Lompat ke isi

Vektor satuan

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Vektor satuan adalah suatu vektor yang ternormalisasi, yang berarti panjangnya bernilai 1. Umumnya dituliskan dalam menggunakan topi (bahasa Inggris: Hat), sehingga: û dibaca "u-topi" ('u-hat').

Suatu vektor ternormalisasi û dari suatu vektor u bernilai tidak nol, adalah suatu vektor yang berarah sama dengan u, yaitu:

𝐮̂=𝐮𝐮,

di mana ||u|| adalah norma (atau panjang atau besar) dari u. Istilah vektor ternormalisasi kadang-kadang digunakan sebagai sinonim dari vektor satuan. Dalam gaya penulisan yang lain (tidak menggunakan huruf tebal) adalah dengan menggunakan panah di atas suatu variabel, yaitu

û=uu=uu.

Di sini u adalah vektor yang dimaksud dan u adalah besarnya.

Vektor

Posisi vektor

a=(a1,a2)=(a1a2)=a1î+a2ĵ
a=(a1,a2,a3)=(a1a2a3)=a1î+a2ĵ+a3k̂

Panjang vektor

Berada di R2
Panjang vektor a dalam posisi (a1,a2) adalah |a|=a12+a22
Panjang vektor b dalam posisi (b1,b2) adalah |b|=b12+b22
Panjang vektor c dalam posisi (a1,a2) dan (b1,b2) adalah |c|=(b1a1)2+(b2a2)2
Berada di R3
Panjang vektor a dalam posisi (a1,a2,a3) adalah |a|=a12+a22+a32
Panjang vektor b dalam posisi (b1,b2,b3) adalah |b|=b12+b22+b32
Panjang vektor c dalam posisi (a1,a2,a3) dan (b1,b2,b3) adalah |c|=(b1a1)2+(b2a2)2+(b3a3)2
Jumlah dan selisih kedua vektor

|a±b|=|a|2+|b|2±2abcosC

Vektor satuan

â=a|a|

Operasi aljabar pada vektor

  • Penjumlahan dan pengurangan

terdiri dari 2 aturan jenis yaitu aturan segitiga dan jajar genjang

c=a+b=(a1a2)+(b1b2)=(a1+b1a2+b2)
c=ab=(a1a2)(b1b2)=(a1b1a2b2)
  • Perkalian
  1. skalar dengan vektor

Jika k skalar tak nol dan vektor a=a1î+a2ĵ+a3k̂ maka vektor ka=(ka1,ka2,ka3)

  1. titik dua vektor

Jika vektor a=a1î+a2ĵ+a3k̂ dan vektor b=b1î+b2ĵ+b3k̂ maka ab=a1b1+a2b2+a3b3

  1. titik dua vektor dengan membentuk sudut

Jika a dan b vektor tak nol dan sudut α di antara vektor a dan b maka perkalian skalar vektor a dan b adalah ab = |a||b|cosα

  1. silang dua vektor

Jika vektor a=a1î+a2ĵ+a3k̂ dan vektor b=b1î+b2ĵ+b3k̂ maka a×b=(a2b3î+a3b1ĵ+a1b2k̂)(a2b1k̂+a3b2î+a1b3ĵ)

[îĵk̂îĵa1a2a3a1a2b1b2b3b1b2]
  1. silang dua vektor dengan membentuk sudut

Jika a dan b vektor tak nol dan sudut α di antara vektor a dan b maka perkalian skalar vektor a dan b adalah a×b = |a|×|b|sinα

Sifat operasi aljabar pada vektor

  1. a+b=b+a
  2. (a+b)+c=a+(b+c)
  3. a+0=0+a
  4. k(a+b)=ka+kb
  5. (k+l)a=ka+la
  6. a+(a)=0
  7. ab=ba
  8. (ab)c=a(bc)
  9. a1=1a
  10. k(ab)=kab=akb
  11. (kl)a=k(la)
  12. aa=|a|2
  13. a×bb×a
  14. a×b=(b×a)
  15. (a×b)×ca×(b×c)
  16. a(b×c)=b(c×a)=c(a×b)
  17. a×(b+c)=a×b+a×c
  18. k(a×b)=ka×b=a×kb

Hubungan vektor dengan vektor lain

  • Perkalian titik
Saling tegak lurus

Jika tegak lurus antara vektor a dengan vektor b maka

ab=|a||b|cos90
ab=0
Sejajar

Jika vektor a sejajar dengan vektor b maka

ab=|a||b|cos0
ab=|a||b|
ab=|a||b|cos180
ab=|a||b|
  • Perkalian silang
Saling tegak lurus

Jika tegak lurus antara vektor a dengan vektor b maka

a×b=|a||b|sin90
a×b=|a||b|
a×b=|a||b|sin270
a×b=|a||b|

Jika β>90 maka dua vektor tersebut searah

Jika β<90 maka vektor saling berlawanan arah

Sejajar

Jika vektor a sejajar dengan vektor b maka

a×b=|a||b|sin0
a×b=0

Sudut dua vektor

Jika vektor a dan vektor b sudut yang dapat dibentuk dari kedua vektor tersebut adalah cosα=ab|a||b|

