Lompat ke isi

Sri Fatmawati (ilmuwan)

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Sri Fatmawati adalah seorang ilmuwan kimia asal Indonesia yang dikenal atas kontribusinya dalam bidang kimia bahan alam, kimia medisinal, dan pengembangan sains berbasis komunitas. Ia merupakan dosen di Departemen Kimia, Fakultas Sains dan Analitika Data, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya (ITS) dan menjabat sebagai Direktur Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) di Humbang Hasundutan, Sumatra Utara. Ia dikenal sebagai seorang ahli kimia yang telah memenangkan beberapa penghargaan atas keaktifannya dalam penelitian.

Pendidikan dan Karier

Sri Fatmawati merupakan lulusan Kimia ITS Surabaya angkatan 1998. Selesai studi S1, ia menikah dengan Adi Setyo Purnomo yang sama-sama lulusan Kimia ITS Surabaya dan menyelesaikan studi S1 bersamaan dengannya. Keduanya langsung melanjutkan studi setelah menikah melalui beasiswa studi S2 dan S3 di Jepang dan memperoleh gelar M.Sc dan Ph.D dari Universitas Kyushu, Jepang. Ia kemudian bergabung sebagai staf pengajar di Departemen Kimia ITS, di mana ia mengajar dan membimbing penelitian di bidang kimia organik, metabolit sekunder, dan pengembangan obat herbal.

Selain mengajar, ia aktif memimpin berbagai penelitian yang berfokus pada eksplorasi tanaman obat Indonesia untuk penemuan kandidat obat baru, termasuk senyawa antikanker, antidiabetes, dan imunomodulator.

Kepemimpinan dan Inovasi

Sebagai Direktur TSTH2 (Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura), ia mengembangkan pusat riset herbal, hortikultura, dan konservasi kemenyan, serta memimpin “Ekspedisi Peradaban Kemenyan Sumatera” sebuah inisiatif ilmiah, budaya, dan ekologis untuk menelusuri peran kemenyan dalam peradaban lokal dan global serta bersama-sama menggali potensinya dan mengembangkannya sebagai upaya hilirisasi produk kemenyan nasional. Tak hanya itu, ia merupakan founder dan President OWSD (Organization for Women in Science for the Developing World) Indonesia National Chapter. Organisasi ini memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kontribusi para perempuan peneliti yang berkarya di Dunia. Di tengah keterbatasan sumber daya, tantangan infrastruktur, serta hambatan geografis, mereka tetap berkomitmen menghasilkan pengetahuan, inovasi, serta pemberdayaan masyarakat.

Penghargaan

Fatmawati telah meraih lebih dari 30 penghargaan, seperti penghargaan internasional yang diselenggarakan oleh L'Oreal dengan badan pendidikan PBB, UNESCO. Penelitian tentang spons, spesies laut, yang memungkinkan untuk digunakan sebagai senyawa obat mengantarkannya meraih International Rising Talents - Fellowships L'Oreal-UNESCO for Women in Science pada tahun 2013. Risetnya berlanjut di Prancis. Dengan menggunakan teknologi canggih, ia dilatih untuk memisahkan dan menentukan struktur metabolit alami yang berasal dari spesies spons yang berbeda. Di samping itu, Fatmawati melakukan penelitian pascasarjana di Indonesia maupun Jepang, berfokus pada analisis potensi medis dari zat-zat alami dalam tumbuhan dan jamur, terutama untuk pengobatan herbal.

Fatmawati menjadi salah satu dari 100 ilmuwan dalam daftar Asian Scientist 2024. Karyanya mengenai pengobatan herbal memperoleh beberapa penghargaan lainnya, termasuk Elseiver Foundation Award for Early-Career Women Scientist pada tahun 2016 dan Timmerman Award pada tahun 2021.

Tahun 2024, Fatmawati meraih penghargaan internasional, yaitu Grassroots Science Advice Promotion Awards 2024 diselenggarakan oleh INGSA-Asia. Pada penghargaan ini, Fatmawati membawa projek berjudul Memberdayakan Perempuan Indonesia dalam Ilmu Pengetahuan untuk Memengaruhi Kebijakan. Tujuan projek tersebut adalah meningkatkan kesadaran perempuan mengenai peran mereka dalam kebijakan ilmu pengetahuan serta mendorong keberlanjutan program-program berbasis sains di tingkat akar rumput. Fatmawati juga ilmuwan pertama dari Asia yang memperoleh penghargaan global di bidang Natural Product Dr. Willmar Schwabe Award.

Aktivitas Internasional

Sri Fatmawati adalah anggota Global Young Academy (GYA) dan pernah menjabat di Komite Eksekutif organisasi tersebut selamat 3 periode. Ia aktif menjalin kolaborasi internasional, termasuk dengan The World Academy of Sciences (TWAS) dan OWSD (Organization for Women in Science for the Developing World), universitas-universitas di Indonesia, Kyushu University, Tokyo University, NTU Singapore, Massachusetts Institute of Technology, Harvard University, dan lembaga internasional lain.

Kontribusi Sosial

Di luar akademik, Sri Fatmawati adalah seorang ilmuwan yang menggabungkan penelitian dengan aksi nyata di masyarakat. Ia menggerakkan para petani herbal di kaki Gunung Kelud, Kediri, Jawa Timur, melalui pendampingan berbasis sains untuk meningkatkan kualitas dan nilai ekonomi tanaman herbal lokal.

Komitmennya dalam mempromosikan kesehatan berbasis herbal diwujudkan melalui edukasi generasi muda. Fatmawati aktif mengenalkan sains jamu dan tanaman obat kepada siswa SD, SMP, dan SMA di Surabaya, menanamkan kebanggaan terhadap warisan pengobatan tradisional Indonesia.

Perjalanan pengabdiannya menjangkau pelosok Nusantara. Ia mengajar anak-anak di pedalaman Flores, dan Alor (NTT), membawa pengalaman belajar sains yang menyenangkan dan inspiratif. Dedikasinya juga melintasi batas negara — ia pernah terlibat aktif membantu pemberdayaan masyarakat di Sarawak dan Sabah (Malaysia), serta di Chiang Mai (Thailand).

Melalui kiprahnya, Sri Fatmawati menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan bukan hanya milik akademisi, tetapi dapat menjadi jembatan antara inovasi, kearifan lokal, dan pemberdayaan masyarakat lintas generasi dan lintas negara.

Pranala luar

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28919708 (2026-02-02T09:52:51Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.