Lompat ke isi

Soekarja Somadikarta

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Soekarja Somadikarta (lahir 21 April 1930) adalah seorang ahli burung (ornitolog) dan profesor emeritus di Universitas Indonesia. Ia dikenal sebagai pelopor penelitian burung di Indonesia dan disebut sebagai "Bapak Ornitologi Indonesia".

Kehidupan awal

Ia lahir di Bandung, Jawa Barat pada 21 April 1930. Pada usia 15 tahun, ia bergabung dengan Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang menjadi cikal bakal Tentara Nasional Indonesia (TNI). Ia ditetapkan sebagai prajurit berpangkat sersan yang bertugas di daerah Bandung Selatan.

Namun, pengalaman operasi militer membuatnya jatuh sakit dan enggan kembali ke medan perang. Ia mengalami trauma karena terlibat kontak senjata yang menewaskan orang lain. Setelah tidak lagi aktif menjadi prajurit, Soma beralih profesi menjadi tenaga medis di sebuah balai pengobatan yang berlokasi dekat dengan area pertempuran.

Pendidikan

Pendidikan Sekolah Menegah Pertama (SMP) ditempuhnya di SMP Bandung di daerah Perkebunan Teh Kertasari, Bandung Selatan. Pada 1949, ia melanjutkan pendidikannya sebagai mahasiswa jurusan Biologi di Sekolah Lanjutan Tinggi (SLT) Jakarta yang kemudian berubah nama menjadi Universitas Nasional.

Pada 1959, ia mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi doktoralnya di Universitas Bebas Berlin dengan disertasinya tentang pacet.

Karier

Soekarja Somadikarta memulai kariernya sebagai ornitolog pada 1962. Ia ditunjuk sebagai Pejabat Direktur Museum Zoologi Bogor, yang secara internasional dikenal dengan nama Museum Zoologicum Bogoriense (MZB). Dalam pertemuan perdana dengan staf museum, Soma mengarahkan stafnya untuk memilih spesialisasi tertentu. Namun karena tidak ada yang berminat untuk menekuni bidang ornitologi, Soma memutuskan untuk mengambil kajian burung sebagai fokus penelitiannya.

Penghargaan

Soekarja Somadikarta telah menerima berbagai penghargaan nasional dan internasional atas kontribusinya di bidang ilmu burung (ornitologi). Pada 2011, ia mendapatkan penghargaan berupa Habibie Award karena ia telah memenuhi kriteria pada penghargaan tersebut. Pada 2006, ia terpilih menjadi Presiden Kehormatan International Ornithological Congress yang diselenggarakan di Brasil. Ia juga tercatat sebagai anggota kehormatan British Ornithologists’ Union tahun 1992, yang hanya terdiri dari 20 orang saat pengangkatan dirinya.

Selain itu, pada 1997 para peneliti Universitas Indonesia menamai spesies burung baru di Kepulauan Togean, Sulawesi Tengah dengan namanya, Zosterops somadikartai.

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28893754 (2026-01-26T06:15:13Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.