Universitas Andalas: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29509834; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Logo_Unand_PTNBH.png|thumb|right|280px|Logo Unand PTNBH]] | |||
Berdasarkan Evaluasi dan Klasterisasi Perguruan Tinggi Berbasis Kinerja Penelitian yang diluncurkan oleh [[Kementerian Riset dan Teknologi Republik Indonesia|Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional]] pada November 2019, Universitas Andalas menempati peringkat keempat dari peguruan tinggi se-Indonesia. Sejak 2016, kampus ini telah termasuk dalam perguruan tinggi negeri klaster 1 dari Kemenristekdikti. Pada tahun 2021, Unand resmi ditetapkan sebagai [[Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum|Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum]] (PTN-BH) ke-13 di Indonesia melalui Peraturan Pemerintah Nomor 95 Tahun 2021. | '''Universitas Andalas''' (biasa disingkat dengan '''UNAND''' atau digayakan dalam [[huruf kapital semua]]<ref>[https://peraturan.bpk.go.id/Details/176232/pp-no-95-tahun-2021 PP No. 95 Tahun 2021]. ''Database Peraturan JDIH BPK''.</ref>) adalah [[perguruan tinggi negeri]] Indonesia yang terletak di [[Kota Padang]], [[Sumatera Barat]], Indonesia. Universitas ini merupakan salah satu universitas tertua di luar [[Pulau Jawa]] yang dibuka secara resmi pada tanggal 13 September 1956 oleh [[Wakil Presiden Indonesia|Wakil Presiden]] [[Mohammad Hatta]]. Pada saat itu, Unand adalah universitas keempat yang diresmikan oleh Pemerintah Indonesia.<ref>[http://www.unand.ac.id/id/profil/sejarah Salinan arsip].</ref> Universitas Andalas terdiri dari lima belas fakultas dengan kampus utama di [[Limau Manis, Pauh, Padang|Limau Manis]], [[Jati, Padang Timur, Padang|Jati]], [[Kota Padang|Padang]]; terdapat pula kampus-kampus lain di [[Kota Payakumbuh|Payakumbuh]], dan [[Kabupaten Dharmasraya|Dharmasraya]]. | ||
Berdasarkan Evaluasi dan Klasterisasi Perguruan Tinggi Berbasis Kinerja Penelitian yang diluncurkan oleh [[Kementerian Riset dan Teknologi Republik Indonesia|Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional]] pada November 2019, Universitas Andalas menempati peringkat keempat dari peguruan tinggi se-Indonesia. Sejak 2016, kampus ini telah termasuk dalam perguruan tinggi negeri klaster 1 dari Kemenristekdikti.<ref>[http://www.unand.ac.id/id/berita-peristiwa/berita/item/991-unand-peringkat-11-pt-tahun-2016 Universitas Andalas - Unand Peringkat 11 PT Tahun 2016].</ref><ref>Addhi M. Idham. [https://tirto.id/daftar-10-besar-kampus-terbaik-di-indonesia-berdasar-kinerja-riset-elYn Daftar 10 Besar Kampus Terbaik di Indonesia Berdasar Kinerja Riset]. ''Tirto.id''. 19 November 2019.</ref> Pada tahun 2021, Unand resmi ditetapkan sebagai [[Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum|Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum]] (PTN-BH) ke-13 di Indonesia melalui Peraturan Pemerintah Nomor 95 Tahun 2021.<ref>[https://hariansinggalang.co.id/unand-ditetapkan-sebagai-ptn-bh-ke-13/ Unand Ditetapkan sebagai PTN-BH ke-13]. ''Harian Singgalang''.</ref> | |||
== Sejarah == | == Sejarah == | ||
=== Periode awal (1948-58) === | === Periode awal (1948-58) === | ||
Keinginan masyarakat [[Sumatera Barat]] untuk mendirikan sebuah perguruan tinggi sudah ada sejak memasuki abad ke-20. Hal itu dapat dipahami karena pada masa itu sudah muncul golongan [[intelektual]] dan [[cendekiawan]] yang peduli dengan pendidikan anak bangsa. Namun, [[Hindia Belanda|Pemerintah Kolonial Belanda]] tidak memberi kesempatan sedikit pun untuk mewujudkannya. Gagasan itu kembali mengemuka seiring [[Proklamasi Kemerdekaan Indonesia|diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia]] pada tanggal 17 Agustus 1945. | Keinginan masyarakat [[Sumatera Barat]] untuk mendirikan sebuah perguruan tinggi sudah ada sejak memasuki abad ke-20. Hal itu dapat dipahami karena pada masa itu sudah muncul golongan [[intelektual]] dan [[cendekiawan]] yang peduli dengan pendidikan anak bangsa. Namun, [[Hindia Belanda|Pemerintah Kolonial Belanda]] tidak memberi kesempatan sedikit pun untuk mewujudkannya. Gagasan itu kembali mengemuka seiring [[Proklamasi Kemerdekaan Indonesia|diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia]] pada tanggal 17 Agustus 1945. | ||
Keinginan untuk mendirikan suatu jenjang pendidikan tinggi di Sumatera Barat baru dapat diwujudkan pada tahun 1948 dengan mendirikan enam akademi, yaitu: Akademi Pamong Praja, Akademi Pendidikan Jasmani, Akademi Kadet, Akta A Bahasa Inggris, dan Sekolah Inspektur Polisi. Keenam akademi tersebut berada di [[Bukittinggi]]. Selanjutnya, keberhasilan pendirian akademi ini mendorong sebuah yayasan pendidikan bernama Yayasan Sriwijaya untuk mendirikan Balai Perguruan Tinggi Hukum Pancasila (BPTHP) di [[Padang]] pada tanggal 17 Agustus 1951. | Keinginan untuk mendirikan suatu jenjang pendidikan tinggi di Sumatera Barat baru dapat diwujudkan pada tahun 1948 dengan mendirikan enam akademi, yaitu: Akademi Pamong Praja, Akademi Pendidikan Jasmani, Akademi Kadet, Akta A Bahasa Inggris, dan Sekolah Inspektur Polisi. Keenam akademi tersebut berada di [[Bukittinggi]]. Selanjutnya, keberhasilan pendirian akademi ini mendorong sebuah yayasan pendidikan bernama Yayasan Sriwijaya untuk mendirikan Balai Perguruan Tinggi Hukum Pancasila (BPTHP) di [[Padang]] pada tanggal 17 Agustus 1951. | ||
Mengikuti langkah Yayasan Sriwijaya tersebut, kemudian pemerintah mendirikan Perguruan Tinggi Pendidikan Guru di [[Batusangkar]] pada tanggal 23 Oktober 1954, Perguruan Tinggi Negeri Pertanian di [[Payakumbuh]] pada tanggal 30 November 1954, dan Fakultas Kedokteran serta Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam (FIPIA) di Bukittinggi pada tanggal 7 September 1955. Keempat fakultas tersebut diresmikan oleh [[Wakil Presiden Indonesia|Wakil Presiden]] [[Mohammad Hatta]]. Seiring dengan itu, Yayasan Sriwijaya pun menyerahkan BPTHP kepada Pemerintah Provinsi [[Sumatra Tengah]]. Dan, sejak itu BPTHP berganti nama menjadi Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat. | Mengikuti langkah Yayasan Sriwijaya tersebut, kemudian pemerintah mendirikan Perguruan Tinggi Pendidikan Guru di [[Batusangkar]] pada tanggal 23 Oktober 1954, Perguruan Tinggi Negeri Pertanian di [[Payakumbuh]] pada tanggal 30 November 1954, dan Fakultas Kedokteran serta Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam (FIPIA) di Bukittinggi pada tanggal 7 September 1955. Keempat fakultas tersebut diresmikan oleh [[Wakil Presiden Indonesia|Wakil Presiden]] [[Mohammad Hatta]]. Seiring dengan itu, Yayasan Sriwijaya pun menyerahkan BPTHP kepada Pemerintah Provinsi [[Sumatra Tengah]]. Dan, sejak itu BPTHP berganti nama menjadi Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat.<ref>Zulqayyim. ''Salingka Unand''. Unand Publisher. 2010. ISBN 0-465-02328-2. hal. 6</ref> | ||
Kelima [[fakultas]] itu menjadi cikal bakal dalam mendirikan Universitas Andalas. Oleh karena merupakan universitas pertama yang didirikan di [[Pulau Sumatra]], maka Bung Hatta mengusulkan nama Universitas Andalas, dengan merujuk kepada nama Pulau Sumatra yang juga dikenal dengan Pulau Andalas. | Kelima [[fakultas]] itu menjadi cikal bakal dalam mendirikan Universitas Andalas. Oleh karena merupakan universitas pertama yang didirikan di [[Pulau Sumatra]], maka Bung Hatta mengusulkan nama Universitas Andalas, dengan merujuk kepada nama Pulau Sumatra yang juga dikenal dengan Pulau Andalas. | ||
