Taksonomi ekonomi
Taksonomi ekonomi adalah penggolongan kegiatan ekonomi, yang mencakup produk, perusahaan, dan industri. Beberapa ahli percaya bahwa studi kebijakan ekonomi bergantung pada penggunaan sistem taksonomi/pengklasifikasian.[1]
Klasifikasi industri
Klasifikasi industri dikelompokkan berdasarkan jangkauan geografis.
Taksonomi statistik resmi
Contohnya ada International Standard Industrial Classification yang dicetuskan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Lembaga statistik nasional dan internasional menggunakan berbagai skema klasifikasi sektor untuk meringkas data tentang situasi ekonomi.[2] Analis pasar modal menggunakan pengelompokan tersebut untuk melacak faktor-faktor umum yang memengaruhi kelompok perusahaan, membandingkan kinerja perusahaan dengan indikator pesaing, serta membentuk portofolio khusus atau terdiversifikasi.
Klasifikasi sektor standar internasional (ISIC) digunakan sebagai dasar untuk membuat taksonomi regional:[3]
- Amerika Utara[4]
- Sistem Klasifikasi Industri Amerika Utara (NAICS)
- Klasifikasi Industri Standar AS (SIC)
- Eropa
- Klasifikasi Statistik Jenis Kegiatan Ekonomi di Komunitas Eropa (NACE)
- Klasifikasi Industri Standar Jenis Kegiatan Ekonomi Britania Raya
- Sistem Klasifikasi Jenis Kegiatan Ekonomi Seluruh Rusia (OKVED)
Kode APE (aktivitas utama yang dilakukan) diberikan oleh INSEE kepada setiap perusahaan dan lembaga sesuai dengan aktivitas utama mereka berdasarkan Klasifikasi Jenis Kegiatan Prancis (NAF).[5]
Kegiatan ekonomi dapat diklasifikasikan dengan berbagai cara. Pada tingkat tertinggi, kegiatan tersebut sering diklasifikasikan sesuai teori tiga sektor: primer (eksploitasi sumber daya alam dan pertanian), sekunder (industri pengolahan), dan tersier (jasa).[6][7][8] Beberapa penulis menambahkan sektor kuartener (pengetahuan)[9] atau bahkan kuinter (budaya dan penelitian).[10] Seiring waktu, proporsi aktivitas masyarakat dalam setiap sektor berubah.
Di bawah sektor ekonomi, disajikan klasifikasi yang lebih rinci. Klasifikasi ini biasanya membagi jenis kegiatan ekonomi ke dalam sektor sesuai dengan fungsi dan pasar yang serupa, serta membedakan perusahaan yang memproduksi produk terkait. Klasifikasi jenis kegiatan dan produk ini awalnya dikembangkan untuk mempermudah pengorganisasian informasi ekonomi dan sosial. Tujuan utamanya adalah statistik dan bertujuan untuk mengklasifikasikan berbagai jenis kegiatan ekonomi satu sama lain.
Taksonomi kepemilikan
Taksonomi kepemilikan biasanya diterapkan di jasa keuangan yang berkaitan dengan investasi kendaraan dan untuk membentuk indeks pasar saham sektorial.
Contohnya ada Global Industry Classification Standard (en) yang disingkat GICS.
Taksonomi produk
Bentuk taksonomi lain
Klasifikasi yang lain termasuk merek dagang, pekerjaan, paten, publikasi sektor ekonomi, standar, dan bidang lainnya yang dapat disesuaikan.
Lihat pula
Referensi
- ↑ A. C. L. Day. The Taxonomic Approach to the Study of Economic Policies. The American Economic Review. 1955. Vol. 45 (1). hlm. 64–78.
- ↑ UNSD — ISIC. unstats.un.org.
- ↑ Common Framework Of Sustainable Finance Taxonomies. www.unepfi.org.
- ↑ NAICS Code & SIC Identification Tools. www.naics.com.
- ↑ Code NAF APE. datapult.ai.
- ↑ Classification of Economic activity. unacademy.com.
- ↑ What is Primary Economic Activity?. studyfinance.com.
- ↑ Do you think the classification of economic activities into. www.knowledgeboat.com.
- ↑ What Is an Economic Sector and How Do the 4 Main Types Work?. www.investopedia.com.
- ↑ Classify and describe each type of economic activities?. www.krayonnz.com.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28673299 (2025-12-07T17:49:53Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.