Lompat ke isi

Raksa(II) oksida

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
HgOpowder

Raksa(II) oksida, disebut pula sebagai merkurat oksida atau hanya raksa oksida, adalah sebuah senyawa dengan rumus kimia HgO. Senyawa ini memiliki warna merah atau jingga dan berbentuk padat pada suhu dan tekanan ruangan. Bentuk mineralnya, montroidit (montroydite) sangat jarang ditemukan.

Sejarah

Pada tahun 1774, Joseph Priestley menemukan bahwa oksigen dilepaskan dengan memanaskan raksa oksida:

2HgO(s)2Hg(l)+O2(g)

walaupun ia tidak mengidentifikasi gas tersebut sebagai oksigen (namun, Priestley menyebutnya sebagai "udara tak terflogiston," sebagaimana paradigma yang berlaku saat itu).[1]

Struktur

Di bawah tekanan atmosfer, raksa oksida memiliki dua bentuk kristalin: bentuk pertama disebut sebagai montroidit (ortorombik, 2/m 2/m 2/m, Pnma), dan bentuk yang kedua analog terhadap mineral sulfida cinnabar (heksagonal, hP6, P3221); keduanya dicirikan dengan rantai Hg-O.[2] Pada tekanan di atas 10 GPa struktur dari kedua bentuk tersebut berubah menjadi bentuk tetragonal.[3]

Sintesis dan reaktivitas

Bentuk merah dari HgO dapat dibuat dengan memanaskan Hg dengan oksigen pada suhu sekitar 350 °C,

Hg+1/2O2HgO

atau melalui pirolisis raksa(II) nitrat, Hg(NO3)2.[4]

Hg(NO3)2HgO+2 NO2+O

Bentuk kuning dari HgO dapat diperoleh melalui pengendapan larutan Hg2+ dengan suatu basa.[5] Sebagai contoh, reaksi antara raksa(II) klorida dengan kalium hidroksida.

HgCl2+2 KOHHgO+2 KCl+H2O

Perbedaan warna di antara bentuk HgO di atas diakibatkan oleh ukuran partikelnya, kedua bentuk tersebut memiliki struktur yang sama yang terdiri dari satuan O-Hg-O yang hampir linear terhubung dalam rantai zigzag dengan Hg-O-Hg pada sudut 108°.[6]

Raksa oksida sangat sensitif terhadap cahaya. Ketika hidrazin hidrat diteteskan pada raksa oksida maka akan terjadi ledakan.[7] Asam hipofosfat mampu mereduksi raksa oksida dengan ledakan menjadi bentuk logamnya.[8]

2Hg2++H3PO2+2H2OH3PO4+2Hg(s)+4H+

Ketika dipanaskan hingga terurai (932 °F) senyawa ini terurai menjadi raksa dan oksigen. Asap dari pemanasan tersebut mungkin mengandung uap raksa yang sangat beracun; oksigen mungkin meningkatkan intensitas api. Ledakan raksa oksida mungkin terjadi dengan adanya friksi atau penerapan panas.[9]

Penggunaan

HgO terkadang digunakan dalam produksi raksa karena cukup mudah terdekomposisi. Ketika senyawa ini terdekomposisi, gas oksigen akan dihasilkan. Selain digunakan sebagai zat antara bagi pembuatan garam raksa dan senyawa raksa organik, senyawa ini juga digunakan dalam sintesis diklorin monoksida.[10]

2Cl2+HgOHgCl2+Cl2O

HgO juga digunakan sebagai antiseptik dalam farmasi; pigmen dan pemodifikasi gelas; fungisida; pengawet dalam kosmetik; pereaksi analitik; dan sebelumnya pernah digunakan sebagai cat antikotor.[11]

Senyawa ini juga digunakan sebagai material katode bagi baterai raksa.[12]

Kesehatan

Raksa oksida adalah senyawa yang sangat beracun yang dapat diserap dalam tubuh melalui pernapasan, melalui kulit dan melalui pencernaan. Paparan dalam jumlah sedikit dapat menyebabkan kematian atau cedera permanen. Setelah dikonsumsi, raksa oksida siap dikonversi menjadi raksa(II) klorida, senyawa raksa yang paling berbahaya. Debu raksa oksida memiliki efek korosif pada mata, kulit, dan saluran pernapasan. Orang dengan riwayat alergi atau kepekaan terhadap raksa, penyakit pernapasan kronis, gangguan sistem saraf, atau gangguan ginjal berisiko lebih tinggi terhadap paparan senyawa ini.[13]

Zat ini dilarang digunakan sebagai bahan pestisida di Uni Eropa.[14]

Penguapan pada suhu 20 °C dapat diabaikan. HgO terurai akibat paparan cahaya atau pemanasan di atas 500 °C.[15] Pemanasan tersebut menghasilkan asap raksa yang sangat beracun dan oksigen, yang meningkatkan bahaya kebakaran. Raksa(II) oksida bereaksi dengan agen pereduksi, klor, hidrogen peroksida, magnesium (bila dipanaskan), disulfur diklorida dan hidrogen trisulfida.[16]

Pranala luar

Referensi

  1. Ebbe Almqvist. History of Industrial Gases. Springer. 2003. hlm. 23. ISBN 978-0-306-47277-0.
  2. Karin Aurivillius. The Structure of Hexagonal Mercury(II)oxide. Acta Chemica Scandinavica. 1958. Vol. 12. hlm. 1297–1304. doi:10.3891/acta.chem.scand.12-1297.
  3. Semiconductors · II-VI and I-VII Compounds; Semimagnetic Compounds. Landolt-Börnstein – Group III Condensed Matter. Springer-Verlag. 1999. Vol. 41B. hlm. 1–7. doi:10.1007/b71137. ISBN 978-3-540-64964-9.
  4. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  5. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  6. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  7. Mellor (1940). 8:318. hlm. 1946-47.
  8. Mellor (1940). 4:778. hlm. 1946-47.
  9. U.S. Environmental Protection Agency. Extremely Hazardous Substances (EHS) Chemical Profiles and Emergency First Aid Guides. U.S. Government Printing Office. 1998.
  10. J. J. Renard. The chemistry of chlorine monoxide (dichlorine monoxide). Chemical Reviews. 1 Agustus 1976. Vol. 76 (4). hlm. 487–508. doi:10.1021/cr60302a004.
  11. U.S. Environmental Protection Agency. Extremely Hazardous Substances (EHS) Chemical Profiles and Emergency First Aid Guides. U.S. Government Printing Office. 1998.
  12. John W. Moore. Chemistry: The Molecular Science. Thomson Brooks/Cole. 2005. hlm. 941. ISBN 978-0-534-42201-1.
  13. U.S. Environmental Protection Agency. Extremely Hazardous Substances (EHS) Chemical Profiles and Emergency First Aid Guides. U.S. Government Printing Office. 1998.
  14. Direktorat Regulasi Bahan Kimia. Banned and Non-Authorised Pesticides in the United Kingdom.
  15. D. Taylor. 195. Thermal decomposition of mercuric oxide. J. Chem. Soc. 1962. Vol. 0. hlm. 1047-50. doi:10.1039/JR9620001047.
  16. Mercury (II) oxide. International Occupational Safety and Health Information Centre.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28068778 (2025-10-17T13:28:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.