Pada tanggal 13 September 1956, Wakil Presiden Mohammad Hatta meresmikan pembukaan Universitas Andalas di Bukittinggi. Selanjutnya, pada tahun 1958, untuk pertama kalinya Universitas Andalas mulai memetik hasil dengan lulusnya Mr. Rudito Rachmad sebagai [[Sarjana Hukum]] pertama. Satu tahun berikutnya, Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat mewisuda pula empat mahasiswanya, yaitu Mr. [[Herman Sihombing]], Mr. Zawier Zienser, Mr. Eddy Ang Ze Siang, dan Mr. Djalaluddin Ilyas. | Pada tanggal 13 September 1956, Wakil Presiden Mohammad Hatta meresmikan pembukaan Universitas Andalas di Bukittinggi. Selanjutnya, pada tahun 1958, untuk pertama kalinya Universitas Andalas mulai memetik hasil dengan lulusnya Mr. Rudito Rachmad sebagai [[Sarjana Hukum]] pertama. Satu tahun berikutnya, Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat mewisuda pula empat mahasiswanya, yaitu Mr. [[Herman Sihombing]], Mr. Zawier Zienser, Mr. Eddy Ang Ze Siang, dan Mr. Djalaluddin Ilyas.<ref>Zulqayyim, hal. 6.</ref> | ||
=== Era pergolakan (1958-61) === | === Era pergolakan (1958-61) === | ||
Beberapa bulan setelah meresmikan Unand, Bung Hatta yang tidak sepaham lagi dengan [[Presiden Soekarno]] meletakkan jabatannya sebagai Wakil Presiden. Sehingga berakhirlah Dwi Tunggal [[Soekarno-Hatta]]. Beberapa tokoh militer dan politik pun kemudian bersepakat untuk "menegur" pusat dengan mendirikan [[Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia]] (PRRI) dan menjadikan [[Sumatra Tengah]], khususnya Sumatera Barat sebagai basisnya. | Beberapa bulan setelah meresmikan Unand, Bung Hatta yang tidak sepaham lagi dengan [[Presiden Soekarno]] meletakkan jabatannya sebagai Wakil Presiden. Sehingga berakhirlah Dwi Tunggal [[Soekarno-Hatta]]. Beberapa tokoh militer dan politik pun kemudian bersepakat untuk "menegur" pusat dengan mendirikan [[Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia]] (PRRI) dan menjadikan [[Sumatra Tengah]], khususnya Sumatera Barat sebagai basisnya.<ref>Asnan, Gusti, (2007), ''Memikir ulang regionalisme: Sumatera Barat tahun 1950-an'', Yayasan Obor Indonesia, ISBN 978-979-461-640-6.</ref> | ||
Oleh karena itu, banyak dosen dan mahasiswa Unand yang menunjukkan kesepahamannya dengan PRRI. Akibatnya, Tentara Nasional Indonesia yang ditugaskan untuk menumpas PRRI juga memporakporandakan kampus Unand yang tersebar di beberapa kota: Padang, Bukittinggi, Batusangkar, dan Payakumbuh serta juga yang baru dibangun di [[Baso, Agam|Baso]]. | Oleh karena itu, banyak dosen dan mahasiswa Unand yang menunjukkan kesepahamannya dengan PRRI. Akibatnya, Tentara Nasional Indonesia yang ditugaskan untuk menumpas PRRI juga memporakporandakan kampus Unand yang tersebar di beberapa kota: Padang, Bukittinggi, Batusangkar, dan Payakumbuh serta juga yang baru dibangun di [[Baso, Agam|Baso]]. | ||
Situasi politik pada waktu itu benar-benar tidak kondusif untuk melaksanakan aktivitas perkuliahan. Dosen-dosen yang didatangkan dari luar negeri, terutama dari [[Eropa]], ada yang pulang ke negaranya masing-masing dan ada pula yang pindah ke [[Universitas Gadjah Mada]], [[Universitas Indonesia]], dan [[Institut Pertanian Bogor]]. Pada masa PRRI dapat dikatakan sebagai masa kemunduran Universitas Andalas. | Situasi politik pada waktu itu benar-benar tidak kondusif untuk melaksanakan aktivitas perkuliahan. Dosen-dosen yang didatangkan dari luar negeri, terutama dari [[Eropa]], ada yang pulang ke negaranya masing-masing dan ada pula yang pindah ke [[Universitas Gadjah Mada]], [[Universitas Indonesia]], dan [[Institut Pertanian Bogor]]. Pada masa PRRI dapat dikatakan sebagai masa kemunduran Universitas Andalas.<ref>Zulqayyim, hal. 8.</ref> | ||
=== Orde Baru dan Reformasi (1961-kini) === | === Orde Baru dan Reformasi (1961-kini) === | ||
Seiring dengan berakhirnya PRRI, Unand kembali menata perkembangannya. Pada tahun 1961, Unand membuka kembali [[Fakultas Pertanian]], [[Fakultas Kedokteran Universitas Andalas|Fakultas Kedokteran]], dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan memindahkannya ke [[Padang]]. Sedangkan Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam (FIPIA) baru dapat dibuka setahun kemudian dan itupun cuma dengan satu jurusan, yaitu [[Biologi]]. Selanjutnya, Perguruan Tinggi Ekonomi yang didirikan oleh Yayasan Perguruan Tinggi Pancasila pada tanggal 7 September 1957 menggabungkan diri dengan Unand. Pada tanggal 9 Oktober 1963, Unand membuka [[Fakultas Peternakan Universitas Andalas|Fakultas Peternakan]]. Fakultas ini merupakan Fakultas Peternakan pertama yang didirikan di Indonesia. Dengan demikian, sampai tahun 1963 Unand telah memiliki tujuh (7) fakultas, tetapi pada tahun berikutnya FKIP memisahkan diri dan berkembang menjadi [[Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan]] (IKIP) dan selanjutnya berubah nama menjadi [[Universitas Negeri Padang]] (UNP). | Seiring dengan berakhirnya PRRI, Unand kembali menata perkembangannya. Pada tahun 1961, Unand membuka kembali [[Fakultas Pertanian]], [[Fakultas Kedokteran Universitas Andalas|Fakultas Kedokteran]], dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan memindahkannya ke [[Padang]]. Sedangkan Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam (FIPIA) baru dapat dibuka setahun kemudian dan itupun cuma dengan satu jurusan, yaitu [[Biologi]]. Selanjutnya, Perguruan Tinggi Ekonomi yang didirikan oleh Yayasan Perguruan Tinggi Pancasila pada tanggal 7 September 1957 menggabungkan diri dengan Unand. Pada tanggal 9 Oktober 1963, Unand membuka [[Fakultas Peternakan Universitas Andalas|Fakultas Peternakan]]. Fakultas ini merupakan Fakultas Peternakan pertama yang didirikan di Indonesia. Dengan demikian, sampai tahun 1963 Unand telah memiliki tujuh (7) fakultas, tetapi pada tahun berikutnya FKIP memisahkan diri dan berkembang menjadi [[Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan]] (IKIP) dan selanjutnya berubah nama menjadi [[Universitas Negeri Padang]] (UNP).<ref>[http://unp.ac.id/id/hal/sejarah Sejarah UNP] .</ref> | ||
Dengan kepindahan kampusnya ke Padang, Unand mulai membenahi diri secara menyeluruh, baik dari segi organisasi, dosen, maupun infrastruktur. Kampus Air Tawar dibangun untuk Fakultas Pertanian, FIPIA, Fakultas Peternakan, dan FKIP (sekarang menjadi kampus UNP). Adapun Fakultas Ekonomi dibangun di kampus Jati, Padang (sekarang kampus Fakultas Ekonomi Program Reguler Mandiri dan [[Universitas Dharma Andalas|STIE Dharma Andalas]]). Sedangkan Fakultas Kedokteran terdapat di dua lokasi, yaitu Kampus Jati dan Pondok. Fakultas Hukum tetap berada di kampusnya yang lama di Parak Karambia (sekarang kampus Fakultas Hukum Program Reguler Mandiri). Adapun rektorat Unand berada di kampus Jati bersebelahan dengan Fakultas Ekonomi. Pada tahun 1962, jumlah dosen Unand sudah mencapai 261 orang, termasuk 180 orang dosen luar biasa dan "dosen terbang". Adapun jumlah mahasiswanya sudah mencapai 3920 orang. | Dengan kepindahan kampusnya ke Padang, Unand mulai membenahi diri secara menyeluruh, baik dari segi organisasi, dosen, maupun infrastruktur. Kampus Air Tawar dibangun untuk Fakultas Pertanian, FIPIA, Fakultas Peternakan, dan FKIP (sekarang menjadi kampus UNP). Adapun Fakultas Ekonomi dibangun di kampus Jati, Padang (sekarang kampus Fakultas Ekonomi Program Reguler Mandiri dan [[Universitas Dharma Andalas|STIE Dharma Andalas]]). Sedangkan Fakultas Kedokteran terdapat di dua lokasi, yaitu Kampus Jati dan Pondok. Fakultas Hukum tetap berada di kampusnya yang lama di Parak Karambia (sekarang kampus Fakultas Hukum Program Reguler Mandiri). Adapun rektorat Unand berada di kampus Jati bersebelahan dengan Fakultas Ekonomi. Pada tahun 1962, jumlah dosen Unand sudah mencapai 261 orang, termasuk 180 orang dosen luar biasa dan "dosen terbang". Adapun jumlah mahasiswanya sudah mencapai 3920 orang.<ref>Zulqayyim, hal. 9.</ref> | ||
