Pencemaran genetik
Pencemaran genetik adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan aliran gen yang tidak terkendali ke dalam populasi liar. Pencemaran genetik umumnya didefinisikan sebagai "penyebaran gen yang terkontaminasi dan termodifikasi dari organisme hasil rekayasa genetika ke organisme alami, khususnya melalui penyerbukan silang", tetapi kemudian istilah dikembangkan untuk mencakup arti yang lebih luas. Pencemaran ini berkaitan dengan konsep genetika populasi aliran gen dan penyelamatan gen, di mana materi genetik diintroduksi untuk meningkatkan kecocokan populasi. Peristiwa ini dapat dianggap sebagai pencemaran apabila hal tersebut memberi dampak negatif terhadap populasi aslinya, terutama melalui depresi perkawinan luar dan introduksi fenotipe yang tidak diinginkan, yang dapat menyebabkan kepunahan.
Selama bertahun-tahun, berbagai ahli biologi konservasi dan konservasionis telah menggunakan istilah pencemaran genetik untuk menjelaskan aliran gen dari populasi spesies pendatang, invasif, domestik, atau yang gennya telah direkayasa ke populasi spesies liar atau pribumi, yang dianggap sebagai suatu hal yang tidak diinginkan. Sementara itu, pada bidang pertanian, wanatani, dan peternakan, istilah ini digunakan untuk mendeskripsikan aliran gen di antara spesies hasil seleksi buatan dengan spesies kerabat liarnya. Penggunaan kata "pencemaran" digunakan untuk menyatakan bahwa pencampuran informasi genetik adalah hal yang buruk bagi lingkungan. Namun, mengingat pencampuran informasi genetik dapat menyebabkan hasil yang berbeda, maka kata "pencemaran" mungkin tidak selalu menjadi istilah yang tepat.
Referensi
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29575178 (2026-08-14T05:44:49Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.