Lompat ke isi

Sinisisme naif

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Berkas:Naive Cynicism Flow Chart.jpg
Naive Cynicism Flow Chart

Sinisme naif adalah filosofi pikiran, bias kognitif, dan bentuk egoisme psikologis yang terjadi ketika seseorang secara naif menuduh adanya lebih banyak bias egosentris pada orang lain daripada yang sebenarnya terjadi.

Istilah ini secara resmi diusulkan oleh Justin Kruger dan Thomas Gilovich dan telah dipelajari di berbagai konteks termasuk: negosiasi,[1] keanggotaan kelompok,[2] pernikahan,[3] ekonomi,[4] kebijakan pemerintah[5] dan banyak lagi.

Referensi

  1. Chia-Jung Tsay. Naïveté and Cynicism in Negotiations and Other Competitive Contexts. The Academy of Management Annals. 2011. Vol. 5 (1). hlm. 495–518. doi:10.1080/19416520.2011.587283.
  2. Justin Kruger. 'Naive cynicism' in everyday theories of responsibility assessment: On biased assumptions of bias. Journal of Personality and Social Psychology. 1999. Vol. 76 (5). hlm. 743–753. doi:10.1037/0022-3514.76.5.743.
  3. Justin Kruger. 'Naive cynicism' in everyday theories of responsibility assessment: On biased assumptions of bias. Journal of Personality and Social Psychology. 1999. Vol. 76 (5). hlm. 743–753. doi:10.1037/0022-3514.76.5.743.
  4. Joseph Heath. Business ethics without stakeholders. Business Ethics Quarterly. 2006. Vol. 16 (4). hlm. 533–557. doi:10.5840/beq200616448.
  5. Adam Benforado. Naïve Cynicism: Maintaining False Perceptions in Policy Debates. Emory Law Journal. 2008. Vol. 57 (3). hlm. 535.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29583346 (2026-08-15T14:22:10Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.