Pada tahun 1982, [[Fakultas Sastra]] didirikan dan mulai menerima mahasiswanya untuk angkatan pertama. Pada awalnya fakultas ini bernama Fakultas Sastra dan Sosial Budaya kemudian berganti nama menjadi Fakultas Sastra karena Jurusan [[Sosiologi]] dengan Program Studi Sosiologi dan [[Antropologi]] yang juga baru dibuka "dititipkan" di fakultas ini. Kedua program studi tersebut menjadi cikal bakal untuk mendirikan [[Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas|Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik]] (FISIP) pada tahun 1993. Fakultas Sastra kemudian juga berganti nama menjadi Fakultas Ilmu Budaya pada tahun 2011. Kampus kedua fakultas ini terletak di Jl. Situjuh, [[Jati, Padang Timur, Padang|Jati, Padang]], yang sebelumnya merupakan Labor Fisiologi Fakultas Kedokteran (sekarang rumah dinas rektor dan gedung percetakan Unand). Berikutnya, Unand membuka pula dua program studi [[Teknik Mesin]] dan [[Teknik Sipil]] pada tahun 1985, yang merupakan cikal bakal terbentuknya [[Fakultas Teknik]]. Pada awalnya pengelolaan kedua program studi ini berada di Fakultas Matematika dan Pengetahuan Alam (FMIPA), sedangkan dalam pelaksanaan perkuliahannya Unand bekerja sama dengan [[Institut Teknologi Bandung]] (ITB). Pendirian Fakultas Teknik ini baru disetujui oleh [[Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi|Dirjen Dikti]] pada tanggal 13 Mei 1993. | Pada tahun 1982, [[Fakultas Sastra]] didirikan dan mulai menerima mahasiswanya untuk angkatan pertama. Pada awalnya fakultas ini bernama Fakultas Sastra dan Sosial Budaya kemudian berganti nama menjadi Fakultas Sastra karena Jurusan [[Sosiologi]] dengan Program Studi Sosiologi dan [[Antropologi]] yang juga baru dibuka "dititipkan" di fakultas ini. Kedua program studi tersebut menjadi cikal bakal untuk mendirikan [[Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas|Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik]] (FISIP) pada tahun 1993. Fakultas Sastra kemudian juga berganti nama menjadi Fakultas Ilmu Budaya pada tahun 2011. Kampus kedua fakultas ini terletak di Jl. Situjuh, [[Jati, Padang Timur, Padang|Jati, Padang]], yang sebelumnya merupakan Labor Fisiologi Fakultas Kedokteran (sekarang rumah dinas rektor dan gedung percetakan Unand). Berikutnya, Unand membuka pula dua program studi [[Teknik Mesin]] dan [[Teknik Sipil]] pada tahun 1985, yang merupakan cikal bakal terbentuknya [[Fakultas Teknik]]. Pada awalnya pengelolaan kedua program studi ini berada di Fakultas Matematika dan Pengetahuan Alam (FMIPA), sedangkan dalam pelaksanaan perkuliahannya Unand bekerja sama dengan [[Institut Teknologi Bandung]] (ITB). Pendirian Fakultas Teknik ini baru disetujui oleh [[Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi|Dirjen Dikti]] pada tanggal 13 Mei 1993.<ref>Zulqayyim, hal. 10.</ref> | ||
Sementara itu, Pendidikan Ahli Administrasi dan Perusahaan (PAAP) yang dibuka di Fakultas Ekonomi pada tahun 1980 berubah nama menjadi Program Diploma III (DIII) Ekonomi. Unand selanjutnya merintis pula pembukaan dua fakultas nongelar teknologi pada tahun 1982, yaitu [[Politeknik Negeri Padang|Politeknik Teknologi]] dan [[Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh|Politeknik Pertanian]]. Kampus Politeknik Teknologi berada di Padang sedangkan kampus Politeknik Pertanian berada di Tanjung Pati, Payakumbuh. Fakultas Kedokteran juga mengembangkan diri dengan membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis pada tahun 1984. Setahun berikutnya, Unand membuka Program Pascasarjana dengan bekerja sama dengan [[Institut Pertanian Bogor]] (IPB) dan baru pada tahun 2000 Program Pascasarjana ini mulai berdiri sendiri serta mulai pula mendirikan Program Doktor (S3). Seiring dengan itu, Fakultas Ekonomi juga mulai menerima mahasiswa S2 untuk program Magister Manajemen. Selanjutnya, pada tahun 2008 Unand mengembangkan dua jurusan menjadi dua fakultas. Kedua fakultas itu adalah: Fakultas Teknologi Pertanian yang dikembangkan dari jurusan Teknologi Pertanian di Fakultas Pertanian dan [[Fakultas Farmasi]] yang dikembangkan dari jurusan Farmasi di FMIPA. Berikutnya, pada tanggal 13 Juli 2012 Fakultas Kedokteran dikembangkan lagi menjadi Fakultas Kesehatan Masyarakat, yang menjadi fakultas kedua belas di Universitas Andalas. | Sementara itu, Pendidikan Ahli Administrasi dan Perusahaan (PAAP) yang dibuka di Fakultas Ekonomi pada tahun 1980 berubah nama menjadi Program Diploma III (DIII) Ekonomi. Unand selanjutnya merintis pula pembukaan dua fakultas nongelar teknologi pada tahun 1982, yaitu [[Politeknik Negeri Padang|Politeknik Teknologi]] dan [[Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh|Politeknik Pertanian]]. Kampus Politeknik Teknologi berada di Padang sedangkan kampus Politeknik Pertanian berada di Tanjung Pati, Payakumbuh. Fakultas Kedokteran juga mengembangkan diri dengan membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis pada tahun 1984. Setahun berikutnya, Unand membuka Program Pascasarjana dengan bekerja sama dengan [[Institut Pertanian Bogor]] (IPB) dan baru pada tahun 2000 Program Pascasarjana ini mulai berdiri sendiri serta mulai pula mendirikan Program Doktor (S3). Seiring dengan itu, Fakultas Ekonomi juga mulai menerima mahasiswa S2 untuk program Magister Manajemen. Selanjutnya, pada tahun 2008 Unand mengembangkan dua jurusan menjadi dua fakultas. Kedua fakultas itu adalah: Fakultas Teknologi Pertanian yang dikembangkan dari jurusan Teknologi Pertanian di Fakultas Pertanian dan [[Fakultas Farmasi]] yang dikembangkan dari jurusan Farmasi di FMIPA. Berikutnya, pada tanggal 13 Juli 2012 Fakultas Kedokteran dikembangkan lagi menjadi Fakultas Kesehatan Masyarakat, yang menjadi fakultas kedua belas di Universitas Andalas.<ref>Zulqayyim, hal. 10.</ref> | ||
Saat terjadinya [[Gempa bumi Sumatera Barat 2009|gempa bumi tanggal 30 September 2009]], identifikasi kerusakan yang terjadi di lingkungan kampus Unand memperlihatkan bahwa hampir semua gedung mengalami kerusakan bervariasi. Kerusakan paling berat terjadi di Fakultas Teknik Universitas Andalas. Sebagai respons cepat atas gempa tersebut, maka dibentuk Tim ''Emergency Response and Recovery'' untuk membantu masyarakat yang terkena musibah gempa yang diketuai oleh Alfan Miko. Dibentuk pula 2 posko gempa, yaitu di Kampus [[Limau Manis, Pauh, Padang|Limau Manis]] untuk koordinasi dan penghimpunan mahasiswa untuk jadi relawan dan Posko Kampus Unand di Jalan Perintis Kemerdekaan untuk relawan dan penghimpunan berbagai sumbangan. | Saat terjadinya [[Gempa bumi Sumatera Barat 2009|gempa bumi tanggal 30 September 2009]], identifikasi kerusakan yang terjadi di lingkungan kampus Unand memperlihatkan bahwa hampir semua gedung mengalami kerusakan bervariasi. Kerusakan paling berat terjadi di Fakultas Teknik Universitas Andalas. Sebagai respons cepat atas gempa tersebut, maka dibentuk Tim ''Emergency Response and Recovery'' untuk membantu masyarakat yang terkena musibah gempa yang diketuai oleh Alfan Miko. Dibentuk pula 2 posko gempa, yaitu di Kampus [[Limau Manis, Pauh, Padang|Limau Manis]] untuk koordinasi dan penghimpunan mahasiswa untuk jadi relawan dan Posko Kampus Unand di Jalan Perintis Kemerdekaan untuk relawan dan penghimpunan berbagai sumbangan.<ref>[http://www.unand.ac.id/id/berita/universitas/657-gempa Gempa]</ref> | ||
== Pimpinan == | == Pimpinan == | ||
| Baris 52: | Baris 52: | ||
* Dekan Fakultas Pertanian : '''Prof. Dr. Ir. Indra Dwipa, M.S.''' | * Dekan Fakultas Pertanian : '''Prof. Dr. Ir. Indra Dwipa, M.S.''' | ||
* Dekan Fakultas Peternakan : ''' Prof. Dr. Ir. Mardiati Zain ''' | * Dekan Fakultas Peternakan : ''' Prof. Dr. Ir. Mardiati Zain ''' | ||
* Dekan Fakultas Teknologi Informasi : '''Dr. Eng. Lusi Susanti, S.T., M.Eng.''' | * Dekan Fakultas Teknologi Informasi : '''Dr. Eng. Lusi Susanti, S.T., M.Eng.''' | ||
* Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat: '''Dr. dr. Dien Gusta Anggraini Nursal, M.K.M.''' | * Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat: '''Dr. dr. Dien Gusta Anggraini Nursal, M.K.M.''' | ||
* Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam : ''' Prof. Dr. Mai Efdi, M.Si.''' | * Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam : ''' Prof. Dr. Mai Efdi, M.Si.''' | ||
| Baris 61: | Baris 61: | ||
== Akademik == | == Akademik == | ||
