Lompat ke isi

Metode Newton: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29438194; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 11: Baris 11:
Nama "metode Newton" berasal dari karya milik [[Isaac Newton]] yang menjelaskan tentang kasus istimewa dari metode. Karya tersebut adalah ''[[De analysi per aequationes numero terminorum infinitas]]'' yang ditulis pada 1669, dan diterbitkan pada 1711 oleh [[William Jones (metematikawan)|William Jones]]; serta ''De metodis fluxionum et serierum infinitarum'' yang ditulis di tahun 1671, dan kemudian diterjemahkan dan diterbitkan sebagai ''[[Method of Fluxions]]'' di tahun 1736 oleh [[John Colson]]. Sayangnya, metode tersebut sangatlah berbeda daripada metode modern yang diberikan di atas. Metode yang digunakan Newton hanyalah polinomial, yang dimulai dari perkiraan akar awal dan menyaring barisan dari koreksi galat. Newton menggunakan setiap koreksi tersebut untuk menulis ulang polinomial dalam bentuk galat yang tersisa, dan kemudian menyelesaikan koreksi baru dengan mengabaikan suku-suku yang lebih tinggi. Newton dengan tegas tidak mengaitkan metode dengan turunan atau menyajikan rumus umum. Newton menerapkan metode ini pada masalah numerik dan aljabar, yang menghasilkan [[deret Taylor]] dalam kasus terakhir.
Nama "metode Newton" berasal dari karya milik [[Isaac Newton]] yang menjelaskan tentang kasus istimewa dari metode. Karya tersebut adalah ''[[De analysi per aequationes numero terminorum infinitas]]'' yang ditulis pada 1669, dan diterbitkan pada 1711 oleh [[William Jones (metematikawan)|William Jones]]; serta ''De metodis fluxionum et serierum infinitarum'' yang ditulis di tahun 1671, dan kemudian diterjemahkan dan diterbitkan sebagai ''[[Method of Fluxions]]'' di tahun 1736 oleh [[John Colson]]. Sayangnya, metode tersebut sangatlah berbeda daripada metode modern yang diberikan di atas. Metode yang digunakan Newton hanyalah polinomial, yang dimulai dari perkiraan akar awal dan menyaring barisan dari koreksi galat. Newton menggunakan setiap koreksi tersebut untuk menulis ulang polinomial dalam bentuk galat yang tersisa, dan kemudian menyelesaikan koreksi baru dengan mengabaikan suku-suku yang lebih tinggi. Newton dengan tegas tidak mengaitkan metode dengan turunan atau menyajikan rumus umum. Newton menerapkan metode ini pada masalah numerik dan aljabar, yang menghasilkan [[deret Taylor]] dalam kasus terakhir.


Ada kemungkinan bahwa metode yang dipakai Newton diambil dari metode milik [[François Viète|Vieta]], tetapi metode itu kurang akurat. Gagasan dasar tentang metode Vieta dapat ditemukan dalam karya seorang [[Matematika Islam abad pertengahan|matematikawan berkebangsaan Persia]] yang bernama [[Sharaf al-Din al-Tusi]], sedangkan penerusnya, [[Jamshīd al-Kāshī]], menggunakan metode penyelesaian Newton <math>x^P - N = 0</math> untuk menemukan akar dari <math>N</math>. Kasus istimewa dari metode Newton untuk menghitung [[akar kuadrat]] telah dikenal sejak zaman kuno, dan metode tersebut kerapkali disebut [[metode Babilonia]].
Ada kemungkinan bahwa metode yang dipakai Newton diambil dari metode milik [[François Viète|Vieta]], tetapi metode itu kurang akurat. Gagasan dasar tentang metode Vieta dapat ditemukan dalam karya seorang [[Matematika Islam abad pertengahan|matematikawan berkebangsaan Persia]] yang bernama [[Sharaf al-Din al-Tusi]], sedangkan penerusnya, [[Jamshīd al-Kāshī]], menggunakan metode penyelesaian Newton <math>x^P - N = 0</math> untuk menemukan akar dari <math>N</math>.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Metode+Newton&oldid=29438194 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Kasus istimewa dari metode Newton untuk menghitung [[akar kuadrat]] telah dikenal sejak zaman kuno, dan metode tersebut kerapkali disebut [[metode Babilonia]].


