Lompat ke isi

Tes Rorschach

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Tes Rorschach (; juga dikenal dengan tes bercak tinta Rorschach, teknik Rorschach, atau tes bercak tinta) adalah tes psikologi yang meminta subjek untuk menulis atau menyebutkan gambar-gambar berupa bercak tinta (inkblot), dan kemudian dianalisis dengan menggunakan interpretasi psikologis, algoritme kompleks, atau keduanya. Beberapa psikolog menggunakan tes ini untuk mengetahui karakter dan emosional seseorang. Tes Rorschach telah digunakan untuk mendeteksi masalah-masalah psikologis seperti gangguan pikiran, terutama dalam kasus ketika pasien enggan menyatakan proses berpikir mereka secara terbuka. Tes ini dinamakan sesuai dengan nama penciptanya, psikolog Swiss Hermann Rorschach.

Pada tahun 1960an, tes Rorschach adalah tes psikologi yang paling umum digunakan. Di Amerika Serikat, tes Rorschach adalah tes ke-8 yang paling sering digunakan pada pasien di fasilitas kesehatan mental. Tes ini juga menjadi tes yang paling sering digunakan oleh Society for Personality Assessment, dan digunakan oleh psikiater dalam 25% kasus penilaian forensik, biasanya dengan penilaian MMPI-2 dan MCMI-III. Menurut survey, tes Rorschach digunakan oleh sekitar 20% psikolog koreksional, dan 80% psikolog klinis.

Tes ini juga menimbulkan perdebatan di kalangan psikolog, termasuk objektivitas penguji, reliabilitas antar penilai, pemastian, validitas pengujian, bias skala patologi tes terhadap besarnya jumlah respon, dan terbatasnya jumlah kondisi psikologi untuk dianalisis. Di pengadilan, penggunaan tes ini sendiri butuh evaluasi.

Pola tinta

Berikut adalah sepuluh kartu bercak tinta (inkblot) dari tes Rorschach yang terdapat dalam buku Rorschach Test – Psychodiagnostic Plates, disertai dengan respon yang paling sering diutarakan oleh subjek menurut berbagai penulis.

| Saat melihat kartu ini, subjek sering kali bertanya bagaimana atau apa yang harus mereka lakukan dengan kartu ini (misalnya membaliknya), yang mana hal ini sangat tidak signifikan. Kartu ini digunakan untuk mengetahui bagaimana subjek mengatasi tugas baru dan stres.

| |

| Bercak merah pada kartu II sering kali dilihat sebagai darah, dan kartu ini adalah kartu yang paling khas. Respon subjek terhadap kartu ini digunakan untuk mengukur bagaimana mereka menangani perasaan marah atau luka batin. Bisa juga menghasilkan respon seksual.

| |

| Kartu III berupa dua manusia yang saling berinteraksi, dan digunakan untuk mengetahui bagaimana subjek berhubungan dengan orang lain.

| |

| Kartu IV didominasi oleh warna gelap, digunakan untuk mengetahui bagaimana subjek mengatasi stres dan depresi.

| |

|

| |

| Digunakan untuk mengukur kedekatan antar individu, termasuk persepsi seksual.

| |

| Digunakan untuk mengukur feminitas , termasuk hubungan dengan wanita dalam kehidupan subjek.

| |

| Kartu ini lebih kompleks dan berwarna. Terkait dengan "perubahan kecepatan" subjek dalam mengerjakan sesuatu, tingkat rangsangan emosional dan situasional subjek.

| |

|Karakteristik kartu IX adalah bentuknya tidak jelas dan menyebar, sehingga menciptakan ketidakjelasan. Jika subjek kesulitan menjawab kartu ini, maka itu mungkin menunjukkan bahwa subjek juga kesulitan jika berurusan dengan data-data tidak terstruktur.

| |

| Secara struktural mirip dengan kartu VIII, namun lebih kompleks. Mencerminkan bagaimana upaya subjek untuk keluar dari situasi tertentu dan rasa keingintahuan subjek.


Lihat juga

Referensi

Bibliografi

Pranala luar


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29587969 (2026-08-16T10:34:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.