=== Fakultas === | === Fakultas === | ||
{|class="toccolours" style="float:right; margin-left:1em; font-size:90%; line-height:1.4em; width:280px;" | |||
|- style="text-align:center;" | |||
| '''Fakultas''' || '''Dies natalis''' | |||
|- style="text-align:center;" | |||
| [[Fakultas Hukum Universitas Andalas|Hukum]] || 17 Agustus 1951 | |||
|- style="text-align:center;" | |||
| [[Fakultas Pertanian Universitas Andalas|Pertanian]]|| 30 November 1954 | |||
|- style="text-align:center;" | |||
| [https://fk.unand.ac.id/ Kedokteran]|| 7 September 1955 | |||
|- style="text-align:center;" | |||
| [[Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Andalas|Matematika dan IPA]] || 7 September 1955 | |||
|- style="text-align:center;" | |||
| [[Fakultas Ekonomi Universitas Andalas|Ekonomi]] || 7 September 1957 | |||
|- style="text-align:center;" | |||
| [[Fakultas Peternakan Universitas Andalas|Peternakan]] || 9 Oktober 1963 | |||
|- style="text-align:center;" | |||
| [[Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas|Ilmu Budaya]]|| 7 Maret 1982 | |||
|- style="text-align:center;" | |||
| Sekolah Pascasarjana || 17 September 1984 | |||
|- style="text-align:center;" | |||
| [[Fakultas Teknik Universitas Andalas|Teknik]] || 13 Mei 1993 | |||
|- style="text-align:center;" | |||
| [[Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas|Ilmu Sosial dan Ilmu Politik]] || 13 Mei 1993 | |||
|- style="text-align:center;" | |||
| [[Fakultas Farmasi Universitas Andalas|Farmasi]] || 15 Mei 2008 | |||
|- style="text-align:center;" | |||
| [[Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas|Teknologi Pertanian]] || 15 Mei 2008 | |||
|- style="text-align:center;" | |||
| [[Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas|Kesehatan Masyarakat]] || 13 Juli 2012 | |||
|- style="text-align:center;" | |||
| [[Fakultas Teknologi Informasi Universitas Andalas|Teknologi Informasi]] || 13 Juli 2012 | |||
|- style="text-align:center;" | |||
| [[Fakultas Keperawatan Universitas Andalas|Keperawatan]] || 13 Juli 2012 | |||
|- style="text-align:center;" | |||
| [[Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas|Kedokteran Gigi]]|| 13 Juli 2012 | |||
|} | |||
Sejak awal berdirinya hingga sekarang ini, Universitas Andalas total telah memiliki lima belas (15) [[fakultas]], dan satu sekolah [[pascasarjana]], dengan rincian 55 program studi sarjana, 46 program studi magister (S2), 19 program studi doktor (S3), 20 program pendidikan dokter spesialis, 7 Profesi dan 4 program studi D3.<ref>[http://akademik.unand.ac.id/index.php/2014-02-20-01-35-30] .</ref><ref>https://newlpm.unand.ac.id/akreditasi-prodi/</ref> | |||
Sejak awal berdirinya hingga sekarang ini, Universitas Andalas total telah memiliki lima belas (15) [[fakultas]], dan satu sekolah [[pascasarjana]], dengan rincian 55 program studi sarjana, 46 program studi magister (S2), 19 program studi doktor (S3), 20 program pendidikan dokter spesialis, 7 Profesi dan 4 program studi D3. | |||
=== Peringkat dan prestasi === | === Peringkat dan prestasi === | ||
{| class="wikitable" style="text-align:right;" | |||
|- | |||
! colspan="23" style="background:#BFBFBF;"| Peringkat Universitas Andalas | |||
|- | |||
!rowspan=2|Versi | |||
!colspan=21|Peringkat nasional | |||
!rowspan=2|Sumber | |||
|- | |||
!2005 | |||
!2006 | |||
!2007 | |||
!2008 | |||
!2009 | |||
!2010 | |||
!2011 | |||
!2012 | |||
!2013 | |||
!2014 | |||
!2015 | |||
!2016 | |||
!2017 | |||
!2018 | |||
!2019 | |||
!2020 | |||
!2021 | |||
!2022 | |||
!2023 | |||
!2024 | |||
!2025 | |||
|- | |||
|Webometrics | |||
| | |||
| | |||
| | |||
| | |||
| | |||
| | |||
|8 | |||
| 38 | |||
| 32 | |||
| 26 | |||
| | |||
| | |||
| | |||
| 15 | |||
| 13 | |||
|24 | |||
| 8 | |||
| 12 | |||
| | |||
| | |||
| | |||
|<ref>[http://www.webometrics.info/en/Asia/Indonesia Indonesia University Ranking] . Webometrics. Diakses 7 September 2019.</ref> | |||
|- | |||
|uniRank (4ICU) | |||
|29 | |||
| 27 | |||
| 39 | |||
| 42 | |||
| 47 | |||
| 27 | |||
| 27 | |||
| 33 | |||
| 36 | |||
| 28 | |||
| 32 | |||
| 36 | |||
| 26 | |||
| 34 | |||
| 24 | |||
| 20 | |||
| 22 | |||
| 26 | |||
| 40 | |||
| 23 | |||
| 22 | |||
|<ref>[http://www.4icu.org/id/ Peringkat Universitas Indonesia di 4ICU] . Diakses 7 September 2019.</ref><ref>[https://www.unirank.org/id/ranking/ Top Universities in Indonesia | 2025 University Rankings]. ''www.unirank.org''.</ref> | |||
|- | |||
|[[Peringkat universitas dunia UI GreenMetric|UI GreenMetric]] | |||
|– | |||
|– | |||
|– | |||
|– | |||
|– | |||
|– | |||
|– | |||
|– | |||
|8 | |||
|4 | |||
|7 | |||
|10 | |||
|16 | |||
|24 | |||
|47 | |||
|47 | |||
|– | |||
|58 | |||
|48 | |||
|51 | |||
| | |||
|<ref>[http://www.unand.ac.id/id/berita/universitas/2672-unand-menempati-peringkat-kedelapan-ui-greenmetric-world-university-rangking Unand Menempati Peringkat Kedelapan UI GreenMetric World University Ranking ] . Diakses Mei 2014</ref><ref>https://greenmetric.ui.ac.id/rankings/ranking-by-country-2020/Indonesia</ref><ref>https://greenmetric.ui.ac.id/rankings/overall-rankings-2013</ref><ref>https://greenmetric.ui.ac.id/rankings/overall-rankings-2014</ref><ref>https://greenmetric.ui.ac.id/rankings/overall-rankings-2015</ref><ref>https://greenmetric.ui.ac.id/rankings/overall-rankings-2016</ref><ref>https://greenmetric.ui.ac.id/rankings/overall-rankings-2017</ref><ref>https://greenmetric.ui.ac.id/rankings/overall-rankings-2018</ref><ref>https://greenmetric.ui.ac.id/rankings/ranking-by-country-2019/indonesia</ref><ref>https://greenmetric.ui.ac.id/rankings/ranking-by-country-2022/indonesia</ref><ref>https://greenmetric.ui.ac.id/rankings/overall-rankings-2023</ref><ref>https://greenmetric.ui.ac.id/rankings/overall-rankings-2024</ref> | |||
|} | |||
Kementerian Riset dan Teknologi Republik Indonesia pada tahun 2016 menempatkan Unand di peringkat ke-11 perguruan tinggi terbaik di Indonesia dari 12 besar perguruan tinggi di Indonesia (Cluster 1) atau posisi pertama di Pulau Sumatra dan posisi kedua di luar Pulau Jawa.<ref>[http://www.unand.ac.id/id/berita-peristiwa/berita/item/991-unand-peringkat-11-pt-tahun-2016 Universitas Andalas - Unand Peringkat 11 PT Tahun 2016].</ref> Selain itu, ''Majalah Tempo'' edisi Maret 2006 menempatkan Unand pada posisi ke-14 dalam analisisnya terhadap kapasitas alumninya yang diserap oleh dunia usaha. Sampai posisi ke-13 ditempati oleh perguruan tinggi yang berada di Pulau Jawa. Hal ini berarti Unand menduduki posisi pertama di Sumatra dan bahkan di luar Jawa. Pada bulan Mei 2008, ''Majalah Tempo'' kembali menempatkan Unand sebagai salah satu perguruan tinggi, dalam hal ini alumni Fakultas Pertanian dan Sastra, merupakan yang paling diminati oleh berbagai instansi dalam merekrut tenaga kerjanya.<ref>https://web.archive.org/web/20111121052953/https://www.gatra.com/universitas-andalas</ref> Unand juga merupakan satu-satunya perguruan tinggi di Sumatra yang memperoleh Akreditasi A. Dari laporan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) tahun 2003, Unand menduduki peringkat 11 (peringkat dua di luar Jawa) dari 41 perguruan tinggi negeri di Indonesia. | |||
Pada bulan Januari 2011, berdasarkan hasil survei halaman situs ''Webometrics'', Unand termasuk dalam 100 perguruan tinggi terbaik di ASEAN (peringkat 26) atau peringkat 8 di Indonesia (terbaik di luar Pulau Jawa), sedangkan menurut survei per Januari 2012, Unand menduduki peringkat 38 di Indonesia.<ref>[http://www.webometrics.info/rank_by_country.asp?country=id Unand di webometrics] Diakses 17 Juli 2012.</ref> Universitas Andalas juga memiliki 130 Guru Besar/Profesor dan merupakan universitas yang memiliki Guru Besar terbanyak di Sumatra (Per 24 September 2010). Selain itu, Fakultas Kedokteran (FK) Unand merupakan FK pertama di Indonesia yang menjadi pionir dalam melaksanakan pendidikan dengan [[Kurikulum Berbasis Kompetensi]] (KBK), yang bekerja sama dengan ''Health Workforce and service (HWS) project'' dari Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) [[Menteri Pendidikan Nasional|Kementerian Pendidikan Nasional]] dan juga merupakan salah satu dari 13 Fakultas Kedokteran di Indonesia yang diakui/terakreditasi oleh Pemerintah [[Malaysia]].<ref>[http://www.fk.unand.ac.id/ FK Unand profil].</ref> | |||
