Lompat ke isi

Pengodean karakter

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Optische telegraaf chappe

Pengodean karakter atau penyandian huruf (bahasa Inggris: character encoding, character set) terdiri dari sandi atau kode yang memasangkan serangkaian aksara berurutan dari suatu kumpulan dengan sesuatu yang lain, seperti urutan bilangan asli (natural numbers), perlapanan (octet) atau denyut listrik, untuk mempermudah penyimpanan naskah pada komputer dan pengalirhantaran naskah melalui jaringan telekomunikasi. Misalnya sandi Morse, yang menyandikan huruf alfabet Latin ke dalam rangkaian tekanan panjang dan pendek dari kunci telegraf; serta ASCII, yang menyandikan huruf, bilangan, dan simbol-simbol lain, sebagai bilangan bulat dan versi perduaan (binary) 7-bita dari bilangan bulat tersebut; umumnya ditambahkan nol-bita untuk mempermudah penyimpanan dalam bita perlapanan.

Pada masa-masa awal komputer, pengenalan penyandiaksaraan seperti ASCII (1963) dan EBCDIC (1964) mengawali proses pembakuan. Keterbatasan kumpulan tersebut mulai tampak, dan beberapa metode seterjadinya (ad hoc) dikembangkan untuk memperluaskannya. Kebutuhan untuk mendukung berbagai macam tata tulisan, termasuk rumpun aksara CJK dari tulisan Asia Timur, membutuhkan dukungan untuk jauh lebih banyak aksara dan menuntut pendekatan yang tersusun rapi untuk penyandiaksaraan, dan bukan pendekatan seterjadinya seperti sebelumnya.

Acuan pengodean karakter

Unicode dan bakuan serupa lainnya, Universal Character Set (ISO/IEC 10646), bersama-sama merumuskan penyandiaksaraan seragam. Ada empat tingkat acuan penyandiaksaraan Unicode:[1]

  • Khasanah Aksara Mujarad (Abstract Character Repertoire)
  • Serangkaian Aksara Tersandikan (Coded Character Set)
  • Borang Penyandiaksaraan (Character Encoding Form)
  • Pola Rencana Penyandiaksaraan (Character Encoding Scheme)

Pranala luar

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28060089 (2025-10-17T09:27:08Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.