Radithor
Radithor adalah merek obat paten radioaktif berupa air suling yang mengandung sedikitnya 1 mikrocurie (37 kBq) masing-masing dari isotop radium-226 dan 228, yang dijual dalam botol berisi . Pada tahun 1932, penyakit dan kematian pengusaha ternama Eben Byers secara jelas dikaitkan dengan kebiasaannya mengonsumsi Radithor. Peristiwa ini menyebabkan berakhirnya tren penggunaan produk berbasis radium dan mendorong diperkuatnya pengawasan serta regulasi terhadap produk farmasi dan bahan radioaktif di Amerika Serikat.
Diperkenalkan pada tahun 1918, Radithor merupakan produk milik William J. A. Bailey yang paling sukses secara komersial, dengan penjualan mencapai sekitar 400.000 botol antara tahun 1925 hingga 1930. Selama periode tersebut, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) telah mengeluarkan peringatan agar masyarakat tidak menggunakan Radithor, tetapi pada saat itu lembaga tersebut belum memiliki kewenangan hukum untuk melarang peredarannya.[1]
Sejarah
Radithor diproduksi dari tahun 1918 hingga 1928 oleh Bailey Radium Laboratories yang berlokasi di East Orange, New Jersey. Pemilik perusahaan sekaligus kepala laboratorium tersebut adalah William J. A. Bailey, seorang mantan mahasiswa Sekolah Tinggi Harvard yang tidak menyelesaikan studinya[2] dan bukan seorang dokter.[3] Radithor dipromosikan dengan slogan "A Cure for the Living Dead" ("Obat bagi Mereka yang Hidup Seperti Orang Mati")[4] dan "Perpetual Sunshine" ("Sinar Matahari Abadi"). Produk yang dijual dengan harga mahal ini diklaim mampu menyembuhkan impotensi, selain berbagai penyakit lainnya.[5]
Eben Byers, seorang sosialita, atlet, industrialis, dan lulusan Sekolah Tinggi Yale yang kaya raya dari Amerika Serikat, mulai mengonsumsi Radithor pada tahun 1927 dan tercatat meminum sekitar 1.400 botol. Dia meninggal dunia pada tahun 1932 akibat berbagai jenis kanker yang disebabkan oleh paparan radium. Sebelum meninggal, rahangnya harus diangkat karena mengalami kerusakan parah.[6] Byers dimakamkan dalam peti mati berlapis timbal. Ketika jenazahnya digali kembali untuk penelitian pada tahun 1965, sisa-sisa jasadnya masih bersifat radioaktif dengan tingkat aktivitas sekitar 225.000 becquerel.[7] Sebagai perbandingan, sekitar 0,0169 gram kalium-40 yang secara alami terdapat dalam tubuh manusia menghasilkan aktivitas radioaktif sekitar 4.400 becquerel.[8]
Kematian Byers mendorong diperkuatnya kewenangan FDA serta mengakhiri peredaran sebagian besar obat paten berbasis radiasi. Sebuah artikel The Wall Street Journal yang mengulas kasus Byers, diterbitkan pada Agustus 1990, diberi judul "The Radium Water Worked Fine Until His Jaw Came Off" ("Air Radium Itu Bekerja dengan Baik—Hingga Rahangnya Terlepas").[9]
Lihat pula
Pranala luar
- Radithor di Koleksi Museum Instrumen Sejarah Fisika Kesehatan Oak Ridge Associated Universities
- Tabel Periodik Unsur Theodore Gray
- Artikel promosi di Deseret News, 26 Februari 1909
Referensi
- ↑ Roger Macklis. Radithor and the Era of Mild Radium Therapy. JAMA. 1 Agustus 1990. Vol. 264 (5). hlm. 614-618. doi:10.1001/jama.1990.03450050072031.
- ↑ Medicine: Radium Drinks. 11 April 1932.
- ↑ Literary Digest, 16 April 1932
- ↑ Radium Cures. Museum of Quackery.
- ↑ Timothy J. Jorgensen. When 'energy' drinks actually contained radioactive energy. The Conversation US. 2 November 2016.
- ↑ Death Stirs Action on Radium 'Cures'. Trade Commission Speeds Its Inquiry. Health Department Checks Drug Wholesalers. Autopsy Shows Symptoms. Maker of "Radithor" Denies It Killed Byers, as Does Victim's Physician in Pittsburgh. Walker Uses Apparatus. Friends Alarmed to Find Mayor Has Been Drinking Radium-Charged Water for Last Six Months. The New York Times. 2 April 1932.
- ↑ Timothy J. Jorgensen. When 'energy' drinks actually contained radioactive energy. The Conversation US. 2 November 2016.
- ↑ Radioactive Human Body. sciencedemonstrations.fas.harvard.edu.
- ↑ Medical Collectors Association - Newsletter 20.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29465693 (2026-07-16T12:37:26Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.