Hukum De Morgan: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27509177; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
Dalam [[kalkulus proposisional|logika proposional]] dan [[aljabar Boolean]], '''Hukum De Morgan''', '''aturan De Morgan''', atau '''teorema De Morgan''' adalah sepasang aturan penarikan kesimpulan yang menghubungkan [[logika konjungsi|konjungsi]] dan [[logika disjungsi|disjungsi]] melalui [[negasi]]. Aturan ini dinamai dari [[Augustus De Morgan]], seorang matematikawan abad ke-19 berkebangsaan Inggris. | Dalam [[kalkulus proposisional|logika proposional]] dan [[aljabar Boolean]], '''Hukum De Morgan''',<ref>Irving M. Copi. [https://www.taylorfrancis.com/books/mono/10.4324/9781315510897/introduction-logic-irving-copi-carl-cohen-kenneth-mcmahon Introduction to Logic]. 2016. doi:10.4324/9781315510897. ISBN 9781315510880.</ref><ref>Patrick J. Hurley. ''A Concise Introduction to Logic''. Cengage Learning. 2015. ISBN 978-1-285-19654-1.</ref><ref>Brooke Noel Moore. [https://www.worldcat.org/oclc/689858599 Critical thinking]. McGraw-Hill. 2012. ISBN 978-0-07-803828-0.</ref> '''aturan De Morgan''', atau '''teorema De Morgan'''<ref>[http://hyperphysics.phy-astr.gsu.edu/hbase/Electronic/DeMorgan.html Teorema De Morgan]</ref> adalah sepasang aturan penarikan kesimpulan yang menghubungkan [[logika konjungsi|konjungsi]] dan [[logika disjungsi|disjungsi]] melalui [[negasi]]. Aturan ini dinamai dari [[Augustus De Morgan]], seorang matematikawan abad ke-19 berkebangsaan Inggris. | ||
Hukum De Morgan dapat dinyatakan dalam bahasa Indonesia sebagai: | Hukum De Morgan dapat dinyatakan dalam bahasa Indonesia sebagai: | ||
| Baris 22: | Baris 22: | ||
* <math>\cap</math> menyatakan operasi [[Irisan (teori himpunan)|irisan]] pada himpunan | * <math>\cap</math> menyatakan operasi [[Irisan (teori himpunan)|irisan]] pada himpunan | ||
* <math>\cup</math> menyatakan operasi [[Gabungan (teori himpunan)|gabungan]] pada himpunan | * <math>\cup</math> menyatakan operasi [[Gabungan (teori himpunan)|gabungan]] pada himpunan | ||
Dalam [[bahasa formal]], Hukum De Morgan dapat ditulis secara formal sebagai | Dalam [[bahasa formal]], Hukum De Morgan dapat ditulis secara formal sebagai | ||
| Baris 56: | Baris 55: | ||
Dalam [[aturan penarikan kesimpulan|bentuk aturan]], ''negasi dari konjungsi'' dapat ditulis sebagai berikut : | Dalam [[aturan penarikan kesimpulan|bentuk aturan]], ''negasi dari konjungsi'' dapat ditulis sebagai berikut : | ||
: | :{| style = "text-align:center" | ||
|- | |||
| <math>\begin{array}{rl} & \neg \! \left( P \land Q \right) \\ \hline \therefore & \neg P \lor \neg Q \end{array}</math> | |||
| <math>\phantom{Spasi}</math> | |||
| <math>\begin{array}{rl} & \neg P \lor \neg Q \\ \hline \therefore & \neg \! \left( P \land Q \right) \end{array}</math> | |||
|} | |||
Dengan cara serupa, ''negasi dari konjungsi'' dapat ditulis sebagai berikut : | Dengan cara serupa, ''negasi dari konjungsi'' dapat ditulis sebagai berikut : | ||
: | :{| style = "text-align:center" | ||
|- | |||
| <math>\begin{array}{rl} & \neg \! \left( P \lor Q \right) \\ \hline \therefore & \neg P \land \neg Q \end{array}</math> | |||
| <math>\phantom{Spasi}</math> | |||
| <math>\begin{array}{rl} & \neg P \land \neg Q \\ \hline \therefore & \neg \! \left( P \lor Q \right) \end{array}</math> | |||
|} | |||
dan saat dituliskan sebagai suatu [[teorema]] dalam logika proposisional, maka Hukum De Morgan dapat dinyatakan sebagai | dan saat dituliskan sebagai suatu [[teorema]] dalam logika proposisional, maka Hukum De Morgan dapat dinyatakan sebagai | ||
| Baris 74: | Baris 83: | ||
=== Teori himpunan === | === Teori himpunan === | ||
