Lompat ke isi

Teorema Thales

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Thales' Theorem Simple

Dalam geometri, teorema Thales menyatakan bahwa jika A, B, dan C merupakan titik-titik berbeda pada suatu lingkaran dengan garis AC sebagai diameter, maka sudut ABC merupakan sudut siku-siku. Teorema Thales merupakan kasus khusus dari teorema sudut keliling dan disebut dan dibuktikan sebagai bagian dari proposisi ke-31 pada buku ketiga Euklides, Elements.[1] Teorema ini umumnya diatributkan untuk Thales, tetapi terkadang teorema ini diatributkan untuk Phytagoras.

Bukti

Bukti pertama

Pada pembuktian ini, akan digunakan dua informasi berikut:

  1. Besar sudut dari suatu segitiga sama dengan 180°.
  2. Kedua sudut pada alas dari segitiga sama kaki bernilai sama.

Oleh karena OA, OB, dan OC sama-sama merupakan jari-jari lingkaran, maka diperoleh relasi OA=OB=OC Akibatnya, ΔAOB dan ΔBOC merupakan segitiga sama kaki, sehingga diperoleh OAB=OBA dan OBC=OCB.

Misalkan OAB=α dan OBC=β, maka ketiga sudut dari ΔABC adalah α, α+β, dan β. Dikarenakan total sudut pada segitiga itu sama dengan 180, maka α+(α+β)+β=1802α+2β=1802(α+β)=180α+β=90 sehingga terbukti bahwa ABC merupakan sudut siku-siku.

Bukti kedua

Teorema Thales juga dapat dibuktikan menggunakan trigonometri. Misalkan O=(0,0), A=(1,0), dan C=(1,0), maka B merupakan titik pada lingkaran satuan dengan koordinat B=(cosθ,sinθ). Akan ditunjukkan bahwa ΔABC membentuk sudut siku-siku dengan membuktikan bahwa garis AB dan BC saling tegak lurus — yaitu, hasil kali dari kemiringannya sama dengan -1. Pertama, akan dicari kemiringan dari garis AB dan BC sebagai berikut: mAB=yByAxBxA=sinθcosθ+1mBC=yCyBxCxB=sinθcosθ+1 Dengan menggunakan identitas Pythagoras (yaitu sin2θ+cos2θ=1), maka didapatkan mABmBC=sinθcosθ+1sinθcosθ+1=sin2θcos2θ+1=sin2θsin2θ=1 sehingga terbukti mAB membentuk sudut siku-siku dengan mBC.

Bukti ketiga

Misalkan ΔABC adalah segitiga dalam lingkaran, dengan AB sebagai diameter lingkarannya. Konstuksikan ΔABD dengan mencerminkan ΔABC terhadap garis AB, kemudian mencerminkan hasilnya lagi terhadap garis yang tegak lurus dengan garis AB serta melewati titik pusat lingkarannya. Perhatikan bahwa garis AC sejajar dengan garis BD, dan garis AD sejajar dengan garis BC, sehingga bangun segi empat ABCD ialah jajar genjang. Oleh karena kedua garis diagonal dari jajar genjang ABCD juga merupakan diameter lingkaran, maka garis AB CD memiliki panjang yang sama, sehingga jajar genjang ABCD merupakan persegi panjang. Akibatnya, terbukti bahwa sudut ACB merupakan sudut siku-siku.

Konvers

Untuk setiap segitiga (termasuk setiap segitiga siku-siku), terdapat tepat satu lingkaran yang melewati semua titik sudut segitiganya. Lingkaran tersebut dikenal sebagai lingkaran luar segitiga.

Diberikan sembarang dua titik yang berbeda. Lokus dari titik-titik yang berjarak sama dari kedua titik tersebut ialah garis lurus yang dikenal sebagai garis sumbu dari garis yang menghubungkan kedua titik tersebut. Garis-garis sumbu dari sembarang dua sisi pada segitiga berpotongan pada tepat satu titik. Titik tersebut haruslah berjarak sama dari ketiga titik sudut segitiganya.

Salah satu cara untuk merumuskan teorema Thales ialah: jika titik pusat dari lingkaran luar segitiganya berada pada keliling segitiganya, maka segitiganya merupakan segitiga siku-siku, dan titik pusat dari lingkaran luarnya berada pada hipotenusa segitiganya.

Berdasarkan paragraf sebelumnya, maka konvers dari teorema Thales ialah: titik pusat dari lingkaran luar segitiga siku-siku terletak pada hipotenusa segitiganya. Secara ekuivalen, hipotenusa segitiga siku-sikunya ialah diameter dari lingkaran luarnya.

Bukti pertama

Bukti ini melibatkan proses melengkapkan segitiga siku-sikunya sehingga membentuk persegi panjang dan memperhatikan bahwa titik tengah dari persegi panjang tersebut berjarak sama dari titik-titik sudutnya, dan begitu juga titik pusat dari lingkaran luar segitiganya. Pembuktian ini menggunakan dua informasi berikut:

  1. Sudut yang bersebelahan pada suatu jajar genjang merupakan sudut suplemen (sudut pelurus, yaitu dua sudut yang hasil jumlahnya sama dengan 180°)
  2. Kedua diagonal dari suatu persegi panjang memiliki panjang yang sama dan saling berpotongan pada titik tengahnya.

