Lompat ke isi

Praseodimium(III) klorida

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Praseodymium(III)-chloride-heptahydrate

Praseodimium(III) klorida adalah sebuah senyawa anorganik dengan rumus PrCl3. Seperti lantanida triklorida lainnya, senyawa ini eksis dalam bentuk anhidrat dan terhidrasi. Ia merupakan padatan hijau kebiruan yang dengan cepat menyerap air saat terpapar udara lembap untuk membentuk heptahidrat berwarna hijau muda.

Pembuatan

Praseodimium(III) klorida dibuat dengan mereaksikan logam praseodimium dengan hidrogen klorida:[1][2]

2 Pr + 6 HCl → 2 PrCl3 + 3 H2

Senyawa ini biasanya dimurnikan melalui sublimasi vakum.[3]

Garam terhidrasi dari praseodimium(III) klorida dapat dibuat melalui reaksi antara logam praseodimium atau praseodimium(III) karbonat dengan asam klorida:

Pr2(CO3)3 + 6 HCl + 15 H2O → 2 [Pr(H2O)9]Cl3 + 3 CO2

PrCl3∙7H2O adalah zat higroskopis yang tidak akan mengkristal dari cairan induk kecuali jika dibiarkan mengering di dalam desikator. PrCl3 anhidrat dapat dibuat melalui dehidrasi termal bentuk hidrat pada suhu 400 °C dengan adanya amonium klorida, yang disebut rute amonium klorida.[4][5] Sebagai alternatif, bentuk hidrat dapat didehidrasi menggunakan tionil klorida.[6][7]

Reaksi

Praseodimium(III) klorida adalah asam Lewis, diklasifikasikan sebagai "asam keras" menurut konsep HSAB. Pemanasan bentuk hidrat yang cepat dapat menyebabkan hidrolisis dalam jumlah kecil.[8] PrCl3 membentuk sebuah kompleks asam–basa Lewis yang stabil, K2PrCl5, melalui reaksi dengan kalium klorida; senyawa ini menunjukkan sifat optik dan magnetik yang menarik.[9]

Larutan praseodimium(III) klorida berair dapat digunakan untuk membuat senyawa praseodimium(III) yang tak larut dalam air. Sebagai contoh, praseodimium(III) fosfat dan praseodimium(III) fluorida masing-masing dapat dibuat melalui reaksi antara kalium fosfat dan natrium fluorida dengan praseodimium(III) klorida:

PrCl3 + K3PO4 → PrPO4 + 3 KCl
PrCl3 + 3 NaF → PrF3 + 3 NaCl
2PrCl3 + 3 Na2CO3 → Pr2CO3 + 6NaCl

Ketika dipanaskan dengan logam alkali klorida, senyawa ini membentuk serangkaian bahan terner (senyawa yang mengandung tiga unsur berbeda) dengan rumus MPr2Cl7, M3PrCl6, M2PrCl5, and M3Pr2Cl9 where M = K, Rb, Cs.[10]

Bacaan lebih lanjut

  1. CRC Handbook of Chemistry and Physics (58th edition), CRC Press, West Palm Beach, Florida, 1977.
  2. N. N. Greenwood, A. Earnshaw, Chemistry of the Elements, Pergamon Press, 1984.
  3. S. Sugiyama, T. Miyamoto, H. Hayashi, M. Tanaka, J. B. Moffatt, "Effects of chlorine additives in the gas- and solid-phases on the oxidative dehydrogenation of ethane over praseodymium oxide", Journal of Molecular Catalysis A, 118, 129-136 (1997).

Referensi

  1. J. Cybinska, J. Sokolnicki, J. Legendziewicz, G. Meyer, Journal of Alloys and Compounds, 341, 115–123 (2002).
  2. L. F. Druding, J. D. Corbett, "Lower Oxidation States of the Lanthanides. Neodymium(II) Chloride and Iodide", J. Am. Chem. Soc. 83, 2462 (1961); J. D. Corbett, Rev. Chim. Minerale 10, 239 (1973) ,
  3. F. T. Edelmann, P. Poremba, in: Synthetic Methods of Organometallic and Inorganic Chemistry, (W. A. Herrmann, ed.), Vol. 6, Georg Thieme Verlag, Stuttgart, 1997.
  4. F. T. Edelmann, P. Poremba, in: Synthetic Methods of Organometallic and Inorganic Chemistry, (W. A. Herrmann, ed.), Vol. 6, Georg Thieme Verlag, Stuttgart, 1997.
  5. M. D. Taylor, P. C. Carter, "Preparation of anhydrous lanthanide halides, especially iodides", J. Inorg. Nucl. Chem., 24, 387 (1962); J. Kutscher, A. Schneider, Inorg. Nucl. Chem. Lett., 7, 815 (1971).
  6. F. T. Edelmann, P. Poremba, in: Synthetic Methods of Organometallic and Inorganic Chemistry, (W. A. Herrmann, ed.), Vol. 6, Georg Thieme Verlag, Stuttgart, 1997.
  7. J. H. Freeman, M. L. Smith, "The preparation of anhydrous inorganic chlorides by dehydration with thionyl chlorid", J. Inorg. Nucl. Chem., 7, 224 (1958).
  8. F. T. Edelmann, P. Poremba, in: Synthetic Methods of Organometallic and Inorganic Chemistry, (W. A. Herrmann, ed.), Vol. 6, Georg Thieme Verlag, Stuttgart, 1997.
  9. J. Cybinska, J. Sokolnicki, J. Legendziewicz, G. Meyer, Journal of Alloys and Compounds, 341, 115–123 (2002).
  10. Gerd Meyer, "Ternary Chlorides and Bromides of the Rare-Earth Elements", Inorganic Syntheses, 1990, Volume 30, pp. 72–81.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27478721 (2025-06-29T13:20:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.