Lompat ke isi

Tetrytol

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Tetrytol merupakan bahan peledak tinggi, terdiri dari campuran tetryl dan TNT. Biasanya, proporsi bahan (berdasarkan berat) adalah 65%, 70%, 75% atau 80% tetril hingga 35%, 30%, 25% atau 20% TNT. Tetril dan TNT memang membentuk eutektik dengan setting point 67,5 °C yang terdiri dari 55% tetril dan 45% TNT. Oleh karena itu, muatan tetritol cor terdiri dari suspensi tetril kristalin yang dipadatkan dalam tetril-TNT-eutektik padat. Tetrytol lebih sensitif dibandingkan TNT dan kurang sensitif dibandingkan tetryl terhadap benturan. Kecepatan detonasi muatan silinder cor bebas (diameter 1 inci) tetritol adalah antara 7290 dan 7410 m/s dengan rata-rata 7350 m/s untuk tetritol 75/25 dan 7340 m/s untuk tetritol 65/35. Sebagai perbandingan, muatan silinder dari TNT murni cor dengan dimensi serupa dilaporkan meledak dengan kecepatan antara 6680 dan 6990 m/s.[1][2]

Aplikasi tetritol biasanya bersifat militer, misalnya tabung peledak untuk senjata kimia (misalnya peluru zat saraf), blok bahan peledak penghancur, dan bahan peledak berbentuk cor.

Lihat pula

Referensi

  1. T. Urbański: Chemistry and technology of explosives. Volume 1 (reprint) (p.321). Pergamon Press. 1985. hlm. 321. ISBN 0080102387.
  2. US Army TM 9-1300-214 (p.8-123). Department of the Army (US). 1 September 1984. hlm. 8–123.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 24767068 (2023-11-11T20:03:39Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.