pemelajaran dalam menunjukkan pola yang menyerupai neuron dan kelompok neuron biologis. Representasinya mirip dengan pola yang tercatat pada sistem visual primata, baik pada tingkat neuron tunggal maupun populasi neuron.


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29574923 (2026-08-14), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Referensi Publikasi Unggulan Terkait Deep Learning

  1. 2024 · International Conference on Electrical Engineering, Computer Science and Informatics (EECSI) · 6 sitasi
  2. 2023 · International Conference on Electrical Engineering, Computer Science and Informatics (EECSI) · 3 sitasi
  3. 2022 · Indonesian Journal of Electrical Engineering and Informatics · 2 sitasi · Akses terbuka · Q4 · SCImago 2022
  4. 2025 · Proceedings - 2025 International Seminar on Application for Technology of Information and Communication: Advancing Electrical Engineering and Informatics Through Quantum Computing and Intelligence Technologies, iSemantic 2025 · 1 sitasi
  5. 2026 · Bulletin of Electrical Engineering and Informatics · 0 sitasi · Akses terbuka · Q3 · SCImago 2025 (fallback)
  6. 2026 · Multidisciplinary Reviews · 0 sitasi · Akses terbuka · Q3 · SCImago 2025 (fallback)
  7. 2025 · International Journal of Informatics and Communication Technology · 0 sitasi · Akses terbuka · Q4 · SCImago 2025
  8. 2025 · IOP Conference Series: Earth and Environmental Science · 0 sitasi · Akses terbuka

Peneliti Unissula dengan Publikasi Terkait Deep Learning Terbanyak

  1. Bagus Satrio Waluyo Poetro, S.Kom., M.Cs . 3 Publikasi
  2. Andi Riansyah, ST., M.Kom . 2 Publikasi
  3. Sam Farisa Chaerul Haviana, ST., M.Kom . 2 Publikasi
  4. Dr. Dedy Kurniadi, ST., M.Kom . 1 Publikasi
  5. Dr. drg. Erdianto Setya Wardhana, MH.Kes . 1 Publikasi
  6. drg. Ade Ismail Abdul Kodir, MDSc., Sp.Perio . 1 Publikasi
  7. drg. Liftia Layyinatus Syifa', M.Biomed . 1 Publikasi
  8. Ir. Arief Marwanto, ST., M.Eng., Ph.D . 1 Publikasi
  9. Ir. Imam Much Ibnu Subroto, ST., M.Sc., Ph.D . 1 Publikasi
  10. Ir. Sri Mulyono, M.Eng . 1 Publikasi
Sumber: Scholar Unissula. Data diperbarui 30 Agustus 2026, 11:56 WIB. Data sitasi dan metadata publikasi mengikuti snapshot Scholar Unissula pada waktu pembaruan.