Lompat ke isi

Semburan panas

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Dalam meteorologi, semburan panas atau ledakan panas adalah fenomena atmosfer langka yang ditandai dengan peningkatan suhu udara secara tiba-tiba dan terlokalisasi di dekat permukaan Bumi. Semburan panas biasanya terjadi pada malam hari dan dikaitkan dengan badai petir yang mereda.[1]  Ledakan panas juga ditandai dengan udara yang sangat kering dan terkadang dikaitkan dengan angin yang sangat kencang, bahkan merusak.

Meskipun fenomena ini belum sepenuhnya dipahami, diyakini terjadi ketika hujan menguap (virga) di suatu area udara dingin dan kering di ketinggian atmosfer, sehingga udara menjadi lebih padat daripada sekitarnya.[2]  Area tersebut turun dengan cepat, menghangat karena kompresi, naik di atas tingkat keseimbangannya , dan mencapai permukaan, mirip dengan ledakan.[3]

Suhu yang tercatat selama gelombang panas telah mencapai jauh di atas 40 °C (104 °F), dan terkadang meningkat hingga 10 °C (18 °F) atau lebih hanya dalam beberapa menit.

Lihat pula

Referensi

  1. American Meteorological Society. Glossary of Meteorology. American Meteorological Society. 2000. ISBN 1-878220-34-9.
  2. Oklahoma "heat burst" sends temperatures soaring. USA Today. 1999-07-08.
  3. Jeffrey Johnson. Examination of a Long-Lived Heat Burst Event in the Northern Plains. National Weather Digest. National Weather Association. December 2003. Vol. 27. hlm. 27–34.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28888728 (2026-01-24T16:27:52Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.