Tali angguk
Pada perahu layar, sebuah tali pengangguk atau bubutan adalah sepotong standing rig yang membuat tiang tidak jatuh ke belakang. Ia terpasang baik di bagian paling atas tiang, atau di rig fraksional antara sekitar 1/8 dan 1/4 dari bagian atas tiang. Ujung tali pengangguk lainnya menempel pada haluan kapal.[1][2]
Sering kali layar dilekatkan pada tali pengangguk. Layar ini mungkin sebuah jib atau sebuah genoa.[3][4] Pada sistem layar cutter, jibnya diterbangkan dari bubutan di depan tali pengangguk, mungkin pergi dari kepala layar ke sebuah tiang cucur. Layar di tali pengangguk kemudian disebut sebagai staysail (layar bubutan) atau stays'l.
Tali pengangguk dapat dibuat dari kawat baja stainless pada kapal pesiar modern, batang baja stainless padat, batang karbon, atau polietilen dengan berat molekul sangat tinggi (seperti Spectra atau Dyneema) pada perahu balap berperforma tinggi, dan kawat galvanis atau serat alami pada cutter yang lebih tua atau kapal yang bersistem layar persegi.[5]
Lihat pula
Pranala luar
Referensi
- ↑ Richard O. Claus. Smart Structures and Materials: Sensory phenomena and measurement instrumentation for smart structures and materials. SPIE. 2000.
- ↑ Bo Streiffert. Modern Boat Maintenance: The Complete Fiberglass Boat Manual. Sheridan House. September 1994. hlm. 80–. ISBN 978-0-924486-71-5.
- ↑ Jeremy Evans. The Sailing Bible: The Complete Guide for All Sailors from Novice to Experienced Skipper. A&C Black. March 2009. hlm. 185–. ISBN 978-1-4081-0249-7.
- ↑ Bob Bond. The Handbook of Sailing. Knopf. 1992. hlm. 51–. ISBN 978-0-679-74063-6.
- ↑ Roger Barnes. The Dinghy Cruising Companion: Tales and Advice from Sailing a Small Open Boat. A&C Black. 2 January 2014. hlm. 45–. ISBN 978-1-4081-8027-3.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27509108 (2025-07-07T14:18:16Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.