Lompat ke isi

Tetrahidrokanabinol

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Tetrahidrokanabinol adalah kanabinoid utama dari ganja yang hanya dihasilkan tumbuhan Cannabis. Tetrahidrokanabinol tidak mengandung satu atom nitrogen (N) seperti zat-zat yang dikandung tanaman lainnya. Sebagai perbandingan, berikut ini adalah rumus-rumus kimia dari kandungan aktif tanaman-tanaman yang sangat familiar dalam kehidupan kita:

  • Teanina = C7 H14 N2 O3 (kandungan aktif dalam tanaman teh)
  • Kafein = C8 H10 N4 O2 (kandungan aktif dalam tanaman kopi)
  • Kokain = C17 H21 NO4 (kandungan aktif dalam tanaman koka)
  • Teobromin = C7 H8 N4 O2 (kandungan aktif dalam tanaman kakao)

Seluruh zat di atas tercatat sebagai zat yang memengaruhi cara kerja syaraf pusat manusia. Keunikan ganja ini agak menyimpang dari zat-zat aktif tanaman di seluruh dunia. Nitrogen merupakan atom penyusun utama (70%) atmosfer bumi. Karena itu wajar jika dari ribuan tanaman berkhasiat obat dan yang mampu memengaruhi cara kerja syaraf pusat hampir seluruhnya mengadopsi atom nitrogen sebagai salah satu kandungan senyawa aktifnya, tetapi tidak pada ganja. Oleh karena itu, ganja bukanlah alkaloid.

Khasiat

Tetrahidrokanabinol memiliki efek positif untuk kesehatan bagi kaum tua. Namun, berbanding terbalik bagi kaum muda.

Efek

Berikut ini efek yang ditimbulkan oleh zat ini:

  • Menimbulkan denyut jantung atau nadi lebih cepat, mulut dan tenggorokan kering, merasa lebih santai, banyak bicara dan bergembira.
  • Sulit mengingat sesuatu kejadian.
  • Kesulitan kinerja yang membutuhkan konsentrasi, reaksi yang cepat dan koordinasi.
  • Gangguan kebiasaan tidur, sensitif dan gelisah, berkeringat, berfantasi, dan selera makan bertambah.

Penggunaan Medis

THC, yang dalam konteks farmasi disebut dronabinol, disetujui di Amerika Serikat dalam bentuk kapsul atau larutan untuk meringankan mual dan muntah yang disebabkan oleh kemoterapi, serta anoreksia yang disebabkan oleh HIV/AIDS.

THC merupakan bahan aktif dalam nabiksimol, ekstrak khusus ganja, yang disetujui sebagai obat herbal di Inggris pada tahun 2010 sebagai semprotan mulut untuk penderita multiple sclerosis guna meringankan nyeri neuropatik, spastisitas, kandung kemih overaktif, dan gejala lainnya. Nabiksimol (sebagai Sativex) tersedia sebagai obat resep di Kanada. Pada tahun 2021, nabiksimol disetujui untuk penggunaan medis di Ukraina.

THC adalah senyawa ganja paling umum yang dikenal dengan efek psikoaktif yang kuat. Penggunaan kronis THC dapat menyebabkan sindrom hiperemesis kanabinoid (CHS), suatu kondisi yang ditandai dengan mual siklik, muntah, dan nyeri perut yang dapat berlangsung selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun setelah penghentian penggunaan.

Dosis mematikan rata-rata THC pada manusia belum sepenuhnya diketahui karena data yang bertentangan. Dalam studi tahun 1972, anjing dan monyet diberikan hingga 90 mg/kg THC tanpa efek kematian. Beberapa tikus mati dalam waktu 72 jam setelah dosis hingga 36 mg/kg. Dalam buletin informasi yang diterbitkan oleh Badan Pengendalian Narkotika AS pada tahun 2020, dinyatakan bahwa “tidak ada kasus kematian akibat overdosis ganja yang tercatat.”

Studi formal tentang interaksi obat dengan THC belum dilakukan dan terbatas. Ditemukan bahwa waktu paruh pentobarbital barbiturat bertambah 4 jam ketika dikonsumsi bersamaan dengan THC secara oral.

Referensi

Pranala luar


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29605104 (2026-08-20T12:59:15Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.