Metode Newton digunakan oleh seorang matematikawan berkebangsaan [[Jepang]] yang bernama [[Seki Kōwa]] pada abad ke-17. Seki menggunakan metode tersebut untuk menyelesaikan persamaan variabel tunggal, meskipun tidak terdapat kaitannya dengan kalkulus.
Metode Newton digunakan oleh seorang matematikawan berkebangsaan [[Jepang]] yang bernama [[Seki Kōwa]] pada abad ke-17. Seki menggunakan metode tersebut untuk menyelesaikan persamaan variabel tunggal, meskipun tidak terdapat kaitannya dengan kalkulus.<ref>[http://www.ndl.go.jp/math/e/s1/2.html Chapter 2. Seki Takakazu]. ''Japanese Mathematics in the Edo Period''. National Diet Library.</ref>


Metode Newton pertama kali diterbitkan dalam karya [[John Wallis]] pada tahun 1685, yang berjudul ''A Treatise of Algebra both Historical and Practical''. Pada tahun 1690, [[Joseph Raphson]] menerbitkan deskripsi yang disederhanakan dalam karyanya, ''Analysis aequationum universalis''. Raphson juga menerapkan metode ini hanya untuk polinomial, tetapi ia menghindari proses penulisan ulang Newton yang membosankan dengan menyaring setiap koreksi dari polinomial asli secara beruntun. Hal ini memungkinnya untuk mendapatkan ekspresi berulang yang dapat digunakan kembali untuk setiap masalah. Hingga pada tahun 1740, [[Thomas Simpson]] mendeskripsikan metode Newton sebagai metode berulang untuk menyelesaikan persamaan non-linear umum dengan menggunakan kalkulus. Dalam terbitan yang sama, Simpson juga memberikan perumuman untuk sistem dua persamaan, dan mencatat bahwa metode Newton dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah optimasi dengan menetapkan gradien bernilai nol.
Metode Newton pertama kali diterbitkan dalam karya [[John Wallis]] pada tahun 1685, yang berjudul ''A Treatise of Algebra both Historical and Practical''.<ref>John Wallis. [http://www.e-rara.ch/zut/content/titleinfo/2507537 A Treatise of Algebra both Historical and Practical]. Richard Davis. 1685. doi:10.3931/e-rara-8842.</ref> Pada tahun 1690, [[Joseph Raphson]] menerbitkan deskripsi yang disederhanakan dalam karyanya, ''Analysis aequationum universalis''.<ref>Joseph Raphson. [https://archive.org/details/bub_gb_4nlbAAAAQAAJ Analisis Æequationum Universalis]. Thomas Bradyll. 1697. doi:10.3931/e-rara-13516.</ref> Raphson juga menerapkan metode ini hanya untuk polinomial, tetapi ia menghindari proses penulisan ulang Newton yang membosankan dengan menyaring setiap koreksi dari polinomial asli secara beruntun. Hal ini memungkinnya untuk mendapatkan ekspresi berulang yang dapat digunakan kembali untuk setiap masalah. Hingga pada tahun 1740, [[Thomas Simpson]] mendeskripsikan metode Newton sebagai metode berulang untuk menyelesaikan persamaan non-linear umum dengan menggunakan kalkulus. Dalam terbitan yang sama, Simpson juga memberikan perumuman untuk sistem dua persamaan, dan mencatat bahwa metode Newton dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah optimasi dengan menetapkan gradien bernilai nol.


[[Arthur Cayley]] dalam karyanya ''The Newton–Fourier imaginary problem'', yang diterbitkan di tahun 1879, adalah orang pertama yang menyadari kesulitan dalam memperumum metode Newton ke akar kompleks polinomial dengan derajat yang lebih besar dari 2, dan nilai awalan kompleks. Adanya perumuman tersebut dapat membuka jalan untuk mempelajari [[Himpunan Julia|teori iterasi]] dari [[fungsi rasional]].
[[Arthur Cayley]] dalam karyanya ''The Newton–Fourier imaginary problem'', yang diterbitkan di tahun 1879, adalah orang pertama yang menyadari kesulitan dalam memperumum metode Newton ke akar kompleks polinomial dengan derajat yang lebih besar dari 2, dan nilai awalan kompleks. Adanya perumuman tersebut dapat membuka jalan untuk mempelajari [[Himpunan Julia|teori iterasi]] dari [[fungsi rasional]].


