Lompat ke isi

Sistem urogenital

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Sistem genitourinaria, atau sistem urogenital, terdiri dari sistem reproduksi dan sistem perkemihan. Kedua sistem ini dikelompokkan bersama pada mamalia berplasenta karena letaknya yang berdekatan, asal-usul embriologis yang sama, serta penggunaan jalur yang sama. Oleh karena itu, pencitraan medis kedua sistem ini terkadang dilakukan secara bersamaan.

Istilah "apparatus urogenitalis" pernah digunakan dalam Nomina Anatomica (di bawah splanchnologia), tetapi tidak digunakan dalam Terminologia Anatomica saat ini.

Perkembangan

Organ urinaria dan reproduksi berkembang dari mesoderm perantara. Organ permanen pada orang dewasa didahului oleh sekumpulan struktur yang bersifat murni embrio dan, dengan pengecualian saluran-salurannya, lenyap hampir seluruhnya sebelum akhir masa janin. Struktur embrio ini terdapat di kedua sisi: pronefros, mesonefros, dan metanefros dari ginjal, serta saluran Wolffian dan saluran Müllerian dari organ kelamin. Pronefros lenyap sangat awal; sebagian besar elemen struktur mesonefros mengalami degenerasi, tetapi gonad berkembang di tempatnya, dengan saluran Wolffian tetap bertahan sebagai saluran pada pria, dan saluran Müllerian sebagai saluran pada wanita. Beberapa tubulus mesonefros membentuk bagian dari ginjal permanen.

Struktur

Uretra

Uretra wanita

Uretra pada wanita dewasa memiliki panjang 3–4 cm. Uretra wanita terletak di antara leher kandung kemih hingga orifisium uretra eksternal dan berada di belakang simfisis pubis. Dinding uretra terdiri dari lapisan epitel dalam, lapisan submukosa yang mengandung pasokan pembuluh darah, lapisan fasia tipis, dan dua lapisan otot polos.

Uretra pria

Uretra pada pria dewasa memiliki panjang 18–20 cm. Uretra ini memiliki diameter 8–9 mm. Uretra pria dibagi menjadi dua bagian.

Gangguan

Gangguan pada sistem urogenital mencakup serangkaian kondisi, mulai dari yang tanpa gejala hingga yang menunjukkan berbagai tanda dan gejala. Penyebab gangguan ini meliputi kelainan bawaan, penyakit infeksi, trauma, atau kondisi yang secara sekunder melibatkan struktur urinaria.

Untuk masuk ke dalam tubuh, patogen dapat menembus membran mukosa yang melapisi saluran urogenital.

Malformasi

Malformasi urogenital meliputi:

Sebagai bidang spesialisasi medis, patologi urogenital adalah subspesialisasi dari patologi bedah yang menangani diagnosis serta karakterisasi penyakit neoplastik dan non-neoplastik pada saluran kemih, saluran reproduksi pria, dan testis. Namun, gangguan medis pada ginjal umumnya berada dalam lingkup keahlian patolog ginjal. Patolog urogenital umumnya bekerja sama erat dengan ahli bedah urologi.

Referensi

Pranala luar


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29543429 (2026-08-09T06:23:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.