Lompat ke isi

Nemesis (bintang hipotetis): Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29382086; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Nemesis''' adalah bintang [[katai merah]] atau [[katai coklat]] yang diusulkan keberadaannya pada tahun 1984. Bintang ini diusulkan mengelilingi [[Matahari]] pada jarak 95.000 [[Satuan Astronomi]] (1,5 tahun cahaya) di luar [[awan Oort]] sebagai penyebab siklus kepunahan massal setiap 26 juta tahun sekali. Sejauh ini, lebih dari 1300 katai coklat telah ditemukan dan tidak ada satupun yang berada di dalam [[Tata Surya]] Namun, hingga kini belum ada bukti yang menunjukkan bahwa Nemesis merupakan penyebab siklus kepunahan massal setiap 26 juta tahun sekali
[[File:Nemesis.png|thumb|right|280px|Penggambaran Nemesis sebagai bintang katai merah dan Matahari di tengah]]
.
 
== Catatan kaki ==


'''Nemesis''' adalah bintang [[katai merah]]<ref>Leader-Post, [http://news.google.com/newspapers?id=yL9VAAAAIBAJ&sjid=SUANAAAAIBAJ&pg=3691,1342332&dq=nemesis+red+dwarf&hl=en "Scientists claim killer star exists"], 22 Feb 1984, Page B6, Associated Press</ref> atau [[katai coklat]]<ref>Leslie Mullen. [http://www.astrobio.net/exclusive/3427/getting-wise-about-nemesis Getting WISE About Nemesis]. Astrobiology Magazine (Cosmic Evolution). 03/11/10.</ref> yang diusulkan keberadaannya pada tahun 1984. Bintang ini diusulkan mengelilingi [[Matahari]] pada jarak 95.000 [[Satuan Astronomi]] (1,5 tahun cahaya)<ref>Leslie Mullen. [http://www.astrobio.net/exclusive/3427/getting-wise-about-nemesis Getting WISE About Nemesis]. Astrobiology Magazine (Cosmic Evolution). 03/11/10.</ref> di luar [[awan Oort]] sebagai penyebab siklus kepunahan massal setiap 26 juta tahun sekali.<ref>Leslie Mullen. [http://www.astrobio.net/exclusive/3427/getting-wise-about-nemesis Getting WISE About Nemesis]. Astrobiology Magazine (Cosmic Evolution). 03/11/10.</ref><ref>Raup, D.M. [http://www.pnas.org/cgi/reprint/81/3/801.pdf Periodicity of Extinctions in the Geologic Past]. ''Proceedings of the National Academy of Sciences''. 1 February 1984. Vol. 81 (3). hlm. 801–805. doi:10.1073/pnas.81.3.801.</ref> Sejauh ini, lebih dari 1300 katai coklat telah ditemukan dan tidak ada satupun yang berada di dalam [[Tata Surya]] Namun, hingga kini belum ada bukti yang menunjukkan bahwa Nemesis merupakan penyebab siklus kepunahan massal setiap 26 juta tahun sekali <ref>[https://arxiv.org/abs/1307.1884?utm_source=Chrome Do Periodicities in Extinction -- with Possible Astronomical Connections -- Survive a Revision of the Geological Timescale?]. ''arxiv.org''.</ref>
.<ref>Chris Gelino, Davy Kirkpatrick, Adam Burgasser. [http://spider.ipac.caltech.edu/staff/davy/ARCHIVE/index.shtml DwarfArchives.org: Photometry, spectroscopy, and astrometry of M, L, and T dwarfs]. caltech.edu. (M=536, L=602, T=207)</ref>


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
Baris 17: Baris 16:
* [http://www.mpg.de/4372308/nemsis_myth?filter_order=L Nemesis is a myth] (Max Planck August 1, 2011)
* [http://www.mpg.de/4372308/nemsis_myth?filter_order=L Nemesis is a myth] (Max Planck August 1, 2011)


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nemesis+%28bintang+hipotetis%29&oldid=29382086 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29382086 (2026-06-24T04:40:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nemesis+%28bintang+hipotetis%29&oldid=29382086 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29382086 (2026-06-24T04:40:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 23.09

Penggambaran Nemesis sebagai bintang katai merah dan Matahari di tengah

Nemesis adalah bintang katai merah[1] atau katai coklat[2] yang diusulkan keberadaannya pada tahun 1984. Bintang ini diusulkan mengelilingi Matahari pada jarak 95.000 Satuan Astronomi (1,5 tahun cahaya)[3] di luar awan Oort sebagai penyebab siklus kepunahan massal setiap 26 juta tahun sekali.[4][5] Sejauh ini, lebih dari 1300 katai coklat telah ditemukan dan tidak ada satupun yang berada di dalam Tata Surya Namun, hingga kini belum ada bukti yang menunjukkan bahwa Nemesis merupakan penyebab siklus kepunahan massal setiap 26 juta tahun sekali [6] .[7]

Pranala luar

Referensi

  1. Leader-Post, "Scientists claim killer star exists", 22 Feb 1984, Page B6, Associated Press
  2. Leslie Mullen. Getting WISE About Nemesis. Astrobiology Magazine (Cosmic Evolution). 03/11/10.
  3. Leslie Mullen. Getting WISE About Nemesis. Astrobiology Magazine (Cosmic Evolution). 03/11/10.
  4. Leslie Mullen. Getting WISE About Nemesis. Astrobiology Magazine (Cosmic Evolution). 03/11/10.
  5. Raup, D.M. Periodicity of Extinctions in the Geologic Past. Proceedings of the National Academy of Sciences. 1 February 1984. Vol. 81 (3). hlm. 801–805. doi:10.1073/pnas.81.3.801.
  6. Do Periodicities in Extinction -- with Possible Astronomical Connections -- Survive a Revision of the Geological Timescale?. arxiv.org.
  7. Chris Gelino, Davy Kirkpatrick, Adam Burgasser. DwarfArchives.org: Photometry, spectroscopy, and astrometry of M, L, and T dwarfs. caltech.edu. (M=536, L=602, T=207)

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29382086 (2026-06-24T04:40:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.