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
* [[Akar kuadrat bilangan bulat]]
* [[Akar kuadrat bilangan bulat]]
* [[Akar kuadrat invers cepat]]
* [[Akar kuadrat invers cepat]]
Baris 37: Baris 36:
* [[Skoring Fisher]]
* [[Skoring Fisher]]
* [[Teorema Kantorovich]]
* [[Teorema Kantorovich]]


== Catatan ==
== Catatan ==
== Referensi ==
*
*
== Bacaan lebih lanjut ==
== Bacaan lebih lanjut ==
* Kendall E. Atkinson, ''An Introduction to Numerical Analysis'', (1989) John Wiley & Sons, Inc,
* Kendall E. Atkinson, ''An Introduction to Numerical Analysis'', (1989) John Wiley & Sons, Inc,  
* Tjalling J. Ypma, Historical development of the Newton–Raphson method, ''SIAM Review'' '''37''' (4), 531–551, 1995. .
* Tjalling J. Ypma, Historical development of the Newton–Raphson method, ''SIAM Review'' '''37''' (4), 531–551, 1995. .
*
*  
* P. Deuflhard, ''Newton Methods for Nonlinear Problems. Affine Invariance and Adaptive Algorithms.'' Springer Series in Computational Mathematics, Vol. 35. Springer, Berlin, 2004. .
* P. Deuflhard, ''Newton Methods for Nonlinear Problems. Affine Invariance and Adaptive Algorithms.'' Springer Series in Computational Mathematics, Vol. 35. Springer, Berlin, 2004. .
* C. T. Kelley, ''Solving Nonlinear Equations with Newton's Method'', no 1 in Fundamentals of Algorithms, SIAM, 2003. .
* C. T. Kelley, ''Solving Nonlinear Equations with Newton's Method'', no 1 in Fundamentals of Algorithms, SIAM, 2003. .
* J. M. Ortega, W. C. Rheinboldt, ''Iterative Solution of Nonlinear Equations in Several Variables.'' Classics in Applied Mathematics, SIAM, 2000. .
* J. M. Ortega, W. C. Rheinboldt, ''Iterative Solution of Nonlinear Equations in Several Variables.'' Classics in Applied Mathematics, SIAM, 2000. .
*. See especially Sections [http://apps.nrbook.com/empanel/index.html#pg=456 9.4], [http://apps.nrbook.com/empanel/index.html#pg=473 9.6], and [http://apps.nrbook.com/empanel/index.html#pg=477 9.7].
*. See especially Sections [http://apps.nrbook.com/empanel/index.html#pg=456 9.4], [http://apps.nrbook.com/empanel/index.html#pg=473 9.6], and [http://apps.nrbook.com/empanel/index.html#pg=477 9.7].
*
*  


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
 
*  
 
*
*
*
*[http://en.citizendium.org/wiki/Newton%27s_method Newton's method, Citizendium.]
*[http://en.citizendium.org/wiki/Newton%27s_method Newton's method, Citizendium.]
Baris 65: Baris 55:
*[http://www.ece.mcmaster.ca/~xwu/part2.pdf Wu, X., Roots of Equations, Course notes.]
*[http://www.ece.mcmaster.ca/~xwu/part2.pdf Wu, X., Roots of Equations, Course notes.]


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Metode+Newton&oldid=29438194 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29438194 (2026-07-10T03:46:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Metode+Newton&oldid=29438194 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29438194 (2026-07-10T03:46:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 23 Agustus 2026 04.20

Dalam analisis numerik, metode Newton adalah suatu algoritma pencari akar fungsi yang mencari hampiran yang lebih baik hampiran terhadap akar fungsi bernilai riil. Metode ini juga dikenal sebagai metode Newton–Raphson, yang mendapat nama dari Isaac Newton dan Joseph Raphson. Metode ini dimulai dari diketahui suatu fungsi f(x) yang terdefinisi dari untuk suatu bilangan real x, beserta turunannya f(x), serta memulai dengan tebakan nilai awal x0. Jika suatu fungsi memenuhi asumsi serta tebakan nilai awal semakin mendekat, maka hampiran yang lebih baik untuk x1 adalahx1=x0f(x0)f(x0).Hampiran di atas memberikan hampiran akar yang lebih baik daripada . Secara geometris, merupakan perpotongan dari sumbu- dan garis singgung dari grafik fungsi di . Ini berarti bahwa tebakan nilai yang diperhalus merupakan akar tunggal dari hampiran linear di titik awal. Proses tersebut akan berulang, yang dituliskan sebagai,xn+1=xnf(xn)f(xn),sampai proses tersebut mencapai nilai yang tepat.

Deskripsi

Gagasan metode ini menjelaskan dimulai dengan tebakan nilai awal. Setelah itu, fungsi tersebut dihampiri dengan garis singgungnya. dan terakhir menghitung perpotongan garis ini dengan sumbu-x. Perpotongan dengan sumbu-x ini biasanya merupakan hampiran yang lebih baik ke akar fungsi daripada tebakan awal, dan metode ini dapat diiterasi.

