Pertempuran Berdarah Tabarenah
Pertempuran Berdarah Tabarenah adalah pertempuran sengit antara Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan pasukan Jepang yang terjadi di Desa Tabarenah, Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong, pada akhir tahun 1945, tepatnya sekitar Desember 1945. Pertempuran ini merupakan bagian dari perjuangan rakyat Curup dan sekitarnya dalam mengusir penjajah Jepang setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.[1]
Sejarah
Pertempuran Tabarenah meletus pasca-Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ketika pasukan Jepang di Curup menolak meninggalkan wilayah tersebut. Pada akhir September 1945, Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pimpinan Letnan Arifin Djamil melakukan serangkaian aksi konfrontasi, termasuk perampasan tiga mobil milik Jepang yang memicu ketegangan. Insiden ini memuncak ketika komandan Jepang, Takahashi, mendatangi markas TKR di Dusun Curup pada Desember 1945 tetapi gagal memperoleh mobil tersebut. Upaya mediasi oleh Komandan TKR Bengkulu, Barlian, tidak berhasil setelah Jepang menolak melepaskan tawanan mereka, Bakarudin Tuib, kecuali ditukar dengan Arifin Djamil.[2][3]
Pada 17 Desember 1945, TKR melancarkan serangan besar-besaran terhadap markas Jepang setelah memadamkan listrik dari PLTA Tes. Meski berhasil menyelamatkan Bakarudin melalui operasi yang dipimpin Zakaria Kamidan, pasukan TKR terpaksa mundur ke Bukit Daun dan membangun pertahanan di Tabarenah. Jepang membalas dengan operasi pembersihan pada 22 Desember 1945, menghancurkan pos-pos TKR dan membakar permukiman warga. Dalam kondisi kalah jumlah dan persenjataan, pasukan TKR yang dipimpin Barlian kesulitan mempertahankan posisi mereka.[4][5]
Puncak pertempuran terjadi ketika TKR meledakkan jembatan Sungai Musi untuk menghambat laju Jepang, namun pasukan musuh tetap merangsek maju dengan memanfaatkan kondisi sungai yang dangkal. Pertempuran tidak seimbang ini mengakibatkan banyak korban di pihak TKR, memaksa mereka mundur ke Rimbo Pengadang. Pertempuran Tabarenah menjadi catatan heroik perlawanan rakyat Bengkulu terhadap pendudukan Jepang pasca-kemerdekaan, meski berakhir dengan pengunduran diri TKR akibat superioritas persenjataan musuh.[6][7]
Monumen Perjuangan Tabarenah
Monumen perjuangan yang terletak di Desa Tabarenah, Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong itu didirikan sebagai bentuk penghormatan terhadap para pejuang dalam pertempuran antara Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan pasukan Jepang pada akhir 1945.[8]
Tugu berbentuk bambu runcing ini, dibangun atas inisiatif Kapten Berlian, salah satu komandan pertempuran untuk melambangkan perlawanan masyarakat setempat terhadap penjajahan. Kompleks monumen ini juga mencakup prasasti bertuliskan nama-nama pahlawan yang gugur serta taman makam pahlawan yang menjadi tempat peristirahatan terakhir veteran TNI dan polisi daerah.[9]
Referensi
- ↑ curupekspress.com. Sejarah Desa Tabarenah, Desa Perjuangan di Rejang Lebong. curupekspress.com.
- ↑ Media Center. Pertempuran ‘’Berdarah’’ Di Taba Renah. Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong. 2023-11-10.
- ↑ Sengitnya Pertempuran Rakyat Tabarenah Melawan Jepang di Curup Utara. SINDOnews Daerah.
- ↑ Media Center. Pertempuran ‘’Berdarah’’ Di Taba Renah. Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong. 2023-11-10.
- ↑ Sengitnya Pertempuran Rakyat Tabarenah Melawan Jepang di Curup Utara. SINDOnews Daerah.
- ↑ Media Center. Pertempuran ‘’Berdarah’’ Di Taba Renah. Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong. 2023-11-10.
- ↑ Sengitnya Pertempuran Rakyat Tabarenah Melawan Jepang di Curup Utara. SINDOnews Daerah.
- ↑ ANTARA News Agency. KNPI Rejang Lebong bersihkan Tugu Pahlawan Tabarenah. ANTARA News Bengkulu.
- ↑ ANTARA News Agency. KNPI Rejang Lebong bersihkan Tugu Pahlawan Tabarenah. ANTARA News Bengkulu.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28483582 (2025-11-14T08:26:43Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.