Pada | Pada tahun 2006, Unand berusia 50 tahun. Dalam rangka merayakan ulang tahun emasnya, Unand mengadakan berbagai kegiatan. Di antaranya, pemberian gelar Doktor [[Honoris Causa]] dalam bidang Pembangunan Pertanian Berkelanjutan kepada Presiden RI [[Susilo Bambang Yudhoyono]] pada tanggal 21 September 2006.<ref>[https://news.detik.com/berita/d-679961/sby-dianugerahi-doktor-hc-mahasiswa-unand-menentang SBY Dianugerahi Doktor HC, Mahasiswa Unand Menentang]. ''detiknews''.</ref> Di samping itu, Unand juga menerbitkan 52 buku karya dosen-dosennya. Universitas Andalas juga merupakan salah satu perguruan tinggi pionir yang menyelenggarakan kuliah umum kewirausahaan untuk membangkitkan jiwa ''enterpreunership'' mahasiswanya yang rutin diadakan setiap hari Jumat sejak tahun akademik 2007/2008. | ||
Pada tahun 2014, Unand mendapat akreditasi A dari BAN PT. Dengan demikian, Unand menjadi universitas keenam di Indonesia yang terakreditasi A setelah [[Universitas Indonesia]], [[Universitas Gadjah Mada]], [[Universitas Airlangga]], [[Institut Teknologi Bandung]], dan [[Universitas Hasanuddin]], atau yang pertama di Sumatra.<ref>[http://www.infosumbar.net/berita/berita-sumbar/akreditasi-perguruan-tinggi-unand-raih-nilai/ Unand Raih Akreditasi A].</ref> | |||
Pada tahun 2014, Unand mendapat akreditasi A dari BAN PT. Dengan demikian, Unand menjadi universitas keenam di Indonesia yang terakreditasi A setelah [[Universitas Indonesia]], [[Universitas Gadjah Mada]], [[Universitas Airlangga]], [[Institut Teknologi Bandung]], dan [[Universitas Hasanuddin]], atau yang pertama di Sumatra. | |||
== Organisasi == | == Organisasi == | ||
=== Majelis Wali Amanat === | === Majelis Wali Amanat === | ||
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 95 Tahun 2021, Universitas Andalas adalah sebuah [[Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum]] (PTN-BH). Sebuah Majelis Wali Amanat (MWA) bertugas untuk "menetapkan, memberikan pertimbangan pelaksanaan kebijakan umum, dan melaksanakan pengawasan di bidang nonakademik." MWA terdiri atas 17 (tujuh belas) orang, yang terdiri atas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Rektor, Ketua Senat Akademik Universitas (SAU), 3 (tiga) orang wakil dari masyarakat, 8 (delapan) orang wakil dari dosen, 1 (satu) orang wakil dari alumni, 1 (satu) orang wakil dari tenaga kependidikan, dan 1 (satu) orang wakil dari mahasiswa. | Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 95 Tahun 2021, Universitas Andalas adalah sebuah [[Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum]] (PTN-BH).<ref>[https://hariansinggalang.co.id/unand-ditetapkan-sebagai-ptn-bh-ke-13/ Unand Ditetapkan sebagai PTN-BH ke-13]. ''Harian Singgalang''.</ref> Sebuah Majelis Wali Amanat (MWA) bertugas untuk "menetapkan, memberikan pertimbangan pelaksanaan kebijakan umum, dan melaksanakan pengawasan di bidang nonakademik." MWA terdiri atas 17 (tujuh belas) orang, yang terdiri atas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Rektor, Ketua Senat Akademik Universitas (SAU), 3 (tiga) orang wakil dari masyarakat, 8 (delapan) orang wakil dari dosen, 1 (satu) orang wakil dari alumni, 1 (satu) orang wakil dari tenaga kependidikan, dan 1 (satu) orang wakil dari mahasiswa.<ref>[https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/176232/pp-no-95-tahun-2021 "Peraturan Pemerintah Nomor 95 Tahun 2021 tentang PERGURUAN TINGGI NEGERI BADAN HUKUM UNIVERSITAS ANDALAS].</ref> | ||
Pada 2021, Ketua MWA Unand pertama dijabat oleh [[Menteri Kelautan dan Perikanan]] [[Sakti Wahyu Trenggono]] sebagai anggota MWA yang mewakili unsur masyarakat. Pada 23 Desember 2024, ia mengundurkan diri sebagai Ketua dan Anggota MWA Unand karena terpilih menjadi Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional, kemudian jabatannya sebagai ketua MWA digantikan oleh Febrin Anas Ismail mulai 7 Januari 2025. | Pada 2021, Ketua MWA Unand pertama dijabat oleh [[Menteri Kelautan dan Perikanan]] [[Sakti Wahyu Trenggono]] sebagai anggota MWA yang mewakili unsur masyarakat.<ref>[https://www.unand.ac.id/id/berita-peristiwa/berita/item/3987-mwa-kementerian-kelautan-dan-perikanan-unand.html Salinan arsip].</ref> Pada 23 Desember 2024, ia mengundurkan diri sebagai Ketua dan Anggota MWA Unand karena terpilih menjadi Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional, kemudian jabatannya sebagai ketua MWA digantikan oleh Febrin Anas Ismail mulai 7 Januari 2025.<ref>[https://www.instagram.com/p/DE4Tch2SbJJ/ Instagram]. ''www.instagram.com''.</ref> | ||
=== Pimpinan === | === Pimpinan === | ||
* Presiden: | * Presiden: | ||
** Prof. dr. [[M. Syaaf]] (1956–1958) | ** Prof. dr. [[M. Syaaf]] (1956–1958) | ||
| Baris 98: | Baris 233: | ||
** Dr.Eng. Ir. Febrin Anas Ismail , M.T. (pejabat sementara, 2011) | ** Dr.Eng. Ir. Febrin Anas Ismail , M.T. (pejabat sementara, 2011) | ||
** Prof. Dr. [[Werry Darta Taifur]] , S.E., M.A. (2011-2015) | ** Prof. Dr. [[Werry Darta Taifur]] , S.E., M.A. (2011-2015) | ||
** Prof. Dr. [[Tafdil Husni]] , S.E., M.B.A. (2015-2019) | ** Prof. Dr. [[Tafdil Husni]] , S.E., M.B.A. (2015-2019)<ref>M R Denya Utama. [http://sumbar.antaranews.com/berita/156043/tafdil-husni-terpilih-sebagai-rektor-unand-2015-2019.html Tafdil Husni Terpilih sebagai Rektor Unand 2015–2019]. sumbar.antaranews.com.</ref> | ||
** Prof. Dr. [[Yuliandri]] , S.H., M.H. (2019-2023) | ** Prof. Dr. [[Yuliandri]] , S.H., M.H. (2019-2023)<ref>Joni Abdul Kasir. [http://news.m.klikpositif.com/baca/61062/prof--yuliandri-dilantik-sebagai-rektor-unand-sore-ini-di-kemedikbud Prof. Yuliandri Dilantik Sebagai Rektor Unand Sore Ini di Kemedikbud]. Klikpositif.com.</ref> | ||
** H. [[Efa Yonnedi]] , S.E., MPPM., Akt., CA., CRGP., Ph.D. (2023-kini) | ** H. [[Efa Yonnedi]] , S.E., MPPM., Akt., CA., CRGP., Ph.D. (2023-kini)<ref>[https://www.antaranews.com/berita/3831333/mwa-lantik-eks-konsultan-bank-dunia-sebagai-rektor-unand-2023-2028 MWA lantik eks konsultan Bank Dunia sebagai Rektor Unand 2023-2028]. ''Antara News''. 20 Nov 2023.</ref> | ||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
| Baris 107: | Baris 242: | ||
* [[Hutan Pendidikan dan Penelitian Biologi Universitas Andalas]] | * [[Hutan Pendidikan dan Penelitian Biologi Universitas Andalas]] | ||
* [[Daftar alumni Universitas Andalas]] | * [[Daftar alumni Universitas Andalas]] | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* [http://www.unand.ac.id Situs web resmi Universitas Andalas] | * [http://www.unand.ac.id Situs web resmi Universitas Andalas] | ||
* [http://www.alunand.com Ikatan Alumni Universitas Andalas] | * [http://www.alunand.com Ikatan Alumni Universitas Andalas] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Universitas+Andalas&oldid=29509834 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29509834 (2026-07-31T13:40:31Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 14.08

Universitas Andalas (biasa disingkat dengan UNAND atau digayakan dalam huruf kapital semua[1]) adalah perguruan tinggi negeri Indonesia yang terletak di Kota Padang, Sumatera Barat, Indonesia. Universitas ini merupakan salah satu universitas tertua di luar Pulau Jawa yang dibuka secara resmi pada tanggal 13 September 1956 oleh Wakil Presiden Mohammad Hatta. Pada saat itu, Unand adalah universitas keempat yang diresmikan oleh Pemerintah Indonesia.[2] Universitas Andalas terdiri dari lima belas fakultas dengan kampus utama di Limau Manis, Jati, Padang; terdapat pula kampus-kampus lain di Payakumbuh, dan Dharmasraya.