Dalam teori himpunan, Hukum De Morgan sering kali dinyatakan sebagai "gabungan dan irisan ditukar saat dikomplemenkan", yang dapat dinyatakan secara formal sebagai berikut : | Dalam teori himpunan, Hukum De Morgan sering kali dinyatakan sebagai "gabungan dan irisan ditukar saat dikomplemenkan",<ref>''Boolean Algebra'' by R. L. Goodstein.</ref> yang dapat dinyatakan secara formal sebagai berikut : | ||
<math display="block">\begin{align} | <math display="block">\begin{align} | ||
\overline{A \cup B} &= \overline{A} \cap \overline{B} \text{, dan} \\ | \overline{A \cup B} &= \overline{A} \cap \overline{B} \text{, dan} \\ | ||
| Baris 160: | Baris 169: | ||
Argumentasi serupa juga dapat digunakan untuk membuktikan bahwa <math>\overline{A \cap B} = \overline{A} \cup \overline{B}</math> | Argumentasi serupa juga dapat digunakan untuk membuktikan bahwa <math>\overline{A \cap B} = \overline{A} \cup \overline{B}</math> | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* [http://www.iep.utm.edu/dual-log/ Dualitas dalam Logika dan Bahasa], ''Internet Encyclopedia of Philosophy''. | * [http://www.iep.utm.edu/dual-log/ Dualitas dalam Logika dan Bahasa], ''Internet Encyclopedia of Philosophy''. | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hukum+De+Morgan&oldid=27509177 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27509177 (2025-07-07T14:23:34Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hukum+De+Morgan&oldid=27509177 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27509177 (2025-07-07T14:23:34Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 14.09
Dalam logika proposional dan aljabar Boolean, Hukum De Morgan,[1][2][3] aturan De Morgan, atau teorema De Morgan[4] adalah sepasang aturan penarikan kesimpulan yang menghubungkan konjungsi dan disjungsi melalui negasi. Aturan ini dinamai dari Augustus De Morgan, seorang matematikawan abad ke-19 berkebangsaan Inggris.
Hukum De Morgan dapat dinyatakan dalam bahasa Indonesia sebagai:
- Negasi dari disjungsi adalah konjungsi dari negasi
- Negasi dari konjungsi adalah disjungsi dari negasi
atau
- Komplemen dari gabungan dua himpunan sama dengan irisan dari komplemen kedua himpunan tersebut
- Komplemen dari irisan dua himpunan sama dengan gabungan dari komplemen kedua himpunan tersebut
atau
- bukan ( atau ) = (bukan ) dan (bukan )
- bukan ( dan ) = (bukan ) atau (bukan )
dengan " atau " menyatakan disjungsi inklusif (yang berarti setidaknya satu dari dari atau bernilai benar), dan bukan logika disjungsi eksklusif (yang berarti tepat satu dari dari atau bernilai benar).
Dalam teori himpunan dan aljabar Boolean, Hukum De Morgan dapat ditulis secara formal sebagai dengan
- dan adalah sembarang himpunan
- menyatakan komplemen dari himpunan
- menyatakan operasi irisan pada himpunan
- menyatakan operasi gabungan pada himpunan
Dalam bahasa formal, Hukum De Morgan dapat ditulis secara formal sebagai dengan
- dan merupakan proposisi
- menyatakan operator logika negasi (tidak)
- menyatakan operator logika konjungsi (dan)
- menyatakan operator logika disjungsi (atau)
- adalah simbol metalogika yang berarti "dalam bukti logis, dapat diganti dengan" dan sering kali dibaca sebagai "jika dan hanya jika". Untuk setiap kombinasi nilai benar/salah untuk dan , ruas kiri dan kanan dari panahnya akan memiliki nilai kebenaran yang sama setelah diselesaikan.
Bentuk lain dari Hukum De Morgan dapat dinyatakan sebagai berikut Penerapan dari aturan ini salah satunya ialah menyederhanakan ekspresi logika pada program komputer dan desain rangkaian digital. Hukum De Morgan adalah contoh dari suatu konsep umum dari dualitas matematika.
