Zona kematian (ekologi)

Zona kematian adalah daerah hipoksik (rendah-oksigen) di samudra dan danau besar di seluruh dunia. Hipoksia dapat terjadi saat konsentrasi oksigen terlarut (dissolved oxygen, DO) menurun sampai ke atau dibawah 2 mg O2/liter.[1] Saat sebuah daerah perairan mengalami kondisi hipoksik, flora dan fauna air mulai mengalami perubahan perilaku untuk mencapai daerah perairan dengan tingkat oksigen yang lebih tinggi. Saat DO anjlok dibawah angka 0.5 ml O2/liter pada suatu daerah perairan, kematian masal terjadi. Dengan rendahnya konsentrasi DO, daerah perairan yang terdampak tidak bisa mendukung kehidupan air yang tinggal disana.[2] Secara historis, banyak situs-situs semacam ini yang terjadi secara alami. Namun, pada 1970-an, para ahli oseanografi mulai menyadari peningkatan munculnya zona kematian dan melebarnya zona kematian yang ada. Peristiwa ini terjadi di dekat pesisir berpenghuni, titik dimana kehidupan air paling banyak berkumpul.
Bacaan lanjut
- Suzie Greenhalgh and Amanda Sauer (WRI), "Awakening the 'Dead Zone': An investment for agriculture, water quality, and climate change" 2003
- Reyes Tirado (July 2008) Dead Zones: How Agricultural Fertilizers are Killing our Rivers, Lakes and Oceans. Greenpeace publications. See also:
- MSNBC report on dead zones, March 29, 2004
- Joel Achenbach, "A 'Dead Zone' in The Gulf of Mexico: Scientists Say Area That Cannot Support Some Marine Life Is Near Record Size", The Washington Post, July 31, 2008
Referensi
- ↑ R. J. Diaz. Spreading Dead Zones and Consequences for Marine Ecosystems. Science. August 15, 2008. Vol. 321 (5891). hlm. 926–929. doi:10.1126/science.1156401.
- ↑ NOAA: Gulf of Mexico 'dead zone' predictions feature uncertainty. National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA). June 21, 2012.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28099539 (2025-10-18T04:40:17Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.