Berdasarkan Evaluasi dan Klasterisasi Perguruan Tinggi Berbasis Kinerja Penelitian yang diluncurkan oleh Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional pada November 2019, Universitas Andalas menempati peringkat keempat dari peguruan tinggi se-Indonesia. Sejak 2016, kampus ini telah termasuk dalam perguruan tinggi negeri klaster 1 dari Kemenristekdikti.[3][4] Pada tahun 2021, Unand resmi ditetapkan sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) ke-13 di Indonesia melalui Peraturan Pemerintah Nomor 95 Tahun 2021.[5]
Sejarah
Periode awal (1948-58)
Keinginan masyarakat Sumatera Barat untuk mendirikan sebuah perguruan tinggi sudah ada sejak memasuki abad ke-20. Hal itu dapat dipahami karena pada masa itu sudah muncul golongan intelektual dan cendekiawan yang peduli dengan pendidikan anak bangsa. Namun, Pemerintah Kolonial Belanda tidak memberi kesempatan sedikit pun untuk mewujudkannya. Gagasan itu kembali mengemuka seiring diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.
Keinginan untuk mendirikan suatu jenjang pendidikan tinggi di Sumatera Barat baru dapat diwujudkan pada tahun 1948 dengan mendirikan enam akademi, yaitu: Akademi Pamong Praja, Akademi Pendidikan Jasmani, Akademi Kadet, Akta A Bahasa Inggris, dan Sekolah Inspektur Polisi. Keenam akademi tersebut berada di Bukittinggi. Selanjutnya, keberhasilan pendirian akademi ini mendorong sebuah yayasan pendidikan bernama Yayasan Sriwijaya untuk mendirikan Balai Perguruan Tinggi Hukum Pancasila (BPTHP) di Padang pada tanggal 17 Agustus 1951.
Mengikuti langkah Yayasan Sriwijaya tersebut, kemudian pemerintah mendirikan Perguruan Tinggi Pendidikan Guru di Batusangkar pada tanggal 23 Oktober 1954, Perguruan Tinggi Negeri Pertanian di Payakumbuh pada tanggal 30 November 1954, dan Fakultas Kedokteran serta Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam (FIPIA) di Bukittinggi pada tanggal 7 September 1955. Keempat fakultas tersebut diresmikan oleh Wakil Presiden Mohammad Hatta. Seiring dengan itu, Yayasan Sriwijaya pun menyerahkan BPTHP kepada Pemerintah Provinsi Sumatra Tengah. Dan, sejak itu BPTHP berganti nama menjadi Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat.[6]
Kelima fakultas itu menjadi cikal bakal dalam mendirikan Universitas Andalas. Oleh karena merupakan universitas pertama yang didirikan di Pulau Sumatra, maka Bung Hatta mengusulkan nama Universitas Andalas, dengan merujuk kepada nama Pulau Sumatra yang juga dikenal dengan Pulau Andalas.
Pada tanggal 13 September 1956, Wakil Presiden Mohammad Hatta meresmikan pembukaan Universitas Andalas di Bukittinggi. Selanjutnya, pada tahun 1958, untuk pertama kalinya Universitas Andalas mulai memetik hasil dengan lulusnya Mr. Rudito Rachmad sebagai Sarjana Hukum pertama. Satu tahun berikutnya, Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat mewisuda pula empat mahasiswanya, yaitu Mr. Herman Sihombing, Mr. Zawier Zienser, Mr. Eddy Ang Ze Siang, dan Mr. Djalaluddin Ilyas.[7]
Era pergolakan (1958-61)
Beberapa bulan setelah meresmikan Unand, Bung Hatta yang tidak sepaham lagi dengan Presiden Soekarno meletakkan jabatannya sebagai Wakil Presiden. Sehingga berakhirlah Dwi Tunggal Soekarno-Hatta. Beberapa tokoh militer dan politik pun kemudian bersepakat untuk "menegur" pusat dengan mendirikan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) dan menjadikan Sumatra Tengah, khususnya Sumatera Barat sebagai basisnya.[8]
Oleh karena itu, banyak dosen dan mahasiswa Unand yang menunjukkan kesepahamannya dengan PRRI. Akibatnya, Tentara Nasional Indonesia yang ditugaskan untuk menumpas PRRI juga memporakporandakan kampus Unand yang tersebar di beberapa kota: Padang, Bukittinggi, Batusangkar, dan Payakumbuh serta juga yang baru dibangun di Baso.
