Lompat ke isi

Siphanta acuta

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Siphanta acuta atau yang dikenal sebagai wereng hijau merupakan hama penyebar (vektor) virus tungro yang menyebabkan penyakit tungro. Wereng jenis ini biasanya menetas pada pelepah daun padi dan akan menetas enam hari kemudian, menyukai cairan daun yang mengakibatkan pengeringan pada daun.

Fase pertumbuhan tanaman yang rentan terhadap serangan wereng hijau adalah dari fase pembibitan sampai pembentukan malai atau anakan. Wereng Hijau memiliki cara menyerang yang hampir sama dengan wereng cokelat, yakni mereka menyukai tanaman yang dipupuk nitrogen dosis tinggi dengan jarak tanam rapat. Seranggga dewasa dan nimfa menetap di bagian pangkal batang padi.

Gejala kerusakan yang ditimbulkan adalah tanaman menjadi kerdil atau kecil, malai yang dihasilkan berkurang dan daun berubah menjadi kuning sampai kuning oranye.

Pengendalian

  • Tindakan pengendalian dilakukan jika sudah terlihat gejala tungro.
  • Pengendalian hayati dengan menggunakan pathogen serangga Beauveria bassiana.
  • Pengendalian dengan cara penyemprotan insektisida yang dianjurkan berbahan aktif, seperti BPMC, Buprofezin, Etofenproks, Imidakloprid, Karbofuran, MIPC atau Tiametoksam.

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28735559 (2025-12-24T19:09:00Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.