Lompat ke isi

Terminasi pada kehamilan tahap akhir

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Terminasi kehamilan tahap akhir, juga disebut sebagai aborsi trimester ketiga, mendeskripsikan terminasi atau penghentian kehamilan dengan aborsi pada tahap akhir kehamilan. Dalam konteks ini, Tidak ada definisi keterlambatan yang pasti, publikasi - publikasi akademis pun menetapkan usia kehamilan yang berbeda-beda. Paa 2015 di Amerika Serikat, lebih dari 90% aborsi terjadi sebelum minggu ke-13, sementara 1,3% aborsi nya terjadi setelah minggu ke-21, dan kurang dari 1% terjadi setelah 24 minggu.

Alasan-alasan terminasi kehamilan tahap akhir mencakup keadaan yang beresiko bagi kesehatan wanita yang hamil atau ketika berpotensi terjadi cacat lahir, seperti ketika terdeteksi kelainan janin yang mematikan.

Pengertian

Terminasi Kehamilan Tahap Akhir merupakan pengakhiran kehamilan yang disengajakan setelah minggu ke-20 kehamilan, yakni pascausia janin (usia berdasar waktu sejak pembuahan) sekitar 18 minggu. Namun, waktu pasti kapan aborsi dianggap pada tahap akhir tidak didefinisikan pasti. Pada tiga artikel yang terbit pada tahun 1998 dalam isu yang sama dari Journal of American Medical Association (JAMA), dua artikel memilih usia kehamilan ke-20 dan satu menjelaskan usia kehamilan ke-28 sebagai titik di mana prosedur aborsi akan dianggap terlambat atau masuk pada tahap akhir. American College of Obstetricians and Gynecologists menetapkan definisi kehamilan berakhir atau dikatakan sebagai kehamilan tahap akhir dalam usia 41 minggu hingga 41 minggu 6 hari, yangterdapat perbedaan dari penggunaan istilah tersebut dalam konteks aborsi.

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29345884 (2026-06-14T14:08:31Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.