Lompat ke isi

Prometium(III) klorida

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
UCl3 without caption

Prometium(III) klorida adalah sebuah senyawa anorganik dari prometium dan klorin dengan rumus PmCl3. Senyawa ini adalah garam kristalin ionik yang dapat larut dalam air dan bersinar dalam gelap dengan cahaya biru atau hijau pucat karena radioaktivitas prometium yang kuat.

Pembuatan

Prometium(III) klorida diperoleh dari prometium(III) oksida dengan memanaskannya dalam aliran HCl kering pada suhu 580 °C.[1]

Sifat

Prometium(III) klorida merupakan padatan berwarna lembayung dengan titik lebur 655 °C.[2] Senyawa ini mengkristal dalam sistem kristal heksagonal (jenis NdCl3) dengan parameter kisi a = 739 pm dan c = 421 pm dengan dua unit formula per sel unit dan memiliki kerapatan terhitung sebesar 4,19 g·cm−3.[3][4] Ketika PmCl3 dipanaskan dengan adanya H2O, akan dihasilkan prometium(III) oksiklorida (PmOCl) yang berwarna pink pucat.[5][6]

Aplikasi

Prometium(III) klorida (dengan 147Pm) telah digunakan untuk menghasilkan cahaya yang tahan lama pada tombol dan lampu sinyal. Aplikasi ini mengandalkan sifat prometium yang tidak stabil, yang memancarkan radiasi beta (elektron) dengan waktu paruh beberapa tahun. Elektron diserap oleh fosfor, menghasilkan cahaya yang terlihat.[7] Tidak seperti kebanyakan nuklida radioaktif lainnya, prometium-147 tidak memancarkan partikel alfa yang akan mendegradasi fosfor.[8]

Referensi

  1. Gmelins Handbuch der anorganischen Chemie, System No. 39, hlm. 61–62.
  2. Egon Wiberg. Lehrbuch der anorganischen Chemie. Walter de Gruyter. 2007. ISBN 978-3-11-017770-1.
  3. Weigel: Die Chemie des Promethiums, hlm. 588–589.
  4. Gmelins Handbuch der anorganischen Chemie, System No. 39, hlm. 181.
  5. Weigel: Die Chemie des Promethiums, hlm. 588–589.
  6. Gmelins Handbuch der anorganischen Chemie, System No. 39, hlm. 31.
  7. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  8. Avgusta Konstantinovna Lavrukhina. Аналитическая химия технеция, прометия, астатина и франция [Kimia Analitik dari Teknesium, Prometium, Astatin, dan Fransium]. Nauka. 1966. hlm. 118.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 25310949 (2024-02-15T05:47:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.