Peristiwa kepunahan Trias–Jura
Peristiwa kepunahan Trias–Jura merupakan peristiwa kepunahan yang terjadi pada zaman Trias akhir dan Jura awal, dan merupakan salah satu peristiwa kepunahan besar selama eon Fanerozoikum. Peristiwa ini sangat memengaruhi kehidupan di daratan dan lautan. Di lautan, seluruh kelas Conodont dan 34% genera laut mengalami kepunahan. Di daratan, semua Archosaurus yang bukan Crocodylomorpha (Sphenosuchia dan Crocodyliformes) dan Avemetatarsalia (pterosaurus dan dinosaurus), beberapa therapsida yang tersisa, dan amfibi-amfibi besar juga punah.
Dampak
Paling tidak setengah spesies yang hidup pada zaman ini mengalami kepunahan, sehingga mengosongkan relung ekologi daratan dan memberi ruang bagi dinosaurus untuk menjadi makhluk yang dominan pada periode Jura. Peristiwa ini berlangsung selama kurang dari 10.000 tahun dan terjadi sebelum pecahnya benua Pangaea.
Di lautan, analisis statistik kepunahan pada zaman ini menunjukkan bahwa penurunan keanekaragaman lebih disebabkan oleh berkurangnya proses spesiasi daripada kepunahan.
Penyebab
Terdapat beberapa hipotesis yang berupaya menjelaskan penyebab peristiwa ini, tetapi jawaban sesungguhnya masih belum pasti:
- Perubahan iklim secara perlahan, fluktuasi tingkat permukaan laut atau pengasaman samudra pada periode Trias akhir mencapai titik kritis, tetapi hipotesis ini tidak menjelaskan mengapa kepunahan di samudra terjadi secara mendadak.
- Tubrukan asteroid, tetapi hingga kini belum ditemukan kawah yang cukup besar yang berasal dari periode batas Trias-Jura.
- Kawah Rochechouart di Prancis baru-baru ini diketahui berasal dari 201 ±2 juta tahun yang lalu, tetapi dengan diameter 25 km mungkin kawah ini terlalu kecil. Tubrukan yang menghasilkan waduk Manicouagan terjadi sekitar 12 juta tahun sebelum peristiwa kepunahan ini, dan kawah Rochechouart diduga dihasilkan oleh pecahan penubruk yang sama.
- Letusan vulkanik besar-besaran, khususnya banjir basal di Provinsi Magmatik Atlantik Tengah, akan melepaskan karbon dioksida atau sulfur dioksida dan aeorosol yang akan memicu pemanasan (dari karbon dioksida) atau pendinginan global (dari sulfur dioksida)).
Catatan kaki
Daftar pustaka
- McHone, J.G. (2003), Volatile emissions of Central Atlantic Magmatic Province basalts: Mass assumptions and environmental consequences, in Hames, W.E. et al., eds., The Central Atlantic Magmatic Province: Insights from Fragments of Pangea. American Geophysical Union Monograph 136, p. 241-254.
- [1]
Pranala luar
- Theories on the Triassic-Jurassic Extinction
- The Triassic-Jurassic Mass Extinction
- 200 million year old mystery BBC News story, 12-Oct-2011
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29576822 (2026-08-14T11:49:39Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.