Reaktor semitumpak

Baik dalam bidang teknik kimia maupun teknik hayati, reaktor semitumpak atau semialir () beroperasi dengan cara yang hampir sama seperti reaktor tumpak, yaitu menggunakan satu tangki berpengaduk dengan peralatan yang serupa.[1] Namun, reaktor ini dimodifikasi sehingga memungkinkan penambahan reaktan dan/atau pengeluaran produk selama proses reaksi berlangsung.
Pada reaktor tumpak biasa, seluruh reaktan dimasukkan ke dalam satu tangki berpengaduk pada waktu , kemudian reaksi dibiarkan berlangsung. Sebaliknya, pada reaktor semitumpak, hanya sebagian reaktan yang dimasukkan pada awal proses, sementara sisanya dapat ditambahkan secara bertahap seiring berjalannya waktu. Pengadukan pada kedua jenis reaktor berlangsung sangat efektif, sehingga baik reaktor tumpak maupun semitumpak dapat dianggap memiliki komposisi dan suhu yang seragam di seluruh bagian reaktor selama proses berlangsung.
Sumber
- Hill, C. (1937). An Introduction to chemical engineering kinetics & reactor design. John Wiley & Sons, Inc.
- Heinzle, E. (n.d.). Semi-batch Reactor and Safety. Diakses dari http://www.uni-saarland.de/fak8/heinzle/de/teaching/Technische_Chemie_I/HE3_Semi-Batch
- Wittrup, D. (2007). Reactor Size Comparisons For PFR and CSTR. Diakses dari http://ocw.mit.edu/courses/chemical-engineering/10-37-chemical-and-biological-reaction-engineering-spring-2007/lecture-notes/lec09_03072007_w.pdf
Referensi
- ↑ Unsteady CSTRs and Semibatch Reactors. umich.edu.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29534229 (2026-08-06T16:54:40Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.