Uji hayati
Tampilan
Uji hayati (Bahasa Inggris: Bioassay) adalah analisis atau pengukuran dari suatu zat untuk menentukan keberadaan dan dampaknya. Umumnya yang diuji adalah efek obat dan kadar hormon.
Jenis
- Uji hayati kualitatif untuk mengetahui ada atau tidak keberadaan suatu zat.
- Uji hayati kuantitatif untuk mengukur kadar zat tersebut.
Pelaksanaan
Berbagai pelaksaan uji hayati yang telah ada:
- Uji hayati senyawa antikanker menggunakan MTT (3-(4,5-dimethylthiazol-2-yl)-2,5-diphenyltetrazolium bromide), sitometrik mengalir untuk sel yang mengalami apoptosis, penggunaan enzim alkaline fosfatase.
- Uji hayati senyawa antiviral menggunakan RT PCR (reaksi polimerase berantai transkriptasi terbalik).
- Uji hayati senyawa antituberkulosis dengan mengukur DNA polimerase beta liase.
- Uji hayati senyawa antitrombotik.
- Uji hayati penyakit Alzheimer dengan mengukur senyawa stress oksidatif pada korteks otak besar, aktivitas enzim beta sekretase, kromatografi lapis tipis dan mikroplate untuk inhibitor asetilkolin esterase.
- Uji hayati senyawa antiosteoporosis dengan mengukur kepadatan mineral pada tulang, mengukur inhibitor PPAR-gamma, mengukur interleukin (IL)-1 beta dan tumor necrosis factor (TNF)-alfa, lalu pengujian menggunakan Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA) pada air seni.
- Uji hayati senyawa antiradang dengan mengunakan ELISA untuk mengukur Interferon(IFN)-gamma, mengukur kloramfenikol asetiltransferase, mengukur derajat immunosupressif.
Referensi
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27803386 (2025-09-10T06:37:06Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.