Lompat ke isi

Polusi air

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Ganges river at Varanasi 2008

Pencemaran air adalah peristiwa masuknya zat atau komponen lain ke dalam perairan.[1] Pencemaran air merupakan masalah global utama yang membutuhkan evaluasi dan revisi kebijakan sumber daya air pada semua tingkat (dari tingkat internasional hingga sumber air pribadi dan sumur). Telah dikatakan bahwa polusi air adalah penyebab terkemuka di dunia untuk kematian dan penyakit,[2][3] dan tercatat atas kematian lebih dari 14.000 orang setiap harinya.[4] Diperkirakan 700 juta orang India tidak memiliki akses ke toilet, dan 1.000 anak-anak India meninggal karena penyakit diare setiap hari.[5] Sekitar 90% dari kota-kota Cina menderita polusi air hingga tingkatan tertentu,[6] dan hampir 500 juta orang tidak memiliki akses terhadap air minum yang aman.[7] Ditambah lagi selain polusi air merupakan masalah akut di negara berkembang, negara-negara industri/maju masih berjuang dengan masalah polusi juga. Dalam laporan nasional yang terbaru, kualitas air di Amerika Serikat, 45% dari mil sungai dinilai, 47% dari danau hektare dinilai, dan 32% dari teluk dinilai dan muara mil persegi diklasifikasikan sebagai tercemar.[8]

Air biasanya disebut tercemar ketika terganggu oleh kontaminan antropogenik dan ketika tidak bisa mendukung kehidupan manusia, seperti air minum, dan/atau mengalami pergeseran ditandai dalam kemampuannya untuk mendukung komunitas penyusun biotik, seperti ikan. Fenomena alam seperti gunung berapi, ledakan alga, kebinasaan ikan, badai, dan gempa bumi juga menyebabkan perubahan besar dalam kualitas air dan status ekologi air.

Indikator pencemaran

Tanda bahwa air telah tercemar dapat diamati melalui indikator berikut:[9]

  1. Perubahan pada temperatur air
  2. Perubahan pH atau konsentrasi ion hidrogen
  3. Perubahan warna, bau, dan rasa
  4. Mikroorganisme yang berlebih atau kurang
  5. Muncul endapan, bahan terlarut, koloidal
  6. Peningkatan radioaktivitas pada air lingkungan

Penyebab

Pencemaran air dapat disebabkan oleh berbagai hal dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda.

  • Meningkatnya kandungan nutrien dapat mengarah pada eutrofikasi.
  • Sampah organik seperti air comberan menyebabkan peningkatan kebutuhan oksigen pada air yang menerimanya yang mengarah pada berkurangnya oksigen yang dapat berdampak parah terhadap seluruh ekosistem.
  • Industri membuang berbagai macam polutan ke dalam air limbahnya seperti logam berat, toksin organik, minyak, nutrien dan padatan. Air limbah tersebut memiliki efek termal, terutama yang dikeluarkan oleh pembangkit listrik, yang dapat juga mengurangi oksigen dalam air.
  • Seperti limbah pabrik yang mengalir ke sungai seperti di sungai Citarum.
  • Pencemaran air oleh sampah.
  • Penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan.
  • Kandang hewan peliharaan yang berdekatan dengan sungai membuat air tercemar karena kotoran hewan dibuang ke sungai.

Akibat

  • Dapat menyebabkan banjir
  • Erosi
  • Kekurangan sumber air
  • Dapat membuat sumber penyakit
  • Tanah Longsor
  • Dapat merusak ekosistem sungai
  • Merusak tanaman yang disiram.
  • Kerugian untuk nelayan, petani sayuran dan masyarakat yang tinggal dekat pesisir sungai.

Lihat Pula

Referensi

  1. Ari Welianto. Pencemaran Lingkungan: Macam, Penyebabnya, dan Dampaknya.
  2. Pink, Daniel H. Investing in Tomorrow's Liquid Gold. Yahoo. April 19, 2006.
  3. West, Larry. World Water Day: A Billion People Worldwide Lack Safe Drinking Water. About. March 26, 2006.
  4. West, Larry. World Water Day: A Billion People Worldwide Lack Safe Drinking Water. About. March 26, 2006.
  5. A special report on India: Creaking, groaning: Infrastructure is India’s biggest handicap. The Economist. 11 December 2008.
  6. "China says water pollution so severe that cities could lack safe supplies". Chinadaily.com.cn. 2005-06-07.
  7. "As China Roars, Pollution Reaches Deadly Extremes". The New York Times. August 26, 2007.
  8. United States Environmental Protection Agency (EPA). Washington, DC. "The National Water Quality Inventory: Report to Congress for the 2002 Reporting Cycle – A Profile." October 2007. Fact Sheet No. EPA 841-F-07-003.
  9. Wisnu Arya Wardhana. Dampak Pencemaran Lingkungan. Andi. 1995.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29103719 (2026-04-05T02:11:15Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Referensi Publikasi Unggulan Terkait Clean Water

  1. 2023 · Amerta Nutrition · 8 sitasi · Akses terbuka
  2. 2023 · Archives of Hydroengineering and Environmental Mechanics · 3 sitasi · Akses terbuka · Q4 · SCImago 2023
  3. 2021 · International Journal of Intelligent Engineering and Systems · 2 sitasi · Akses terbuka · Q3 · SCImago 2021
  4. 2024 · IOP Conference Series: Earth and Environmental Science · 1 sitasi · Akses terbuka
  5. 2023 · ARPN Journal of Engineering and Applied Sciences · 1 sitasi · Akses terbuka · Q4 · SCImago 2023
  6. 2022 · IOP Conference Series: Earth and Environmental Science · 1 sitasi · Akses terbuka
  7. 2025 · E3S Web of Conferences · 0 sitasi · Akses terbuka
  8. 2025 · IOP Conference Series: Earth and Environmental Science · 0 sitasi · Akses terbuka
  9. 2025 · Sustainable Development Goals Series · 0 sitasi
  10. 2024 · IOP Conference Series: Earth and Environmental Science · 0 sitasi · Akses terbuka

Peneliti Unissula dengan Publikasi Terkait Clean Water Terbanyak

  1. Dr. Ir. H. Soedarsono, M.Si . 4 Publikasi
  2. Prof. Dr. Ir. H. Slamet Imam Wahyudi, DEA . 4 Publikasi
  3. Dr. Mila Karmilah, ST., MT . 2 Publikasi
  4. Dr. Muna Yastuti Madrah, MA . 2 Publikasi
  5. Ari Sentani, ST., M.Sc . 1 Publikasi
  6. Dr. Bustanul Arifin, ST., MT . 1 Publikasi
  7. Dr. Hj. Hermin Poedjiastoeti, S.Si., M.Si . 1 Publikasi
  8. Dr. Suparmi, S.Si., M.Si (ERT) . 1 Publikasi
  9. Hasti Widyasamratri, S.Si., M.Eng., Ph.D . 1 Publikasi
  10. Ir. Imam Much Ibnu Subroto, ST., M.Sc., Ph.D . 1 Publikasi
Sumber: Scholar Unissula. Data diperbarui 30 Agustus 2026, 11:56 WIB. Data sitasi dan metadata publikasi mengikuti snapshot Scholar Unissula pada waktu pembaruan.