Lompat ke isi

Dekoherensi kuantum

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 26 Agustus 2026 22.36 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29462539; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Dekoherensi kuantum atau hilangannya kohesi kuantum merupakan suatu proses di mana perilaku suatu sistem berubah dari yang dapat dijelaskan oleh mekanika kuantum menjadi yang dapat dijelaskan oleh mekanika klasik. Dalam mekanika kuantum, partikel-partikel seperti elektron dijelaskan oleh fungsi gelombang yang merupakan representasi matematis dari keadaan kuantum suatu sistem. Fungsi gelombang juga digunakan untuk menjelaskan berbagai efek kuantum melalui interpretasi probabilitas. Ketika ada hubungan fase yang pasti antara keadaan-keadaan yang berbeda, sistem dikatakan kohesif. Hubungan fase yang pasti ini diperlukan untuk melakukan komputasi kuantum pada informasi kuantum yang terkodifkasi dalam keadaan kuantum. Tetapi, kohesi hanya dapat dipertahankan dalam batas-batas tertentu dan tergantung pada hukum fisika kuantum. Oleh karena itu, pengelolaan dan pengendalian dekoherensi menjadi penting dalam pengembangan teknologi komputasi kuantum. Pengenalan konsep dekoherensi pertama kali dilakukan pada tahun 1970 oleh fisikawan asal Jerman, H. Dieter Zeh, dan menjadi subjek penelitian aktif sejak tahun 1980-an.

Referensi

Bacaan lanjutan


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29462539 (2026-07-15T16:42:43Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.