Lompat ke isi

Reaksi Suzuki

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 30 Agustus 2026 03.45 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28069336; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Reaksi Suzuki adalah reaksi organik sebuah aril- atau vinil-asam boronat dengan sebuah aril- atau vinil-halida yang dikatalisasi oleh kompleks paladium(0). Ia digunakan secara meluas dalam sintesis poli-olefin, stirena, dan bifenil bersubstituen. Ia juga telah diperluas dengan melibatkan alkil bromida.[1]. Beberapa tinjauan telah dipublikasikan.


Reaksi ini juga berjalan dengan pseudohalida, seperti triflat (OTf), dan juga dengan boron-ester

Reaktivitas relatif: R2-I > R2-OTf > R2-Br >> R2-Cl

Dipublikasikan pertama kali tahun 1979 oleh Akira Suzuki, reaksi Suzuki menggandengkan asam boronat (yang mengandung bagian organik) dengan halida. Reaksi ini bergantung pada katalis paladium seperti tetrakis(trifenilfosfina)paladium(0) agar terjadi transformasi. Katalis paladium berkoordinasi empat, dan biasanya melibatkan fosfina sebagai gugus pendukung.

Dalam banyak publikasi, reaksi ini juga dinamakan reaksi Miyaura-Suzuki. Ia juga sering disebut sebagai penggandengan Suzuki.

Mekanisme reaksi

Mekanisme reaksi Suzuki dapat dilihat dari perspektif katalis paladium. Langkah pertama adalah adisi oksidatif paladium ke halida 2 membentuk spesi organo-paladium 3. Reaksi dengan basa menghasilkan zat antara 4, yang kemudian via pentranslogaman dengan kompleks 6 membentuk spesi organopaladium 8. Eliminasi reduktif produk 9 mengembalikan katalis paladium 1.


Adisi oksidatif

Adisi oksidatif berjalan dengan retensi stereokimia apabila menggunakan vinil halida, sedangkan dengan alilik dan benzilik halida akan berjalan dengan inversi stereokimia. Adisi oksidatif pertama-tama membentuk komples cis-paladium, yang akan dengan cepat berisomerisasi menjadi kompleks trans.

Eliminasi reduktif

Dengan menggunakan penandaan deuterium, Ridgway dkk. telah menunjukkan bahwa eliminasi reduktif berjalan dengan retensi stereokimia.

Lihat pula

Referensi

Pranala luar


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28069336 (2025-10-17T13:44:46Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.