Lompat ke isi

Polusi raksa di samudra

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Sumber polusi raksa di samudra Batrakova, N., Travnikov, O. and Rozovskaya, O. (2014) "Chemical and physical transformations of mercury in the ocean: a review". Ocean Science, 10 (6): 1047–1063

Raksa adalah logam berat yang sangat beracun dan dapat bersirkulasi di atmosfer, air, dan tanah di berbagai belahan dunia. Akibat siklus alami ini, tanpa memandang kawasan mana yang mengeluarkan raksa, raksa dapat mencemari wilayah yang lain, sehingga polusi raksa merupakan masalah global. Upaya untuk meningkatkan kesadaran akan polusi raksa telah digalakkan untuk mengurangi emisi raksa oleh manusia dan membersihkan polusi raksa. Peninjauan Raksa Global 2002 menyimpulkan bahwa "tindakan internasional untuk menangani masalah raksa global sebaiknya tidak ditunda”.[1] Dari berbagai macam lingkungan yang terkena dampak polusi raksa, samudra merupakan lingkungan yang tidak dapat diabaikan begitu saja, karena samudra dapat menjadi "tempat penyimpanan" raksa.[2] Menurut penelitian terkini, jumlah raksa yang dikeluarkan oleh aktivitas manusia ke samudra diperkirakan sekitar 80.000 hingga 45.000 ton metrik dan dua pertiganya dapat ditemui di perairan yang lebih dangkal dari 1000 m yang merupakan habitat berbagai macam ikan yang dikonsumsi oleh manusia.[3] Raksa dapat mengalami bioakumulasi dalam rantai makanan di laut dalam bentuk metil raksa yang sangat sangat beracun dan dapat membahayakan konsumen.[4][5] Menurut statistik, sekitar 66% konsumsi ikan global berasal dari samudra. Maka dari itu, kadar raksa di samudra perlu diawasi dan diregulasi agar jumlah raksa yang masuk ke tubuh manusia lewat hidangan laut tidak semakin membesar.[6][7]

Referensi

  1. 1. United Nations Environment Programme (UNEP), Global Mercury Assessment, (Geneva, 2002). http://www.unep.org/gc/gc22/Document/UNEP-GC22-INF3.pdf (10/22/2015)
  2. http://www.livescience.com/47222-deep-ocean-traps-mercury-pollution.html (09/2015)
  3. Lamborg, C.H.; Hammerschmidt, C.R.; Bowman, K.L.; Swarr, G.J.; Munson, K.M.; Ohnemus, D.C.; Lam, P.J.; Heimburger, L.E.; Rijkenberg, M.J.A; Saito, M.A. A global ocean inventory of anthropogenic mercury based on water column measurements. Nature [Online] 2014, 512, 65 – 68
  4. Weiner, J.G.; Krabbenhoft, D.P.; Heinz, G.H.; Scheuhammer, A.M.; In Ecotoxicology of mercury, 2nd edition, Eds; CRC: Boca Ranton, FL, 2003; ch 16
  5. Clarkson, T.W.; Magos, L.; The toxicology of mercury and its chemical compounds. Crit.Rev.Toxicol. 2006, 36 (8), 609
  6. http://www.fao.org/3/a-i4883e.pdf (10/25/2015)
  7. http://www.fao.org/3/a-i4899e.pdf (10/25/2015)

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 22958992 (2023-02-16T06:32:58Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.