Diberikan segitiga ABC, dengan ABC=90. Misalkan LA adalah garis yang melewati titik A dan sejajar dengan BC, LC adalah garis yang melewati titik C dan sejajar dengan AB, dan D adalah perpotongan garis LA dan LC. Titik D belum dibuktikan terletak pada lingkaran luar segitiganya.

Perhatikan bahwa segi empat ABCD merupakan jajar genjang, sebab berdasarkan informasi yang diberikan, sisi-sisi yang berhadapan saling sejajar. Oleh karena sudut yang bersebelahan pada jajar genjang merupakan sudut yang saling berpelurus dan ABC=90, maka BAD=90BCD=90ADC=90 sehingga ABCD merupakan persegi panjang.

Misalkan O menyatakan titik potong antara diagonal AC dan BD. Akibatnya, titik O berjarak sama dari titik A, B, dan C, sehingga O merupakan titik pusat dari lingkaran luar segitiganya, dan hipotenusa segitiganya (yaitu AC merupakan diameter dari lingkaran luar segitiganya.

Bukti kedua

Bukti ini menggunakan dua informasi berikut:

  1. Dua garis membentuk sudut siku-siku jika dan hanya jika darab bintik dari kedua vektor arahnya bernilai nol
  2. Kuadrat dari panjang vektor merupakan darab bintik vektor tersebut dengan dirinya sendiri.

Diberikan segitiga ABC, dengan ABC=90. Misalkan L menyatakan lingkaran dengan sisi AC sebagai diameternya. Tanpa mengurangi keumuman, diasumsikan titik pusat L berada pada titik asal. Akibatnya,

  1. A=C
  2. (AB)(BC)=0, sebab ABC merupakan sudut siku-siku

sehingga 0=(AB)(BC)=(AB)(B+A)=AB+AABABB=A2B2A2=B2A=B

Hal ini berarti titik A dan B berjarak sama dari titik asal, yaitu titik pusat dari L. Oleh karena titik A terletak pada L, maka titik B juga terletak pada L, sehingga L merupakan lingkaran luar segitiga ABC.

Perhitungan di atas membuktikan bahwa kedua arah dari teorema Thales berlaku untuk sembarang ruang hasil-kali dalam.

Perumuman dan hasil-hasil yang berhubungan

Seperti yang telah disebutkan pada paragraf di awal, teorema Thales merupakan kasus khusus dari teorema sudut keliling :

Diberikan tiga titik A, B, dan C pada lingkaran dengan titik pusat P, maka sudut APC sama dengan dua kalinya sudut ABC

Hasil yang berkaitan dengan teorema Thales adalah sebagai berikut:

Diberikan tiga titik A, B, dan C. Dikonstruksikan lingkaran L dengan AC sebagai diameternya.
  1. Jika B berada di luar L, maka ABC<90
  2. Jika B berada pada L, maka ABC=90
  3. Jika B berada di dalam L, maka ABC<90

Penerapan

Mengonstruksikan garis singgung lingkaran melalui suatu titik

Teorema Thaless dapat digunakan untuk mengonstruksikan garis singgung lingkaran yang melewati suatu titik yang diberikan. Pada gambar di kanan, diberikan lingkaran k dengan titik pusat O dan titik P berada di luar k. Bagi dua garis OP di titik H dan konstruksikan lingkaran l dengan jari-jari OH dan titik pusat H. Misalkan T dan T menyatakan titik-titik perpotongan lingkaran k dan l. Oleh karena OP merupakan diameter lingkaran l, maka OTP merupakan sudut siku-siku, sehingga garis TP merupakan garis singgung lingkaran k yang melewati titik P.

Mencari titik pusat lingkaran

Teorema Thales juga dapat digunakan untuk mencari titik pusat lingkaran menggunakan suatu objek dengan sudut siku-siku, seperti penggaris segitiga siku-siku atau selembar kertas persegi panjang dengan ukuran yang lebih besar dari ukuran lingkarannya.[2]

  1. Sudut siku-sikunya ditempatkan pada keliling lingkarannya.
  2. Perpotongan kedua sisi objeknya dengan lingkarannya merupakan diameter dari lingkarannya.
  3. Ulangi kedua langkah sebelumnya untuk mendapatkan diameter lainnya. Perpotongan diameter-diameter ini merupakan titik pusat lingkarannya.

Lihat juga

Catatan

Pranala luar

Referensi

  1. Thomas L. Heath. The Thirteen Books of Euclid's Elements. Dover. 1956. Vol. 2 (Books 3–9). hlm. 61. ISBN 0486600890. Semula diterbitkan oleh Cambridge University Press. Edisi pertama tahun 1908, edisi kedua tahun 1926.
  2. Colin Foster. Resources for Teaching Mathematics: 14–16. hlm. 183. ISBN 9780826436030.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29427781 (2026-07-07T06:39:39Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.