Reproduksi manusia
Reproduksi seksual manusia, yang bertujuan menghasilkan keturunan, dimulai dengan proses pembuahan. Secara umum keberhasilan reproduksi terjadi melalui hubungan seksual antara laki-laki dan perempuan yang sehat, telah mencapai kematangan seksual, serta subur. Selama hubungan seksual, sel-sel sperma dikeluarkan ke dalam vagina melalui penis, sehingga memungkinkan pembuahan ovum dan membentuk sebuah zigot.
Sementara itu, sel-sel tubuh normal mengandung 46 kromosom (23 pasang), sedangkan sel-sel gamet hanya memiliki separuh jumlah tersebut. Ketika kedua jenis sel ini bergabung menjadi satu sel zigot, terjadilah proses rekombinasi genetik. Zigot kemudian mengalami tahapan perkembangan yang teratur, dikenal sebagai embriogenesis manusia, yang menandai awal dari masa kehamilan selama 38 minggu bagi embrio (dan kelak janin), sebelum akhirnya berujung pada kelahiran.
Berbagai bentuk teknologi reproduksi berbantu juga tersedia, seperti IVF, yang menggunakan metode pembuahan alternatif tanpa melibatkan hubungan seksual secara langsung. Dalam prosedur semacam ini, pembuahan ovum dapat dilakukan melalui teknik inseminasi buatan.
Catatan
Referensi
Bacaan lanjutan
Pranala luar
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28602773 (2025-11-22T10:10:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.