Notasi Formal
Dengan menggunakan notasi sekuensi, maka aturan negasi dari konjungsi dapat ditulis sebagai berikut : Dengan cara serupa, aturan negasi dari disjungsi dapat ditulis dalam notasi sekuensi sebagai berikut :
Dalam bentuk aturan, negasi dari konjungsi dapat ditulis sebagai berikut :
Dengan cara serupa, negasi dari konjungsi dapat ditulis sebagai berikut :
dan saat dituliskan sebagai suatu teorema dalam logika proposisional, maka Hukum De Morgan dapat dinyatakan sebagai dengan dan adalah proposisi yang diekspresikan dalam suatu sistem formal. Hukum De Morgan yang diperumum menawarkan ekuivalensi saat menegasikan konjungsi atau disjungsi yang melibatkan banyak suku. Jika menyatakan proposisi ke-, maka Hukum De Morgan yang diperumum ialah
Teori himpunan
Dalam teori himpunan, Hukum De Morgan sering kali dinyatakan sebagai "gabungan dan irisan ditukar saat dikomplemenkan",[5] yang dapat dinyatakan secara formal sebagai berikut : dengan
- dan adalah sembarang himpunan
- menyatakan komplemen dari himpunan
- menyatakan operasi irisan pada himpunan
- menyatakan operasi gabungan pada himpunan
Hukum De Morgan juga dapat diperumum untuk sembarang jumlah himpunan, yaitu dengan adalah suatu himpunan indeks (bisa himpunan terhitung, maupun himpunan tak terhitung)
Rekayasa
Dalam aljabar Boolean, teknik listrik dan teknik komputer, Hukum De Morgan biasa ditulis sebagai berikut : dengan
- menyatakan operator logika negasi (TIDAK) dari
- menyatakan operator logika konjungsi (DAN)
- menyatakan operator logika disjungsi (ATAU)
Pencarian teks
Hukum De Morgan sering digunakan dalam pencarian teks menggunakan operator Boolean DAN, ATAU, dan BUKAN (TIDAK). Misalkan terdapat beberapa dokumen yang memuat kata "merah" dan "biru". Hukum De Morgan menyatakan bahwa kedua pencarian ini akan menghasilkan dokumen-dokumen yang sama :
- Pencarian A : BUKAN (merah ATAU biru)
- Pencarian B : (BUKAN merah) DAN (BUKAN biru)
Dokumen-dokumen yang memuat kata "Merah" atau "biru" dapat dikelompokkan menjadi empat kategori, yaitu :
- Kategori 1 : Hanya memuat kata "merah"
- Kategori 2 : Hanya memuat kata "biru"
- Kategori 3 : Memuat kata "merah" dan juga "biru"
- Kategori 4 : Tidak memuat kata "merah" maupun "biru"
Di satu sisi, jelas bahwa pencarian "(merah ATAU biru)" akan menampilkan kategori 1, 2, dan 3. Akibatnya, negasi dari pencarian tersebut (yaitu hasil pencarian A) akan menampilkan dokumen-dokumen lainnya, yaitu dokumen-dokumen pada kategori 4.
Di sisi lain, pencarian "(BUKAN merah)" akan menampilkan kategori 2 dan kategori 4, dan pencarian "(BUKAN biru)" akan menampilkan kategori 1 dan kategori 4. Dengan menerapkan operator DAN pada kedua pencarian ini (yaitu pencarian B), maka hasilnya akan menampilkan hasil yang sama-sama dijumpai pada kedua pencarian ini, yaitu dokumen-dokumen pada kategori 4.
Argumentasi serupa juga dapat diterapkan pada dua pencarian berikut
- Pencarian C : BUKAN (merah DAN biru)
- Pencarian D : (BUKAN merah) ATAU (BUKAN biru)
yang sama-sama menampilkan dokumen-dokumen pada kategori 1, 2, dan 4
Bukti formal
Disini, akan digunakan notasi untuk menyatakan komplemen dari himpunan , sama seperti penggunaan pada . Untuk membuktikan bahwa , maka
Bagian pertama
Akan dibuktikan bahwa . Diambil sembarang elemen . Perhatikan bahwa
Akan dibuktikan bahwa akan mengakibatkan dan melalui kontradiksi.
- Andaikan , maka . Akan tetapi, hal itu mustahil terjadi, sebab diperoleh informasi bahwasanya pada baris pertama di atas. Oleh karena terjadi kontradiksi, maka pengandaian di awal (bahwasanya ) bernilai salah. Akibatnya, diperoleh .
- Andaikan , maka . Akan tetapi, hal itu mustahil terjadi, sebab diperoleh informasi bahwasanya pada baris pertama di atas. Oleh karena terjadi kontradiksi, maka pengandaian di awal (bahwasanya ) bernilai salah. Akibatnya, diperoleh .
Dari dua kasus di atas, maka terbukti bahwa akan mengakibatkan dan .
sehingga terbukti bahwa .
Bagian kedua
Akan dibuktikan bahwa . Diambil sembarang elemen . Perhatikan bahwa
Akan dibuktikan bahwa dan akan mengakibatkan melalui kontradiksi. Andaikan , maka menurut definisi operasi gabungan pada himpunan, diperoleh atau .
- Jika , maka hal tersebut kontradiksi dengan hasil pada baris kedua di atas (bahwasanya )
- Jika , maka hal tersebut kontradiksi dengan hasil pada baris kedua di atas (bahwasanya )
Oleh karena terjadi kontradiksi pada kedua kasus di atas, maka pengandaian di awal (bahwasanya ) bernilai salah. Akibatnya, terbukti bahwa informasi dan akan mengakibatkan .
sehingga terbukti bahwa .
Argumentasi serupa juga dapat digunakan untuk membuktikan bahwa
Pranala luar
- Dualitas dalam Logika dan Bahasa, Internet Encyclopedia of Philosophy.
Referensi
- ↑ Irving M. Copi. Introduction to Logic. 2016. doi:10.4324/9781315510897. ISBN 9781315510880.
- ↑ Patrick J. Hurley. A Concise Introduction to Logic. Cengage Learning. 2015. ISBN 978-1-285-19654-1.
- ↑ Brooke Noel Moore. Critical thinking. McGraw-Hill. 2012. ISBN 978-0-07-803828-0.
- ↑ Teorema De Morgan
- ↑ Boolean Algebra by R. L. Goodstein.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27509177 (2025-07-07T14:23:34Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.