Situasi politik pada waktu itu benar-benar tidak kondusif untuk melaksanakan aktivitas perkuliahan. Dosen-dosen yang didatangkan dari luar negeri, terutama dari Eropa, ada yang pulang ke negaranya masing-masing dan ada pula yang pindah ke Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, dan Institut Pertanian Bogor. Pada masa PRRI dapat dikatakan sebagai masa kemunduran Universitas Andalas.[9]
Orde Baru dan Reformasi (1961-kini)
Seiring dengan berakhirnya PRRI, Unand kembali menata perkembangannya. Pada tahun 1961, Unand membuka kembali Fakultas Pertanian, Fakultas Kedokteran, dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan memindahkannya ke Padang. Sedangkan Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam (FIPIA) baru dapat dibuka setahun kemudian dan itupun cuma dengan satu jurusan, yaitu Biologi. Selanjutnya, Perguruan Tinggi Ekonomi yang didirikan oleh Yayasan Perguruan Tinggi Pancasila pada tanggal 7 September 1957 menggabungkan diri dengan Unand. Pada tanggal 9 Oktober 1963, Unand membuka Fakultas Peternakan. Fakultas ini merupakan Fakultas Peternakan pertama yang didirikan di Indonesia. Dengan demikian, sampai tahun 1963 Unand telah memiliki tujuh (7) fakultas, tetapi pada tahun berikutnya FKIP memisahkan diri dan berkembang menjadi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) dan selanjutnya berubah nama menjadi Universitas Negeri Padang (UNP).[10]
Dengan kepindahan kampusnya ke Padang, Unand mulai membenahi diri secara menyeluruh, baik dari segi organisasi, dosen, maupun infrastruktur. Kampus Air Tawar dibangun untuk Fakultas Pertanian, FIPIA, Fakultas Peternakan, dan FKIP (sekarang menjadi kampus UNP). Adapun Fakultas Ekonomi dibangun di kampus Jati, Padang (sekarang kampus Fakultas Ekonomi Program Reguler Mandiri dan STIE Dharma Andalas). Sedangkan Fakultas Kedokteran terdapat di dua lokasi, yaitu Kampus Jati dan Pondok. Fakultas Hukum tetap berada di kampusnya yang lama di Parak Karambia (sekarang kampus Fakultas Hukum Program Reguler Mandiri). Adapun rektorat Unand berada di kampus Jati bersebelahan dengan Fakultas Ekonomi. Pada tahun 1962, jumlah dosen Unand sudah mencapai 261 orang, termasuk 180 orang dosen luar biasa dan "dosen terbang". Adapun jumlah mahasiswanya sudah mencapai 3920 orang.[11]
Pada tahun 1982, Fakultas Sastra didirikan dan mulai menerima mahasiswanya untuk angkatan pertama. Pada awalnya fakultas ini bernama Fakultas Sastra dan Sosial Budaya kemudian berganti nama menjadi Fakultas Sastra karena Jurusan Sosiologi dengan Program Studi Sosiologi dan Antropologi yang juga baru dibuka "dititipkan" di fakultas ini. Kedua program studi tersebut menjadi cikal bakal untuk mendirikan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) pada tahun 1993. Fakultas Sastra kemudian juga berganti nama menjadi Fakultas Ilmu Budaya pada tahun 2011. Kampus kedua fakultas ini terletak di Jl. Situjuh, Jati, Padang, yang sebelumnya merupakan Labor Fisiologi Fakultas Kedokteran (sekarang rumah dinas rektor dan gedung percetakan Unand). Berikutnya, Unand membuka pula dua program studi Teknik Mesin dan Teknik Sipil pada tahun 1985, yang merupakan cikal bakal terbentuknya Fakultas Teknik. Pada awalnya pengelolaan kedua program studi ini berada di Fakultas Matematika dan Pengetahuan Alam (FMIPA), sedangkan dalam pelaksanaan perkuliahannya Unand bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB). Pendirian Fakultas Teknik ini baru disetujui oleh Dirjen Dikti pada tanggal 13 Mei 1993.[12]
Sementara itu, Pendidikan Ahli Administrasi dan Perusahaan (PAAP) yang dibuka di Fakultas Ekonomi pada tahun 1980 berubah nama menjadi Program Diploma III (DIII) Ekonomi. Unand selanjutnya merintis pula pembukaan dua fakultas nongelar teknologi pada tahun 1982, yaitu Politeknik Teknologi dan Politeknik Pertanian. Kampus Politeknik Teknologi berada di Padang sedangkan kampus Politeknik Pertanian berada di Tanjung Pati, Payakumbuh. Fakultas Kedokteran juga mengembangkan diri dengan membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis pada tahun 1984. Setahun berikutnya, Unand membuka Program Pascasarjana dengan bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan baru pada tahun 2000 Program Pascasarjana ini mulai berdiri sendiri serta mulai pula mendirikan Program Doktor (S3). Seiring dengan itu, Fakultas Ekonomi juga mulai menerima mahasiswa S2 untuk program Magister Manajemen. Selanjutnya, pada tahun 2008 Unand mengembangkan dua jurusan menjadi dua fakultas. Kedua fakultas itu adalah: Fakultas Teknologi Pertanian yang dikembangkan dari jurusan Teknologi Pertanian di Fakultas Pertanian dan Fakultas Farmasi yang dikembangkan dari jurusan Farmasi di FMIPA. Berikutnya, pada tanggal 13 Juli 2012 Fakultas Kedokteran dikembangkan lagi menjadi Fakultas Kesehatan Masyarakat, yang menjadi fakultas kedua belas di Universitas Andalas.[13]
Saat terjadinya gempa bumi tanggal 30 September 2009, identifikasi kerusakan yang terjadi di lingkungan kampus Unand memperlihatkan bahwa hampir semua gedung mengalami kerusakan bervariasi. Kerusakan paling berat terjadi di Fakultas Teknik Universitas Andalas. Sebagai respons cepat atas gempa tersebut, maka dibentuk Tim Emergency Response and Recovery untuk membantu masyarakat yang terkena musibah gempa yang diketuai oleh Alfan Miko. Dibentuk pula 2 posko gempa, yaitu di Kampus Limau Manis untuk koordinasi dan penghimpunan mahasiswa untuk jadi relawan dan Posko Kampus Unand di Jalan Perintis Kemerdekaan untuk relawan dan penghimpunan berbagai sumbangan.[14]
Pimpinan
Berikut adalah pimpinan di Universitas Andalas yang sedang menjabat:
- Rektor: Efa Yonnedi, S.E., M.P.P.M., Akt., CA., CRGP., Ph.D.
- Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan: Prof. Dr. Syukri Arief, M.Eng.
- Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Pengelolaan Aset: Dr. Hefrizal Handra, M.Soc.Sc.
- Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi Informasi: Prof. Dr. Kurnia Warman, S.H., M.Hum.
- Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Riset, Inovasi, dan Kerja Sama: Prof. Dr. Henmaidi, S.T., M.Eng.Sc.
- Dekan Fakultas Kedokteran : Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp.Onk (K), FACS, FFSTEd.
- Dekan Fakultas Kedokteran Gigi : Prof. Dr. drg. Nila Kasuma, M.Biomed.
- Dekan Fakultas Farmasi : Prof. Apt. Fatma Sri Wahyuni, Ph.D.
- Dekan Fakultas Keperawatan : Dr. Ns. Deswita, S.Kp., M.Kep., Sp.Kep.An.
- Dekan Fakultas Ekonomi Dan Bisnis : Dr. Fery Andrianus, S.E., M.Si.
- Dekan Fakultas Hukum : Prof. Dr. Ferdi, S.H., M.H.
- Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik : Dr. Jendrius, M.Si.
- Dekan Fakultas Ilmu Budaya : Prof. Dr. Herwandi, M.Hum.
- Dekan Fakultas Pertanian : Prof. Dr. Ir. Indra Dwipa, M.S.
- Dekan Fakultas Peternakan : Prof. Dr. Ir. Mardiati Zain
- Dekan Fakultas Teknologi Informasi : Dr. Eng. Lusi Susanti, S.T., M.Eng.
- Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat: Dr. dr. Dien Gusta Anggraini Nursal, M.K.M.
- Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam : Prof. Dr. Mai Efdi, M.Si.
- Dekan Fakultas Teknologi Pertanian : Dr. Ir. Alfi Asben, M.Si.
- Dekan Fakultas Teknik : Prof. Dr. Ir. Is Prima Nanda, M.T.
- Direktur Pascasarjana : Prof. Dr. Apt. Henny Lucida
Akademik
Fakultas
| Fakultas | Dies natalis |
| Hukum | 17 Agustus 1951 |
| Pertanian | 30 November 1954 |
| Kedokteran | 7 September 1955 |
| Matematika dan IPA | 7 September 1955 |
| Ekonomi | 7 September 1957 |
| Peternakan | 9 Oktober 1963 |
| Ilmu Budaya | 7 Maret 1982 |
| Sekolah Pascasarjana | 17 September 1984 |
| Teknik | 13 Mei 1993 |
| Ilmu Sosial dan Ilmu Politik | 13 Mei 1993 |
| Farmasi | 15 Mei 2008 |
| Teknologi Pertanian | 15 Mei 2008 |
| Kesehatan Masyarakat | 13 Juli 2012 |
| Teknologi Informasi | 13 Juli 2012 |
| Keperawatan | 13 Juli 2012 |
| Kedokteran Gigi | 13 Juli 2012 |
Sejak awal berdirinya hingga sekarang ini, Universitas Andalas total telah memiliki lima belas (15) fakultas, dan satu sekolah pascasarjana, dengan rincian 55 program studi sarjana, 46 program studi magister (S2), 19 program studi doktor (S3), 20 program pendidikan dokter spesialis, 7 Profesi dan 4 program studi D3.[15][16]
Peringkat dan prestasi
| Peringkat Universitas Andalas | ||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Versi | Peringkat nasional | Sumber | ||||||||||||||||||||
| 2005 | 2006 | 2007 | 2008 | 2009 | 2010 | 2011 | 2012 | 2013 | 2014 | 2015 | 2016 | 2017 | 2018 | 2019 | 2020 | 2021 | 2022 | 2023 | 2024 | 2025 | ||
| Webometrics | 8 | 38 | 32 | 26 | 15 | 13 | 24 | 8 | 12 | [17] | ||||||||||||
| uniRank (4ICU) | 29 | 27 | 39 | 42 | 47 | 27 | 27 | 33 | 36 | 28 | 32 | 36 | 26 | 34 | 24 | 20 | 22 | 26 | 40 | 23 | 22 | [18][19] |
| UI GreenMetric | – | – | – | – | – | – | – | – | 8 | 4 | 7 | 10 | 16 | 24 | 47 | 47 | – | 58 | 48 | 51 | [20][21][22][23][24][25][26][27][28][29][30][31] | |
Kementerian Riset dan Teknologi Republik Indonesia pada tahun 2016 menempatkan Unand di peringkat ke-11 perguruan tinggi terbaik di Indonesia dari 12 besar perguruan tinggi di Indonesia (Cluster 1) atau posisi pertama di Pulau Sumatra dan posisi kedua di luar Pulau Jawa.[32] Selain itu, Majalah Tempo edisi Maret 2006 menempatkan Unand pada posisi ke-14 dalam analisisnya terhadap kapasitas alumninya yang diserap oleh dunia usaha. Sampai posisi ke-13 ditempati oleh perguruan tinggi yang berada di Pulau Jawa. Hal ini berarti Unand menduduki posisi pertama di Sumatra dan bahkan di luar Jawa. Pada bulan Mei 2008, Majalah Tempo kembali menempatkan Unand sebagai salah satu perguruan tinggi, dalam hal ini alumni Fakultas Pertanian dan Sastra, merupakan yang paling diminati oleh berbagai instansi dalam merekrut tenaga kerjanya.[33] Unand juga merupakan satu-satunya perguruan tinggi di Sumatra yang memperoleh Akreditasi A. Dari laporan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) tahun 2003, Unand menduduki peringkat 11 (peringkat dua di luar Jawa) dari 41 perguruan tinggi negeri di Indonesia.
