Lompat ke isi

Teori perdamaian demokratik

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Bundesarchiv B 145 Bild-F015892-0010, Bonn, Konrad Adenauer und Charles de Gaulle

Teori perdamaian demokratik adalah salah satu dari teori Hubungan Internasional yang menyatakan bahwa negara dengan sistem demokrasi tidak akan berperang melawan negara demokrasi lainnya.

Menurut pendukung teori perdamaian demokratik, terdapat beberapa faktor yang dianggap mendorong perdamaian di antara negara-negara demokrasi:

  • Pemimpin demokratik dianggap bertanggung jawab atas mulainya perang oleh rakyat selaku pemegang kedaulatan;
  • Pemimpin demokratik yang bertanggung jawab kepada publik cenderung memanfaatkan institusi diplomatik untuk menyelesaikan masalah dengan negara lain;
  • Negara demokrasi cenderung tidak memandang negara demokrasi lain sebagai negara yang bermusuhan;
  • Negara-negara demokratis biasanya lebih kaya dari negara lain, sehingga enggan berperang demi menjaga infrastruktur dan sumber daya.

Asas-asas dasar teori ini pertama kali diajukan oleh Immanuel Kant pada tahun 1700-an. Dalam esainya Perpetual Peace yang ditulis pada tahun 1795, Kant berargumen bahwa sebagian besar rakyat tidak akan pernah memilih untuk berperang, kecuali untuk mempertahankan diri, karena mereka yang akan menanggung beban perang tersebut. Maka dari itu, apabila semua negara menjadi demokratis, rakyat selaku pemegang kedaulatan tidak akan memilih untuk berperang, sehingga pada akhirnya perang akan berakhir.

Namun, teori ini juga menuai kritik karena dianggap menyalahartikan korelasi sebagai sebab-akibat. Selain itu, definisi akademis "demokrasi" dan "perang" dapat diubah agar seolah terdapat tren tertentu.

Teori terkait

Perdamaian Eropa

Ada perdebatan sengit mengenai apakah tidak adanya perang umum besar di Eropa sejak 1945 diakibatkan oleh kerja sama dan integrasi negara-negara Eropa yang liberal-demokratis (seperti yang terjadi di Uni Eropa atau kerja sama Prancis-Jerman), penegakan perdamaian akibat campur tangan Uni Soviet dan Amerika Serikat sampai 1989 dan Amerika Serikat lagi setelahnya,[1] atau campuran keduanya.[2]

Perdebatan mengenai TPD mendapat perhatian masyarakat setelah Hadiah Nobel Perdamaian 2012 dianugerahkan kepada Uni Eropa atas perannya dalam menciptakan perdamaian di Eropa.[3]

Lihat pula

Sumber

  • Archibugi, Daniele. The Global Commonwealth of Citizens. Toward Cosmopolitan Democracy, Princeton University Press, Princeton 2008.
  • Babst, Dean V. "Elective Governments—A Force For Peace." The Wisconsin Sociologist 3 (1, 1964): 9–14.
  • Babst, Dean V.. "A Force For Peace." Industrial Research (April 1972): 55–58.
  • .
  • Link failed 22 January 2006.
  • Brown, Michael E., Sean M. Lynn-Jones, and Steven E. Miller. Debating the Democratic Peace. Cambridge, MA: MIT Press, 1996. ISBN 0-262-52213-6.
  • Davenport, Christian. 2007. "State Repression and the Domestic Democratic Peace." New York: Cambridge University Press.
  • Davoodi, Schoresch & Sow, Adama: Democracy and Peace in Zimbabwe in: EPU Research Papers: Issue 12/08, Stadtschlaining 2008
  • Ish-Shalom, Piki. (2013) Democratic Peace: A Political Biography (University of Michigan Press; 2013) 280 pages
  • Doyle, Michael W. Ways of War and Peace. New York: W.W. Norton, 1997. ISBN 0-393-96947-9.
  • Gartzke, Erik. (2007). "The Capitalist Peace". American Journal of Political Science 51(1):166–191.
  • Gleditsch, Nils P. (1995). "Geography, democracy and peace". International Interactions 20:297–314
  • Gowa, Joanne. Ballots and Bullets: The Elusive Democratic Peace. Princeton: Princeton University Press, 1999. ISBN 0-691-07022-9.
  • Haas, Michael (2007). "Deconstructing the Democratic Peace." In Deconstructing International Relations Theory, ed. Michael Haas, pp. 127–148. New York: Norton.
  • Hardt, Michael and Negri, Antonio. Empire. Harvard University Press, Cambridge (MA), 2000. ISBN 0-674-00671-2.
  • Hegre, Havard. 2000. “Development and the Liberal Peace: What does it Take to Be a Trading State?” Journal of Peace Research 37 (January 1):5–30.
  • Henderson, Errol. (2002). Democracy and War, the End of an Illusion? Boulder: Lynne Reiner.
  • Hook, Steven W., ed. Democratic Peace in Theory and Practice (Kent State University Press; 2010) 320 pages
  • Huth, Paul K., et al. The Democratic Peace and Territorial Conflict in the Twentieth Century. Cambridge University Press: 2003. ISBN 0-521-80508-2.
  • Lipson, Charles. Reliable Partners: How Democracies Have Made a Separate Peace. Princeton University Press: 2003. ISBN 0-691-11390-4.
  • Page Fortna, Virginia (2004): Peace time: cease-fire agreements and the durability of peace. Princeton, NJ: Princeton University Press.
  • Russett, Bruce &; Oneal, John R. (2001) Triangulating Peace: Democracy, Interdependence, and International Organizations. W. W. Norton & Company. ISBN 0-393-97684-X.

Pranala luar

Mendukung
Menentang

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29587535 (2026-08-16T09:07:49Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.