Lompat ke isi

Peristiwa kepunahan Ordovisium-Silur

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Peristiwa kepunahan Ordovisium-Silur merupakan peristiwa kepunahan terbesar kedua dalam sejarah Bumi berdasarkan persentase genera yang punah. Peristiwa ini sangat berdampak terhadap spesies-spesies laut dan mengakibatkan punahnya sepertiga famili brachiopoda dan bryozoa serta sejumlah kelompok conodont, trilobita dan graptolita. Peristiwa kepunahan Ordovisium-Silur berlangsung pada masa Hirnantia pada periode Ordovisium dan pada masa Rhuddania pada periode Silur. Peristiwa terakhir berlangsung pada jangka waktu 455-430 juta tahun yang lalu, atau dalam kata lain berlangsung dari masa Ordovisium Pertengahan hingga Silur Awal. Peristiwa ini adalah peristiwa kepunahan pertama pada masa Fanerozoikum dan juga peristiwa pertama yang memengaruhi spesies hewan.

Hampir semua kelompok taksonomi terpengaruh oleh peristiwa kepunahan ini. Kepunahan ini bersifat global dan diperkirakan 49-60% genera laut dan hampir 85% spesies laut punah.

Brachiopoda, bivalvia, echinodermata, bryozoa dan koral sangat terpengaruh oleh peristiwa ini. Suhu Bumi relatif hangat sebelum pendinginan pada masa Ordovisium akhir. Pendinginan ini diduga disebabkan oleh proses glasiasi. Bukti terjadinya glasiasi dapat ditemui di endapan-endapan di Gurun Sahara. Sementara itu, penurunan permukaan air laut yang juga dipicu oleh glasiasi mengganggu atau menghancurkan habitat di landas benua. Maka dari itu, gabungan antara penurunan permukaan air laut dan pendinginan yang disebabkan oleh glasiasi diduga merupakan faktor utama yang menyebabkan peristiwa ini.

Catatan kaki

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28561684 (2025-11-20T06:12:32Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.