Lompat ke isi

Semprotan merica

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
O.C. Spray 140730-M-XZ244-117

Semprotan merica adalah produk gas air mata yang mengandung senyawa kapsaisin sebagai bahan aktif yang mengiritasi mata hingga menimbulkan sensasi terbakar dan nyeri, serta kebutaan sementara. Efek peradangannya menyebabkan mata tertutup, sehingga menghilangkan penglihatan untuk sementara. Kebutaan sementara ini memungkinkan petugas untuk lebih mudah menahan subjek dan memungkinkan orang dalam bahaya untuk membela diri serta mendapat kesempatan untuk melarikan diri. Hal ini juga menimbulkan ketidaknyamanan sementara dan rasa terbakar pada paru-paru yang menyebabkan sesak napas. Semprotan merica digunakan sebagai senjata yang tidak terlalu mematikan dalam kepolisian, pengendalian kerusuhan, pengendalian massa, dan pertahanan diri, termasuk pertahanan terhadap anjing dan beruang.[1][2]

Semprotan merica awalnya dirancang untuk pertahanan terhadap beruang, singa gunung, serigala, dan predator berbahaya lainnya, dan sering disebut dalam bahasa sehari-hari sebagai semprotan beruang.

Kamran Loghman, orang yang mengembangkannya untuk digunakan dalam pengendalian kerusuhan, menulis panduan untuk departemen kepolisian tentang cara penggunaannya. Aturan ini berhasil diterapkan, kecuali untuk penggunaan yang tidak tepat seperti ketika polisi menyemprot pengunjuk rasa damai di Universitas California, Davis pada tahun 2011. Loghman berkomentar, "Saya belum pernah melihat penggunaan bahan kimia yang tidak pantas dan tidak patut seperti ini", mendorong keputusan pengadilan yang sepenuhnya melarang penggunaannya pada orang yang patuh.[3][4][5]

Referensi

  1. Bear Spray Vs. Dogs: How Effective Is It?. Tbotech.com. 2009-07-04.
  2. Pepper Spray. Llrmi.com.
  3. United States Court of Appeals for the Ninth Circuit. 276 F3d 1125 Headwaters Forest Defense and Molly Burton v. The Coun. November 11, 2002. Vol. F3d (276). hlm. 1125.
  4. Katharine Q. Seelye. Pepper Spray's Fallout, From Crowd Control to Mocking Images. The New York Times. November 22, 2011.
  5. Kenny Hemphill. 10 Inventors Who Came to Regret Their Creations. Mental Floss. August 4, 2015.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26071082 (2024-07-21T18:24:22Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.