Lompat ke isi

Stres oksidatif

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Free Radical Toxicity

Stres oksidatif adalah keadaan di mana jumlah radikal bebas di dalam tubuh melebihi kapasitas tubuh untuk menetralkannya. Akibatnya intensitas proses oksidasi sel-sel tubuh normal menjadi semakin tinggi dan menimbulkan kerusakan yang lebih banyak. Literatur medis membuktikan bahwa stres oksidatif adalah penyebab utama penuaan dini dan timbulnya penyakit kronis seperti kanker, penyakit jantung, alzheimer, dan lain-lain. Stres oksidatif dapat dicegah dan dikurangi dengan asupan antioksidan yang cukup dan optimal ke dalam tubuh.

Transformasi protein yang terjadi akibat stres oksidatif dapat mengakibatkan disfungsi protein, kerusakan jaringan dan berkembangnya berbagai jenis penyakit.[1] Beberapa senyawa organik yang umumnya menyebabkan stres oksidatif, dihasilkan oleh reaksi oksidasi berbagai jenis asam lemak tidak jenuh (PUFA), antara lain senyawa dengan gugus karbonil tak jenuh jenis alfa, beta seperti 4-hydroxy-2-nonenal (HNE), 4-oxo-2-nonenal (ONE), dan akrolein. Senyawa dari golongan aldehida ini dapat menyebabkan adduct intramolekular atau intermolekular terhadap protein. Beberapa studi spektroskopi massa yang mengamati reaksi pada protein yang terpapar oleh aldehida murni atau PUFA yang ter-peroksidasi menunjukkan bahwa pada awal paparan terjadi Michael dan Schiff adduct, tetapi hanya Michael adduct yang terjadi antara residu Cys dan His, dengan senyawa turunan HNE dan ONE, yang dapat bertahan terhadap reaksi proteolisis. Variasi produk adduct yang lain akan mengalami transformasi melalui berbagai proses seperti tautomerisasi, oksidasi, siklisasi, dehidrasi, dan terkadang juga kondensasi dengan molekul aldehida yang lain, hingga terbentuk senyawa advanced lipoxidation end products (ALE) yang stabil.

Pranala luar

Referensi

  1. Protein adducts generated from products of lipid oxidation: focus on HNE and one. Department of Chemistry, Case Western Reserve University; Sayre LM, Lin D, Yuan Q, Zhu X, Tang X.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28081864 (2025-10-17T20:11:33Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Referensi Publikasi Unggulan Terkait Oxidative Stress

  1. 2020 · International Journal of Public Health Science · 80 sitasi · Akses terbuka
  2. 2023 · Medicinski Glasnik · 13 sitasi · Akses terbuka · Q3 · SCImago 2023
  3. 2021 · Journal of Kerman University of Medical Sciences · 12 sitasi · Q4 · SCImago 2021
  4. 2025 · Medicinski Glasnik · 9 sitasi · Akses terbuka · Q3 · SCImago 2025
  5. 2021 · Pharmacognosy Journal · 8 sitasi · Akses terbuka · Q3 · SCImago 2021
  6. 2023 · Tropical Journal of Natural Product Research · 7 sitasi · Akses terbuka · Q3 · SCImago 2023
  7. 2024 · Trends in Sciences · 6 sitasi · Akses terbuka · Q2 · SCImago 2024
  8. 2022 · Bangladesh Journal of Medical Science · 5 sitasi · Akses terbuka · Q4 · SCImago 2022
  9. 2024 · Trends in Sciences · 4 sitasi · Akses terbuka · Q2 · SCImago 2024
  10. 2022 · Pharmacognosy Journal · 4 sitasi · Akses terbuka · Q3 · SCImago 2022

Peneliti Unissula dengan Publikasi Terkait Oxidative Stress Terbanyak

  1. Prof. Dr. dr. H. Agung Putra, M.Si.Med . 8 Publikasi
  2. Prof. Dr. Siti Thomas Zulaikhah, SKM., M.Kes . 7 Publikasi
  3. Dr. dr. Setyo Trisnadi, S.H., Sp.KF., MH . 6 Publikasi
  4. Dr. dr. Hj. Danis Pertiwi, M.Si., Med., Sp.PK . 4 Publikasi
  5. Prof. Dr. Dra. apt. Atina Hussaana, M.Si. . 4 Publikasi
  6. Azizah Hikma Safitri, S.Si., M.Si . 3 Publikasi
  7. Dr. dr. Eko Setiawan, Sp.B . 3 Publikasi
  8. Dr. dr. Hj. Chodidjah, M.Kes, PA . 3 Publikasi
  9. dr. Nurina Tyagita, M.Biomed . 3 Publikasi
  10. Prof. Dr. Ir. Titiek Sumarawati, M.Kes . 3 Publikasi
Sumber: Scholar Unissula. Data diperbarui 30 Agustus 2026, 11:56 WIB. Data sitasi dan metadata publikasi mengikuti snapshot Scholar Unissula pada waktu pembaruan.