Pada bulan Januari 2011, berdasarkan hasil survei halaman situs Webometrics, Unand termasuk dalam 100 perguruan tinggi terbaik di ASEAN (peringkat 26) atau peringkat 8 di Indonesia (terbaik di luar Pulau Jawa), sedangkan menurut survei per Januari 2012, Unand menduduki peringkat 38 di Indonesia.[34] Universitas Andalas juga memiliki 130 Guru Besar/Profesor dan merupakan universitas yang memiliki Guru Besar terbanyak di Sumatra (Per 24 September 2010). Selain itu, Fakultas Kedokteran (FK) Unand merupakan FK pertama di Indonesia yang menjadi pionir dalam melaksanakan pendidikan dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), yang bekerja sama dengan Health Workforce and service (HWS) project dari Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional dan juga merupakan salah satu dari 13 Fakultas Kedokteran di Indonesia yang diakui/terakreditasi oleh Pemerintah Malaysia.[35]
Pada tahun 2006, Unand berusia 50 tahun. Dalam rangka merayakan ulang tahun emasnya, Unand mengadakan berbagai kegiatan. Di antaranya, pemberian gelar Doktor Honoris Causa dalam bidang Pembangunan Pertanian Berkelanjutan kepada Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 21 September 2006.[36] Di samping itu, Unand juga menerbitkan 52 buku karya dosen-dosennya. Universitas Andalas juga merupakan salah satu perguruan tinggi pionir yang menyelenggarakan kuliah umum kewirausahaan untuk membangkitkan jiwa enterpreunership mahasiswanya yang rutin diadakan setiap hari Jumat sejak tahun akademik 2007/2008.
Pada tahun 2014, Unand mendapat akreditasi A dari BAN PT. Dengan demikian, Unand menjadi universitas keenam di Indonesia yang terakreditasi A setelah Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Hasanuddin, atau yang pertama di Sumatra.[37]
Organisasi
Majelis Wali Amanat
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 95 Tahun 2021, Universitas Andalas adalah sebuah Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH).[38] Sebuah Majelis Wali Amanat (MWA) bertugas untuk "menetapkan, memberikan pertimbangan pelaksanaan kebijakan umum, dan melaksanakan pengawasan di bidang nonakademik." MWA terdiri atas 17 (tujuh belas) orang, yang terdiri atas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Rektor, Ketua Senat Akademik Universitas (SAU), 3 (tiga) orang wakil dari masyarakat, 8 (delapan) orang wakil dari dosen, 1 (satu) orang wakil dari alumni, 1 (satu) orang wakil dari tenaga kependidikan, dan 1 (satu) orang wakil dari mahasiswa.[39]
Pada 2021, Ketua MWA Unand pertama dijabat oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sebagai anggota MWA yang mewakili unsur masyarakat.[40] Pada 23 Desember 2024, ia mengundurkan diri sebagai Ketua dan Anggota MWA Unand karena terpilih menjadi Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional, kemudian jabatannya sebagai ketua MWA digantikan oleh Febrin Anas Ismail mulai 7 Januari 2025.[41]
Pimpinan
- Presiden:
- Rektor:
- Prof. Drs. Harun Alrasjid Zain (1964-1968)
- Prof. dr. Busyra Zahir (1968-1976)
- Prof. Drs. Mawardi Yunus (1976-1984)
- Prof. Dr. Ir. Jurnalis Kamil , M.Sc. (1984-1993)
- Prof. Dr. Ir. Fachri Ahmad , M.Sc. (1993-1997)
- Prof. Dr. Marlis Rahman , M.Sc. (1997-2006)
- Prof. Dr. Edison Munaf , M.Sc. (pejabat sementara, 2005)
- Prof. Dr. Ir. Musliar Kasim , M.S. (2006-2011)
- Dr.Eng. Ir. Febrin Anas Ismail , M.T. (pejabat sementara, 2011)
- Prof. Dr. Werry Darta Taifur , S.E., M.A. (2011-2015)
- Prof. Dr. Tafdil Husni , S.E., M.B.A. (2015-2019)[42]
- Prof. Dr. Yuliandri , S.H., M.H. (2019-2023)[43]
- H. Efa Yonnedi , S.E., MPPM., Akt., CA., CRGP., Ph.D. (2023-kini)[44]
Lihat pula
- Rumah Sakit Universitas Andalas
- Herbarium Universitas Andalas
- Hutan Pendidikan dan Penelitian Biologi Universitas Andalas
- Daftar alumni Universitas Andalas
Pranala luar
Referensi
- ↑ PP No. 95 Tahun 2021. Database Peraturan JDIH BPK.
- ↑ Salinan arsip.
- ↑ Universitas Andalas - Unand Peringkat 11 PT Tahun 2016.
- ↑ Addhi M. Idham. Daftar 10 Besar Kampus Terbaik di Indonesia Berdasar Kinerja Riset. Tirto.id. 19 November 2019.
- ↑ Unand Ditetapkan sebagai PTN-BH ke-13. Harian Singgalang.
- ↑ Zulqayyim. Salingka Unand. Unand Publisher. 2010. ISBN 0-465-02328-2. hal. 6
- ↑ Zulqayyim, hal. 6.
- ↑ Asnan, Gusti, (2007), Memikir ulang regionalisme: Sumatera Barat tahun 1950-an, Yayasan Obor Indonesia, ISBN 978-979-461-640-6.
- ↑ Zulqayyim, hal. 8.
- ↑ Sejarah UNP .
- ↑ Zulqayyim, hal. 9.
- ↑ Zulqayyim, hal. 10.
- ↑ Zulqayyim, hal. 10.
- ↑ Gempa
- ↑ [1] .
- ↑ https://newlpm.unand.ac.id/akreditasi-prodi/
- ↑ Indonesia University Ranking . Webometrics. Diakses 7 September 2019.
- ↑ Peringkat Universitas Indonesia di 4ICU . Diakses 7 September 2019.
- ↑ Top Universities in Indonesia | 2025 University Rankings. www.unirank.org.
- ↑ Unand Menempati Peringkat Kedelapan UI GreenMetric World University Ranking . Diakses Mei 2014
- ↑ https://greenmetric.ui.ac.id/rankings/ranking-by-country-2020/Indonesia
- ↑ https://greenmetric.ui.ac.id/rankings/overall-rankings-2013
- ↑ https://greenmetric.ui.ac.id/rankings/overall-rankings-2014
- ↑ https://greenmetric.ui.ac.id/rankings/overall-rankings-2015
- ↑ https://greenmetric.ui.ac.id/rankings/overall-rankings-2016
- ↑ https://greenmetric.ui.ac.id/rankings/overall-rankings-2017
- ↑ https://greenmetric.ui.ac.id/rankings/overall-rankings-2018
- ↑ https://greenmetric.ui.ac.id/rankings/ranking-by-country-2019/indonesia
- ↑ https://greenmetric.ui.ac.id/rankings/ranking-by-country-2022/indonesia
- ↑ https://greenmetric.ui.ac.id/rankings/overall-rankings-2023
- ↑ https://greenmetric.ui.ac.id/rankings/overall-rankings-2024
- ↑ Universitas Andalas - Unand Peringkat 11 PT Tahun 2016.
- ↑ https://web.archive.org/web/20111121052953/https://www.gatra.com/universitas-andalas
- ↑ Unand di webometrics Diakses 17 Juli 2012.
- ↑ FK Unand profil.
- ↑ SBY Dianugerahi Doktor HC, Mahasiswa Unand Menentang. detiknews.
- ↑ Unand Raih Akreditasi A.
- ↑ Unand Ditetapkan sebagai PTN-BH ke-13. Harian Singgalang.
- ↑ "Peraturan Pemerintah Nomor 95 Tahun 2021 tentang PERGURUAN TINGGI NEGERI BADAN HUKUM UNIVERSITAS ANDALAS.
- ↑ Salinan arsip.
- ↑ Instagram. www.instagram.com.
- ↑ M R Denya Utama. Tafdil Husni Terpilih sebagai Rektor Unand 2015–2019. sumbar.antaranews.com.
- ↑ Joni Abdul Kasir. Prof. Yuliandri Dilantik Sebagai Rektor Unand Sore Ini di Kemedikbud. Klikpositif.com.
- ↑ MWA lantik eks konsultan Bank Dunia sebagai Rektor Unand 2023-2028. Antara News. 20 Nov 2023.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29509834 (2026-07-31T13:40:31Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.