Lompat ke isi

Irisan (teori himpunan)

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Irisan dari dua himpunan A dan B , dinyatakan melalui lingkaran. Warna merah menyatakan anggota dari A \cap B

Dalam matematika, irisan dari dua himpunan A dan B adalah himpunan yang memuat semua anggota dari A juga milik B (atau, semua anggota dari B yang juga milik A).[1] Irisan dari kedua himpunan tersebut dinyatakan secara matematis:[2][3]

A∩B,

Notasi dan istilah

Irisan ditulis menggunakan simbol "∩" di antara ekspresi berupa kumpulan anggota-anggota, dalam notasi infiks. Berikut adalah contoh-contohnya:

{1,2,3}∩{2,3,4}={2,3}
{1,2,3}∩{1,5,10}∩{1,4,9}={1}
{1,2,3}∩{4,5,6}=∅
ℤ∩ℕ=ℕ
{x∈ℝ:x2=1}∩ℕ={1}

Ketika irisan terjadi lebih dari dua himpunan (irisan yang diperumum), notasinya mirip seperti notasi Sigma, yang ditulis sebagai

⋂i=1nAi.

Definisi

Irisan dari dua himpunan A dan B, dilambangkan dengan A∩B,[4][5] merupakan himpunan dari semua objek yang merupakan anggota dari kedua himpunan A dan B. Secara matematis, ditulis

A∩B={x:x∈A dan x∈B}.

Hal ini mengartikan bahwa x adalah anggota dari irisan A∩B jika dan hanya jika x adalah anggota dari A dan anggota dari B.[6] Sebagai contohː

  • Irisan dari himpunan {1,2,3} dan {2,3,4} adalah {2,3}.
  • Bilangan 9 bukanlah irisan dari himpunan bilangan prima {2,3,5,7,11,…} dan himpunan bilangan ganjil {1,3,5,7,9,11,…}, karena 9 bukanlah bilangan prima.

Himpunan beririsan dan saling lepas

Himpunan A dikatakan beririsan dengan himpunan B jika terdapat x yang merupakan anggota dari himpunan A dan B.

Himpunan A dan B dikatakan saling lepas jika A tidak beririsan dengan B. Penjelasan yang lebih sederhananya, kedua himpunan tersebut tidak memiliki anggota yang sama. Himpunan A dan B saling lepas jika irisannya adalah kosong, dilambangkan A∩B=∅.

Sebagai contoh, himpunan {1,2} dan {3,4} saling lepas, sedangkan himpunan bilangan genap beririsan dengan himpunan kelipatan dari 3 di himpunan kelipatan 6.

Sifat aljabar

  • Irisan adalah operasi yang bersifat komutatif; yaitu, untuk setiap himpunan A dan B, berlaku:
    A∩B=B∩A.
  • Irisan adalah operasi yang bersifat asosiatif; yaitu, untuk setiap himpunan A, B, dan C, berlaku:
    A∩(B∩C)=(A∩B)∩C.
    Berdasarkan sifat ini, penulisan lambang kurung boleh diabaikan sama sekali tanpa mengubah makna; sehingga bentuk di atas dapat ditulis sebagai A∩B∩C.
  • Irisan bersifat idempoten; yakni, untuk sebarang himpunan A berlaku
    A∩A=A

Sifat-sifat tersebut bersesuaian dengan logika konjungsi

  • Irisan bersifat distributif terhadap gabungan dan gabungan bersifat distributif terhadap irisan; yaitu, untuk setiap himpunan A dan B, berlaku:
    A∪(B∩C)=(A∪B)∩(A∪C).
    A∩(B∪C)=(A∩B)∪(A∩C).
  • Dalam semesta U, komplemen A∁ dari himpunan A dapat didefinisikan sebagai himpunan dari semua anggota dari U yang tidak termuat dalam A. Selanjutnya, irisan dari A dan B dapat ditulis sebagai komplemen dari gabungan dari komplemennya, diturunkan dengan mudah dari hukum de Morganː A∩B=(Ac∪Bc)c.

Irisan sebarang

Perumuman gagasan irisan adalah irisan sebarang kumpulan takkosong himpunan-himpunan. Jika M adalah himpunan bukan kosong yang anggotanya adalah himpunan juga, maka x adalah anggota dari irisan dari M jika dan hanya jika untuk setiap anggota A dari M, x adalah sebuah anggota dari A. Secara matematis ditulisː

(x∈⋂A∈MA)⇔(∀A∈M, x∈A).

Notasi mengenai konsep terakhir ini dapat ditulis dengan berbagai cara. Sebagian pakar teori himpunan terkadang menulis ⋂M, sementara yang lainnya menulis ⋂A∈MA. Penulisan notasi terakhir dapat diperumum menjadi ⋂i∈IAi, yang mengacu pada irisan kumpulan {Ai:i∈I}. Dalam notasi terakhir itu, I adalah himpunan takkosong, dan Ai adalah sebuah himpunan dari setiap i dalam I.

Pada sebuah kasus bahwa himpunan indeks I adalah himpunan bilangan asli, notasi irisan sembarang mirip dengan notasi darab takterhingga.

⋂i=1∞Ai.

Notasi tersebut juga dapat ditulis A1∩A2∩A3∩….

Irisan kosong

Perhatikan bahwa dalam bagian sebelumnya, kita mengecualikan kasus untuk M adalah himpunan kosong (∅). Alasannya adalah bahwa Irisan dari kumpulan M didefinisikan sebagai himpunan (lihat notasi ungkapan himpunan)

⋂A∈MA={x:∀A∈M,x∈A}.

Jika M kosong, maka tidak ada himpunan A dalam M. Hal ini memunculkan sebuah pertanyaan: "x manakah yang memenuhi syarat yang disebutkan?". Jawabannya bisa saja untuk setiap kemungkinan x. Ketika M kosong, syarat yang disebutkan di atas merupakan sebuah contoh dari kebenaran yang hampa. Jadi, irisan dari keluarga kosong harus berupa himpunan semesta (anggota identitas untuk operasi dari irisan),[7] tetapi dalam teori himpunan (Zermelo-Fraenkel) standar, himpunan semesta tidak ada.

Lihat pula

Bacaan lanjutan

Pranala luar

  • Weisstein, Eric W. "Intersection". MathWorld.

Referensi

  1. ↑ Stats: Probability Rules. People.richland.edu.
  2. ↑ Comprehensive List of Set Theory Symbols. Math Vault. 2020-04-11.
  3. ↑ Intersection of Sets. web.mnstate.edu.
  4. ↑ Comprehensive List of Set Theory Symbols. Math Vault. 2020-04-11.
  5. ↑ Set Operations Union Intersection Complement Difference Mutually Exclusive Partitions De Morgan's Law Distributive Law Cartesian Product. www.probabilitycourse.com.
  6. ↑ Set Operations Union Intersection Complement Difference Mutually Exclusive Partitions De Morgan's Law Distributive Law Cartesian Product. www.probabilitycourse.com.
  7. ↑ Robert E. Megginson. An introduction to Banach space theory. Springer-Verlag. 1998. Vol. 183. hlm. xx+596. ISBN 0-387-98431-3.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29459878 (2026-07-15T02:15:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.