Lompat ke isi

Rumus enam faktor

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Rumus enam-faktor atau Formula enam-faktor adalah formula yang digunakan dalam rekayasa nuklir untuk menentukan perkalian reaksi berantai dalam medium yang tak terbatas.

Rumus enam-faktor: k=ηfpεPFNLPTNL=kPFNLPTNL[1]
Simbol Nama Arti Rumus Nilai reaktor termal tipikal
η Faktor fisi termal (eta) η=νσfFσaF=νΣfFΣaF 1.65
f Faktor utilisasi termal f=ΣaFΣa 0.71
p Probabilitas resonansi lepas pexp(i=1NNiIr,A,i(ξΣp)mod) 0.87
ε Faktor fisi cepat (epsilon) ε1+1ppufνfPFAFfνtPTAFPTNL 1.02
PFNL Probabilitas non-kebocoran cepat PFNLexp(Bg2τth) 0.97
PTNL Probabilitas non-kebocoran termal PTNL11+Lth2Bg2 0.99

Simbol-simbol tersebut didefinisikan sebagai:[2]

  • ν, νf dan νt adalah jumlah rata-rata neutron yang dihasilkan per fisi dalam medium (2.43 untuk uranium-235).
  • σfF dan σaF masing-masing adalah penampang melintang fisi mikroskopik dan absorpsi untuk bahan bakar.
  • ΣaF and Σa masing-masing adalah total absorpsi penampang melintang makroskopik dalam bahan bakar.
  • ΣfF adalah penampang melintang fisi makroskopik.
  • Ni adalah jumlah kepadatan atom dari nuklida spesifik.
  • Ir,A,i adalah resonansi integral untuk absorpsi dari nuklida spesifik.
    • Ir,A,i=EthE0dEΣpmodΣt(E)σai(E)E
  • ξ adalah perolehan letargi per kejadian penyebaran.
    • Letargi didefinisikan sebagai pengurangan dalam energi neutron.
  • uf (utilisasi cepat) adalah probabilitas dari neutron cepat yang diserap dalam bahan bakar.
  • PFAF adalah probabilitas neutron cepat yang diserap bahan bakar menyebabkan fisi.
  • PTAF adalah probabilitas neutron termal yang diserap bahan bakar menyebabkan fisi.
  • Bg2 adalah lekukan geometrik.
    • Lekukan geometrik adalah ukuran perbedaan antara jumlah neutron yang diproduksi dengan jumlah neutron yang diserap.
  • Lth2 adalah panjang difusi dari neutron termal.
    • Lth2=DΣa,th
  • τth adalah masa usia termal.
    • τ=EthEdE1ED(E)ξ[D(E)Bg2+Σt(E)]
    • τth adalah evaluasi dari τ di mana E adalah energi dari neutron pada saat kemunculannya.

Perkalian

  • Jika ' lebih besar dari 1, reaksi berantai bersifat superkritis dan populasi neutron akan tumbuh secara eksponensial.
  • Jika ' kurang dari 1, reaksi berantai bersifat subkritis dan populasi neutron akan meluruh secara eksponensial.
  • Jika , reaksi berantai bersifat kritis dan populasi neutron akan tetap konstan.

Lihat pula

Referensi

  1. James Duderstadt. Nuclear Reactor Analysis. John Wiley & Sons, Inc. 1976. ISBN 0-471-22363-8.
  2. Marvin L. Adams. Introduction to Nuclear Reactor Theory. Texas A&M University. 2009.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29373098 (2026-06-21T15:46:06Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.