Xenobiotika
Xenobiotika adalah senyawa-senyawa asing yang tidak terdapat secara alami di lingkungan tertentu.[1]
Metabolisme
Saat obat-obatan yang masuk ke dalam tubuh pasien, pada umumnya obat-obatan tersebut akan muncul kembali dari tubuh pasien dalam keadaan telah berubah.[2] Sebagian besar senyawa asing tersebut akan mengalami pengubahan dalam tubuh karena pengaruh enzim-enzim di dalam berbagai jaringan terutama hati, usus, ginjal, dan paru-paru.[3] Senyawa yang berubah ini terutama dari hasil reaksi oksidasi, biasanya akan menghasilkan metabolit yang bersifat racun.[4] Metabolit ini dapat bereaksi dengan makromolekul di dalam tubuh seperti DNA dan protein.[5] Strategi utama tubuh saat menemukan senyawa xenobiotika adalah mengubahnya menjadi derivat yang lebih hidrofilik.[6] Proses pengubahan ini memiliki tujuan yaitu agar senyawa asing dapat disaring oleh ginjal dan keluar melalui saluran urin tubuh.[7]
Aplikasi
Aktivitas metabolisme senyawa xenobiotika dan senyawa-senyawa lainnya dapat diinduksi dengan penambahan senyawa xenobiotika.[8] Hal ini disebabkan oleh produksi enzim yang diinduksi oleh senyawa xenobiotika.[9] Proses ini disebut induksi enzim, dan proses ini tergantung pada dosis senyawa yang diberikan.[10] Sistem enzim yang banyak berinteraksi dengan obat adalah CPY450.[11] Sistem enzim ini banyak bertanggung jawab terhadap proses biotransformasi.[12]
Referensi
- ↑ Anzenbacher P, Zanger UM. 2012. Metabolism of Drugs and Other Xenobiotics. Weinheim: Wiley-VCH.
- ↑ Cairns D. 2004. Intisari Kimia Farmasi. Jakarta: EGC.
- ↑ Cairns D. 2004. Intisari Kimia Farmasi. Jakarta: EGC.
- ↑ Cairns D. 2004. Intisari Kimia Farmasi. Jakarta: EGC.
- ↑ Cairns D. 2004. Intisari Kimia Farmasi. Jakarta: EGC.
- ↑ Cairns D. 2004. Intisari Kimia Farmasi. Jakarta: EGC.
- ↑ Cairns D. 2004. Intisari Kimia Farmasi. Jakarta: EGC.
- ↑ Cairns D. 2004. Intisari Kimia Farmasi. Jakarta: EGC.
- ↑ Cairns D. 2004. Intisari Kimia Farmasi. Jakarta: EGC.
- ↑ Cairns D. 2004. Intisari Kimia Farmasi. Jakarta: EGC.
- ↑ Cairns D. 2004. Intisari Kimia Farmasi. Jakarta: EGC.
- ↑ Cairns D. 2004. Intisari Kimia Farmasi. Jakarta: EGC.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27779823 (2025-09-05T02:34:49Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.