Lompat ke isi

Wolfgang Pauli

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Pauli
Artikel ini tentang fisikawan Austria-Swiss Wolfgang Pauli. Untuk fisikawan Jerman, dan salah satu penemu penjebak ion, lihat Wolfgang Paul

Wolfgang Ernst Pauli () lahir di Austria-Swiss, kemudian menjadi fisikawan teoretis Amerika, yang mempelopori bidang fisika kuantum. Ia juga dikenal dengan teori spin-nya dalam fisika. Pada tahun 1945, setelah dinominasikan oleh Albert Einstein,[1] Pauli menerima Penghargaan Nobel di bidang fisika dalam hal "kontribusi penting melalui penemuan hukum alam baru, yaitu prinsip eksklusi atau Prinsip Pauli". Penemuan ini melibatkan teori spin, yang merupakan dasar teori struktur materi.


Pauli menghadiri Gimnasium Döbling di Wina, dan kemudian lulus pada tahun 1918. Dia memublikasikan skripsinya tentang teori relativitas umum Albert Einstein, dua tahun setelah wisudanya. Dia juga mengikuti kuliah di Universitas Ludwig-Maximilians di Munich, serta bekerja dibawah Arnold Sommerfeld,[2] di mana ia menerima gelar PhD-nya pada Juli 1921 dengan disertasi tentang teori kuantum atas hidrogen diatomik terionisasi ().[3][4]

Sommerfeld meminta kepada Pauli agar mengulas teori relativitas untuk Encyklopädie der mathematischen Wissenschaften (Ensiklopedia Matematika dan Ilmu Pengetahuan). Dua bulan kemudian setelah menerima gelar doktornya, Pauli menyelesaikan sebuah artikel, dengan panjang 237 halaman. Artikel ini dipuji oleh Einstein; dan dipublikasikan sebagai sebuah monograf, yang merupakan referensi standar tentang subjek tersebut hingga hari ini.

Pauli menghabiskan satu tahun di Universitas Göttingen sebagai asisten Max Born, dan tahun berikutnya di Institut Fisika Teoretis di Copenhagen, yang kemudian menjadi Institut Niels Bohr pada tahun 1965. Dari tahun 1923 hingga 1928, dia adalah seorang pengajar di Universitas Hamburg. Selama periode ini, Pauli berperan penting dalam pengembangan teori mekanika kuantum modern. Secara khusus, dia merumuskan prinsip eksklusi dan teori nonrelativitas spin.

Pada tahun 1928, dia diangkat sebagai Profesor Fisika Teoretis di ETH Zurich, Swiss; di mana dia membuat kemajuan ilmiah yang signifikan. Dia menjabat sebagai profesor tamu di Universitas Michigan pada tahun 1931, dan Institut Studi Lanjutan di Princeton pada tahun 1935. Kemudian dia dianugerahi Medali Lorentz pada tahun 1931.

Di akhir tahun 1930, tak lama setelah mempostulatkan tentang neutrino dan perceraiannya, serta peristiwa bunuh diri ibunya, Pauli mengalami krisis pribadi. Kemudian dia berkonsultasi dengan Carl Jung, yaitu seorang psikiater dan psikoterapis yang juga tinggal di dekat Zurich. Jung kemudian menafsirkan mimpi-mimpi arketip mendalam Pauli,[5] kemudian Pauli menjadi salah satu murid terbaik psikologi mendalam tersebut. Dia kemudian mulai mengkritisi epistemologi teori Jung secara ilmiah, yang berkontribusi pada klarifikasi tertentu atas pemikiran terakhirnya; khususnya tentang konsep sinkronisitas. Banyak diskusi tentang hal ini didokumentasikan dalam surat-surat Pauli-Jung, yang kini diterbitkan sebagai Atom dan Arketip. Analisis Jung yang rumit tentang lebih dari empat ratus mimpi Pauli didokumentasikan dalam Psikologi dan Alkemi.

Aneksasi Jerman atas Austria pada tahun 1938 membuatnya menjadi warga negara Jerman, yang kemudian menjadi masalah baginya pada tahun 1939; setelah terjadinya Perang Dunia II. Pada tahun 1940, dia mencoba berpindah menjadi warga negara Swiss, yang dapat memungkinkannya supaya dapat tinggal di ETH.[6]

Pauli pindah ke Amerika Serikat pada tahun 1940, di mana dia diangkat sebagai profesor fisika teoretis di Institut Studi Lanjutan. Pada tahun 1946, setelah perang, dia menjadi seorang warga yang dinaturalisasi dari Amerika Serikat, yang kemudian kembali lagi ke Zurich; di mana dia menghabiskan sisa hidupnya di sana. Kemudian pada tahun 1949, dia menjadi warga negara Swiss.

Pada tahun 1958, Pauli mendapat Penghargaan Max Planck, serta menderita kanker pankreas pada tahun yang sama. Ketika asisten terakhirnya, Charles Enz, mengunjunginya di rumah sakit Rotkreuz di Zurich, Pauli bertanya: "Kamu lihat nomor berapa kamar ini?"; yang nomornya adalah 137. Sepanjang hidupnya, Pauli disibukkan dengan pertanyaan tentang konstanta struktur murni, yaitu sebuah konstanta fundamental yang tak berdimensi, dengan nilai 1/137. Kemudian Pauli meninggal di kamar tersebut pada 15 Desember 1958.[7]

Bacaan lanjut

  • Remo, F. Roth: Return of the World Soul, Wolfgang Pauli, C.G. Jung and the Challenge of Psychophysical Reality [unus mundus], Part 1: The Battle of the Giants. Pari Publishing, 2011, .
  • Remo, F. Roth: Return of the World Soul, Wolfgang Pauli, C.G. Jung and the Challenge of Psychophysical Reality [unus mundus], Part 2: A Psychophysical Theory. Pari Publishing, 2012, .

Pranala luar

Referensi

  1. Nomination Database: Wolfgang Pauli. Nobelprize.org.
  2. Rudolf Peierls. Wolfgang Ernst Pauli 1900-1958. Biographical Memoirs of Fellows of the Royal Society. Royal Society. 1960. Vol. 6. doi:10.1098/rsbm.1960.0014.
  3. https://www.genealogy.math.ndsu.nodak.edu/id.php?id
  4. Wolfgang Ernst Pauli. Über das Modell des Wasserstoff-Molekülions. Ludwig-Maximilians-Universität München. 1921.
  5. P. Varlaki. Number Archetypes and Background Control Theory Concerning the Fine Structure Constant. Acta Polytechnica Hungarica. 2008. Vol. 5 (2).
  6. Charles Paul Enz: No Time to be Brief: A Scientific Biography of Wolfgang Pauli, pertama kali dipublikasikan pada tahun 2002, dan dicetak ulang pada tahun 2004, , p. 338
  7. "Berdasarkan kebetulan "kabalistik", Wolfgang Pauli meninggal di kamar 137 tersebut di rumah sakit Palang Merah (Rotkreuz) di Zurich pada tanggal 15 Desember 1958." Of Mind and Spirit, Selected Essays of Charles Enz, Charles Paul Enz, World Scientific, 2009, , pg.95.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29454614 (2026-07-13T22:12:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.