Lompat ke isi

Skrotum

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Pada sebagian besar mamalia darat, skrotum (: skrotum atau skrota; kemungkinan berasal dari bahasa Latin scortum, yang berarti "kulit" atau "belulang") atau kantung pelir adalah bagian dari genitalia jantan eksternal yang terletak di pangkal penis. Struktur ini terdiri atas kantung kulit yang memuat fasia spermatika eksterna, testis, epididimis, dan vas deferens. Skrotum biasanya akan mengencang saat terpapar suhu dingin.

Skrotum bersifat homolog dengan labia mayora pada betina.

Struktur

Pada manusia, skrotum adalah kantung dua bilik yang menggantung, terdiri dari kulit dan jaringan otot, serta memuat testis dan bagian bawah funikulus spermatikus. Organ ini terletak di belakang penis dan di atas perineum. Raphe perineum adalah bubungan kulit vertikal kecil yang memanjang dari anus dan melintasi bagian tengah skrotum dari depan ke belakang. Skrotum juga merupakan distensi dari perineum dan membawa serta beberapa jaringan perut ke dalam rongganya, termasuk arteri testikular, vena testikular, dan pleksus pampiniformis.

Persarafan

Suplai darah

Kulit dan kelenjar

Kulit pada skrotum memiliki pigmentasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan bagian tubuh lainnya. Septum merupakan membran jaringan ikat yang membagi skrotum menjadi dua rongga.

Sistem limfatik

Cairan limfa skrotum awalnya mengalir menuju kelenjar getah bening inguinalis superfisialis, yang kemudian mengalir ke kelenjar getah bening inguinalis profunda. Kelenjar getah bening inguinalis profunda menyalurkan isinya ke iliaka komunis, yang pada akhirnya bermuara ke dalam cisterna chyli.


Asimetri

Satu testis lazimnya menggantung lebih rendah daripada yang lain, sebuah kondisi yang diyakini berfungsi untuk menghindari kompresi akibat benturan; pada manusia, testis kiri lazimnya lebih rendah daripada testis kanan. Pandangan alternatif menyatakan bahwa evolusi asimetri penurunan testis bertujuan untuk memungkinkan pendinginan testis yang lebih efektif.

Struktur internal

Jaringan dan organ tambahan berada di dalam skrotum dan dijelaskan secara lebih rinci dalam artikel-artikel berikut:


Perkembangan

Selama minggu kelima setelah pembuahan, pematang genital tumbuh di belakang membran peritoneum. Pada minggu keenam, jaringan seperti benang yang disebut korda seks primer terbentuk di dalam pematang genital yang membesar. Secara eksternal, pembengkakan yang disebut tuberkulum genital muncul di atas membran kloaka.

Sekresi testosteron dimulai selama minggu kedelapan, mencapai tingkat puncak selama minggu ke-13, dan akhirnya menurun ke tingkat yang sangat rendah pada akhir trimester kedua. Testosteron menyebabkan maskulinisasi lipatan labioskrotal menjadi skrotum. Raphe skrotum terbentuk ketika alur uretra embrionik menutup pada minggu ke-12.

Pertumbuhan skrotum dan pubertas

Meskipun testis dan skrotum terbentuk sejak awal kehidupan embrionik, pematangan seksual dimulai saat memasuki masa pubertas. Peningkatan sekresi testosteron menyebabkan penggelapan kulit dan pertumbuhan rambut kemaluan pada skrotum.

Fungsi

Skrotum mengatur suhu testis dan mempertahankannya pada , yakni dua atau tiga derajat di bawah suhu tubuh sebesar . Suhu yang lebih tinggi dapat memengaruhi spermatogenesis. Pengendalian suhu ini dilakukan oleh otot polos skrotum yang menggerakkan testis mendekat ke atau menjauh dari abdomen, bergantung pada suhu lingkungan. Hal ini terlaksana berkat otot kremaster di abdomen dan fasia dartos (jaringan otot di bawah kulit yang membuat skrotum tampak berkerut).

Selama gairah seksual, skrotum juga akan mengencang dan menebal seiring terjadinya ereksi penis.

Letak skrotum dan testis yang berada di luar rongga abdomen dapat memberikan keuntungan tambahan. Skrotum eksternal tidak terpengaruh oleh tekanan abdomen. Hal ini dapat mencegah pengosongan testis sebelum sperma cukup matang untuk pembuahan. Keuntungan lainnya adalah perlindungan testis dari guncangan dan kompresi yang terkait dengan gaya hidup aktif. Skrotum dapat memberikan gesekan tertentu selama sanggama, yang membantu meningkatkan aktivitas seksual tersebut. Skrotum juga dianggap sebagai zona erogen.

Masyarakat dan budaya

Istilah slang umum untuk skrotum meliputi buah zakar, buah pelir, dan kantong buah pelir.

Beberapa pria melakukan penindikan pada kulit skrotum, yang disebut sebagai hafada (misalnya, tangga skrotal). Tindik dari sisi ke sisi atau depan ke belakang yang menembus skrotum dikenal sebagai tindik transkrotal.

Skrotoplasti adalah bedah penentuan ulang seks yang membuat skrotum bagi pria trans menggunakan jaringan dari labia mayora, atau bedah plastik yang memperbaiki maupun merekonstruksi skrotum.

Penyiksaan penis dan testis adalah fetis yang dapat melibatkan pemberian rasa sakit pada skrotum. Di luar konteks fetis, seseorang (terutama pria) mungkin memukul testis orang lain sebagai praktik budaya bergender yang dikenal sebagai memukul kemaluan. Fenomena ini kompleks dan mengandung banyak makna (yang sering kali bertentangan): hal ini digunakan baik untuk memperkuat ikatan inklusif maupun menegaskan hierarki eksklusif, bersifat jenaka sekaligus kekerasan, serta bersifat kekanak-kanakan namun hadir dalam ranah sosial yang didominasi pria di luar masa remaja.

Hewan lain

Skrotum merupakan sinapomorfi dari boreoeutheria. Pada mamalia ini, anus dipisahkan dari skrotum oleh perineum. Testis tetap berada di dalam rongga tubuh pada semua vertebrata lainnya, termasuk hewan-hewan yang memiliki kloaka.

Organ ini telah hilang secara sekunder pada kuda nil, badak, landak susu, tikus tanah, trenggiling, tapir, sejumlah famili kelelawar dan hewan pengerat, paus dan lumba-lumba, serta anjing laut,

Beberapa marsupial jantan memiliki skrotum yang terletak di anterior penis, yang tidak homolog dengan skrotum hewan plasental, meskipun terdapat beberapa spesies marsupial tanpa skrotum eksternal.


Signifikansi klinis

Penyakit dan kondisi

Skrotum beserta isinya dapat mengalami berbagai penyakit dan cedera. Hal ini meliputi:


Lihat pula

Daftar pustaka

Buku

Referensi

Pranala luar


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29317533 (2026-06-06T02:00:32Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.