Panjang proyeksi dan proyeksi vektor

Panjang proyeksi vektor a pada vektor b adalah |c|=ab|b|
Proyeksi vektor a pada vektor b adalah c=ab|b|2b

Metode

segitiga
R=a+b
jajar genjang
R=|ab|=|a|2+|b|22abcosC

Perbandingan

Aturan jajar genjang
Posisi vektor
N=ms+nrm+n
Berada di R2
N=(mx2+nx1m+n,my2+ny1m+n)
Berada di R3
N=(mx2+nx1m+n,my2+ny1m+n,mz2+nz1m+n)
Satu garis
  • Perbandingan posisi dalam adalah m:n
Posisi vektor
N=ms+nrm+n
Berada di R2
N=(mx2+nx1m+n,my2+ny1m+n)
Berada di R3
N=(mx2+nx1m+n,my2+ny1m+n,mz2+nz1m+n)
  • Perbandingan posisi luar adalah m:-n
Posisi vektor
N=msnrmn
Berada di R2
N=(mx2nx1mn,my2ny1mn)
Berada di R3
N=(mx2nx1mn,my2ny1mn,mz2nz1mn)

Transformasi

Transformasi terdiri dari 2 jenis yaitu:

Transformasi isometri adalah transformasi yang dapat mengubah bentuknya. Contohnya translasi (penggeseran), refleksi (perpindahan) dan rotasi (perputaran).

  • Transformasi nonisometri

Transformasi nonisometri adalah transformasi yang tidak dapat mengubah bentuknya. Contohnya dilatasi (perubahan), stretching (regangan) dan shearing (gusuran).

Translasi

Rumus translasi adalah: (xy) = (ab) + (xy)

Refleksi

Rumus refleksi adalah:

tanpa titik pusat

(xy) = (cos2αsin2αsin2αcos2α) (xy)

dengan titik pusat (a,b)

(xy) = (cos2αsin2αsin2αcos2α) (xayb) + (ab)

Rotasi

Rumus rotasi adalah:

tanpa titik pusat

(xy) = (cosαsinαsinαcosα) (xy)

dengan titik pusat (a,b)

(xy) = (cosαsinαsinαcosα) (xayb) + (ab)

Dilatasi

Rumus dilatasi adalah:

tanpa titik pusat

(xy) = (k00k) (xy)

dengan titik pusat (a,b)

(xy) = (k00k) (xayb) + (ab)

Stretching

Rumus stretching adalah:

sumbu x
tanpa titik pusat

(xy) = (k001) (xy)

dengan titik pusat (a,b)

(xy) = (k001) (xayb) + (ab)

sumbu y
tanpa titik pusat

(xy) = (100k) (xy)

dengan titik pusat (a,b)

(xy) = (100k) (xayb) + (ab)

Shearing

Rumus shearing adalah:

sumbu x
tanpa titik pusat

(xy) = (1k01) (xy)

dengan titik pusat (a,b)

(xy) = (1k01) (xayb) + (ab)

sumbu y
tanpa titik pusat

(xy) = (10k1) (xy)

dengan titik pusat (a,b)

(xy) = (10k1) (xayb) + (ab)

Rumus sederhana
Keterangan Posisi Hasil
Translasi
penggeseran (a,b) (x,y) (x+a,y+b)
Refleksi
sumbu x [0°] (x,y) (x,y)
sumbu y [90°] (x,y) (x,y)
y=x [45°] (x,y) (y,x)
y=-x [135°] (x,y) (y,x)
pusat (0,0) [0° dan 90°] (x,y) (x,y)
pusat (a,b) [0° dan 90°] (x,y) (2ax,2by)
pusat (a,0) [0° dan 90°] (x,y) (2ax,y)
pusat (0,b) [0° dan 90°] (x,y) (x,2by)
Rotasi
berpusat (0,0)
90° (x,y) (y,x)
-90° (x,y) (y,x)
180° (x,y) (x,y)
berpusat (a,b)
90° (x,y) (y+a+b,xa+b)
-90° (x,y) (ya+b,x+a+b)
180° (x,y) (x+2a,y+2b)
berpusat (0,0)
Dilatasi
skala k (x,y) (kx,ky)
Stretching
sumbu x dan skala k (x,y) (kx,y)
sumbu y dan skala k (x,y) (x,ky)
Shearing
sumbu x dan skala k (x,y) (kx+y,y)
sumbu y dan skala k (x,y) (x,x+ky)
berpusat (a,b)
Dilatasi
skala k (x,y) (kx+(1k)a,ky+(1k)b)
Stretching
sumbu x dan skala k (x,y) (kx+(1k)a,y)
sumbu y dan skala k (x,y) (x,ky+(1k)b)
Shearing
sumbu x dan skala k (x,y) (x+k(yb)),y)
sumbu y dan skala k (x,y) (x,y+k(xa))

Lihat pula

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27447008 (2025-06-22T11:02:25Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.