Penyerapan karbon
Penyerapan karbon adalah sebuah proses sekuestrasi karbon baik alami atau buatan yang "menghilangkan gas rumah kaca, aerosol atau pendahulu gas rumah kaca dari atmosfer".[1] Penyerap ini membentuk sebuah bagian penting siklus karbon alami. Sebuah istilah yang lebih menyeluruh yaitu kolam karbon, yang merujuk kepada semua tempat dimana karbon dari Bumi dapat berada, seperti di atmosfer, samudra, tanah, tumbuhan, cadangan bahan bakar fosil dan lain sebagainya. Sebuah penyerap karbon adalah sejenis kolam karbon yang memiliki kemampuan untuk menyerap lebih banyak karbon dari atmosfer daripada ia melepaskannya.
Secara global, dua penyerap karbon yang paling penting adalah vegetasi dan samudra.[2] Tanah menjadi medium tempat penyimpanan karbon yang penting. Sebagian besar karbon organik yang tersimpan di tanah daerah pertanian telah berkurang karena pertanian intensif. Karbon biru (Blue carbon) merujuk kepada karbon yang difiksasi melalui beberapa ekosistem laut. Karbon biru pesisir mencakup hutan bakau, rawa garaman dan lamun. Mereka mencakup sebagian besar kehidupan tetumbuhan di samudra, serta menyimpan karbon dalam jumlah besar. Karbon biru dalam terletak di perairan internasional dan mencakup karbon yang tersimpan di "perairan landasan benua, perairan laut dalam, dan dasar laut dibawahnya".[3]
Untuk perihal mitigasi perubahan iklim, pemutakhiran penyerap karbon alami, terkhususnya hutan dan tanah, sangat penting.[4] Di masa lalu, kegiatan manusia seperti deforestasi dan agrikultur industri telah mengurangi penyerap karbon alami. Perubahan penggunaan lahan semacam ini telah menjadi salah satu penyebab perubahan iklim.
Referensi
- ↑ IPCC, 2021: Annex VII: Glossary [Matthews, J.B.R., V. Möller, R. van Diemen, J.S. Fuglestvedt, V. Masson-Delmotte, C. Méndez, S. Semenov, A. Reisinger (eds.)]. In Climate Change 2021: The Physical Science Basis. Contribution of Working Group I to the Sixth Assessment Report of the Intergovernmental Panel on Climate Change [Masson-Delmotte, V., P. Zhai, A. Pirani, S.L. Connors, C. Péan, S. Berger, N. Caud, Y. Chen, L. Goldfarb, M.I. Gomis, M. Huang, K. Leitzell, E. Lonnoy, J.B.R. Matthews, T.K. Maycock, T. Waterfield, O. Yelekçi, R. Yu, and B. Zhou (eds.)]. Cambridge University Press, Cambridge, United Kingdom and New York, NY, USA, pp. 2215–2256, doi:10.1017/9781009157896.022.
- ↑ Carbon Sources and Sinks. National Geographic Society. 2020-03-26.
- ↑ The ocean – the world's greatest ally against climate change. United Nations.
- ↑ Clark S. Binkley. Carbon sink by the forest sector—options and needs for implementation. Forest Policy and Economics. 2002-05-01. Vol. 4 (1). hlm. 65–77. doi:10.1016/S1389-9341(02)00005-9.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28804884 (2026-01-12T13:43:51Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.