Lompat ke isi

Rhizobium

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Rhizobium tropici strain BR816 on TY agar

Rhizobium adalah genus bakteri tanah Gram-negatif yang memfiksasi nitrogen. Spesies Rhizobium membentuk asosiasi pengikat nitrogen endosimbiotik dengan akar kacang-kacangan dan Parasponia.

Bakteri ini mengkolonisasi sel-sel tumbuhan di dalam nodul akar, di mana mereka mengubah nitrogen atmosfer menjadi amonia dan kemudian memberikan senyawa nitrogen organik seperti glutamina atau ureida ke tanaman. Tanaman, pada gilirannya, menyediakan senyawa organik yang dibuat dengan fotosintesis untuk bakteri.[1] Hubungan yang saling menguntungkan ini terjadi pada semua rhizobia, di mana genus Rhizobium adalah contoh yang khas.

Sejarah

Martinus Beijerinck adalah yang pertama kali mengisolasi dan menumbuhkan mikroorganisme dari nodul kacang-kacangan pada tahun 1888. Ia menamakannya Bacillus radicicola, yang sekarang ditempatkan dalam Bergey's Manual of Determinative Bacteriology di bawah genus Rhizobium.

Penelitian

Rhizobium membentuk hubungan simbiosis dengan tanaman tertentu seperti kacang-kacangan, memfiksasi nitrogen dari udara menjadi amonia, yang bertindak sebagai pupuk alami untuk tanaman. Penelitian saat ini sedang dilakukan oleh ahli mikrobiologi dari Agricultural Research Service untuk menemukan cara untuk memanfaatkan fiksasi nitrogen Rhizobium. Penelitian ini melibatkan pemetaan genetik dari berbagai spesies rhizobia dengan spesies tanaman simbiotik masing-masing, seperti alfalfa atau kedelai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan produktivitas tanaman tanpa menggunakan pupuk.[2]

Dalam biologi molekuler, Rhizobium juga telah diidentifikasi sebagai pencemar dari kit pereaksi ekstraksi DNA dan sistem air ultra murni, sehingga Rhizobium dapat muncul secara keliru di kumpulan data mikrobiota atau metagenom.[3] Kehadiran bakteri pengikat nitrogen sebagai kontaminan mungkin karena penggunaan gas nitrogen dalam produksi air ultra-murni untuk menghambat pertumbuhan mikrob dalam tangki penyimpanan.[4]

Spesies

Filogeni

Taksonomi yang diterima saat ini berdasarkan List of Prokaryotic names with Standing in Nomenclature (LPSN) [19] dan National Center for Biotechnology Information (NCBI)[20] dan filogeninya berdasarkan LTP rilis 106 berbasis 16S rRNA oleh The All-Species Living Tree Project.[21]

Pranala luar

Referensi

  1. Changing concepts in the systematics of bacterial nitrogen-fixing legume symbionts. J. Gen. Appl. Microbiol. 2003. Vol. 49 (3). hlm. 155–79. doi:10.2323/jgam.49.155.
  2. Marvelous Microbe Collections Accelerate Discoveries To Protect People, Plants—and More!. Agricultural Research. United States Department of Agriculture. January 2010.
  3. S Salter. Reagent contamination can critically impact sequence-based microbiome analyses. 2014.
  4. L Kulakov. Analysis of Bacteria Contaminating Ultrapure Water in Industrial Systems. Applied and Environmental Microbiology. 2002. Vol. 68. hlm. 1548–1555. doi:10.1128/AEM.68.4.1548-1555.2002.
  5. NOTE: This strain was formerly named Blastobacter aggregatus.
  6. NOTE: This species was formerly known as R. leguminosarum sv. phaseoli.
  7. 'Rhizobium gallicum sp. nov. and Rhizobium giardinii sp. nov., from Phaseolus vulgaris nodules. Int. J. Syst. Bacteriol. 1997. Vol. 47 (4). hlm. 996–1006. doi:10.1099/00207713-47-4-996.
  8. NOTE: R. gallicum and R. mongolense are 99.2% identical in their rDNA and may be the same species. It has been proposed by Silva et al. that R. mongolense and R. yanglingense be reclassified as R. gallicum sv. orientale.
  9. 'Rhizobium gallicum sp. nov. and Rhizobium giardinii sp. nov., from Phaseolus vulgaris nodules. Int. J. Syst. Bacteriol. 1997. Vol. 47 (4). hlm. 996–1006. doi:10.1099/00207713-47-4-996.
  10. E. A. Diange. 'Rhizobium halotolerans sp. nov., Isolated from Chloroethylenes Contaminated Soil. Current Microbiology. 2013. Vol. 66 (6). hlm. 599–605. doi:10.1007/s00284-013-0313-x.
  11. NOTE: R. gallicum and R. mongolense are 99.2% identical in their rDNA and may be the same species. It has been proposed by Silva et al. that R. mongolense and R. yanglingense be reclassified as R. gallicum sv. orientale.
  12. Rhizobium pisi sv. trifolii K3.22 harboring nod genes of the Rhizobium leguminosarum sv. trifolii cluster. Syst. Appl. Microbiol. 2013. Vol. 36 (4). hlm. 252–8. doi:10.1016/j.syapm.2013.01.005.
  13. Rhizobium pisi sv. trifolii K3.22 harboring nod genes of the Rhizobium leguminosarum sv. trifolii cluster. Syst. Appl. Microbiol. 2013. Vol. 36 (4). hlm. 252–8. doi:10.1016/j.syapm.2013.01.005.
  14. V. Kesari. 'Rhizobium pongamiae sp. nov. From Root Nodules of Pongamia pinnata. BioMed Research International. 2013. Vol. 2013. hlm. 1–9. doi:10.1155/2013/165198.
  15. Lin Xu. 'Rhizobium qilianshanense sp. nov., a novel species isolated from root nodule of *Oxytropis ochrocephala Bunge in China. Antonie van Leeuwenhoek. 2013. Vol. 103 (3). hlm. 559–565. doi:10.1007/s10482-012-9840-x.
  16. 'Rhizobium tarimense sp. nov. isolated from soil in the ancient Khiyik river of Xinjiang, China. Int. J. Syst. Evol. Microbiol. 2012. Vol. 63 (Pt 7). hlm. 2424–9. doi:10.1099/ijs.0.042176-0.
  17. Fang Wang. 'Rhizobium vallis sp. nov., isolated from nodules of three leguminous species. Int. J. Syst. Evol. Microbiol. 2011. Vol. 61 (11). hlm. 2582–2588. doi:10.1099/ijs.0.026484-0.
  18. NOTE: R. gallicum and R. mongolense are 99.2% identical in their rDNA and may be the same species. It has been proposed by Silva et al. that R. mongolense and R. yanglingense be reclassified as R. gallicum sv. orientale.
  19. J.P. Euzéby. Rhizobium. List of Prokaryotic names with Standing in Nomenclature (LPSN).
  20. Sayers. Rhizobium/Agrobacterium group. National Center for Biotechnology Information (NCBI) taxonomy database.
  21. All-Species Living Tree Project.16S rRNA-based LTP release 106 (full tree). Silva Comprehensive Ribosomal RNA Database.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29580268 (2026-08-15T03:54:25Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.