Jika suatu garis yang menyinggung ke kurva f(x) di x=xnmemotong sumbu-x di xn+1, maka kemiringannya adalahf(xn)=ΔyΔx=f(xn)0xnxn+1.

Pada rumus di atas, f melambangkan turunan dari fungsi f. Dengan menyelesaikan xn+1, akan memberikanxn+1=xnf(xn)f(xn).Proses ini dimulai dengan nilai awal sembarang x0. Metode ini biasanya akan mengerucut pada akar, dengan syarat tebakan awal cukup dekat pada akar tersebut, dan bahwa f(x0)0.

Sejarah

Nama "metode Newton" berasal dari karya milik Isaac Newton yang menjelaskan tentang kasus istimewa dari metode. Karya tersebut adalah De analysi per aequationes numero terminorum infinitas yang ditulis pada 1669, dan diterbitkan pada 1711 oleh William Jones; serta De metodis fluxionum et serierum infinitarum yang ditulis di tahun 1671, dan kemudian diterjemahkan dan diterbitkan sebagai Method of Fluxions di tahun 1736 oleh John Colson. Sayangnya, metode tersebut sangatlah berbeda daripada metode modern yang diberikan di atas. Metode yang digunakan Newton hanyalah polinomial, yang dimulai dari perkiraan akar awal dan menyaring barisan dari koreksi galat. Newton menggunakan setiap koreksi tersebut untuk menulis ulang polinomial dalam bentuk galat yang tersisa, dan kemudian menyelesaikan koreksi baru dengan mengabaikan suku-suku yang lebih tinggi. Newton dengan tegas tidak mengaitkan metode dengan turunan atau menyajikan rumus umum. Newton menerapkan metode ini pada masalah numerik dan aljabar, yang menghasilkan deret Taylor dalam kasus terakhir.

Ada kemungkinan bahwa metode yang dipakai Newton diambil dari metode milik Vieta, tetapi metode itu kurang akurat. Gagasan dasar tentang metode Vieta dapat ditemukan dalam karya seorang matematikawan berkebangsaan Persia yang bernama Sharaf al-Din al-Tusi, sedangkan penerusnya, Jamshīd al-Kāshī, menggunakan metode penyelesaian Newton xPN=0 untuk menemukan akar dari N.[1] Kasus istimewa dari metode Newton untuk menghitung akar kuadrat telah dikenal sejak zaman kuno, dan metode tersebut kerapkali disebut metode Babilonia.

Metode Newton digunakan oleh seorang matematikawan berkebangsaan Jepang yang bernama Seki Kōwa pada abad ke-17. Seki menggunakan metode tersebut untuk menyelesaikan persamaan variabel tunggal, meskipun tidak terdapat kaitannya dengan kalkulus.[2]

Metode Newton pertama kali diterbitkan dalam karya John Wallis pada tahun 1685, yang berjudul A Treatise of Algebra both Historical and Practical.[3] Pada tahun 1690, Joseph Raphson menerbitkan deskripsi yang disederhanakan dalam karyanya, Analysis aequationum universalis.[4] Raphson juga menerapkan metode ini hanya untuk polinomial, tetapi ia menghindari proses penulisan ulang Newton yang membosankan dengan menyaring setiap koreksi dari polinomial asli secara beruntun. Hal ini memungkinnya untuk mendapatkan ekspresi berulang yang dapat digunakan kembali untuk setiap masalah. Hingga pada tahun 1740, Thomas Simpson mendeskripsikan metode Newton sebagai metode berulang untuk menyelesaikan persamaan non-linear umum dengan menggunakan kalkulus. Dalam terbitan yang sama, Simpson juga memberikan perumuman untuk sistem dua persamaan, dan mencatat bahwa metode Newton dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah optimasi dengan menetapkan gradien bernilai nol.

Arthur Cayley dalam karyanya The Newton–Fourier imaginary problem, yang diterbitkan di tahun 1879, adalah orang pertama yang menyadari kesulitan dalam memperumum metode Newton ke akar kompleks polinomial dengan derajat yang lebih besar dari 2, dan nilai awalan kompleks. Adanya perumuman tersebut dapat membuka jalan untuk mempelajari teori iterasi dari fungsi rasional.

Lihat pula

Catatan

Bacaan lebih lanjut

  • Kendall E. Atkinson, An Introduction to Numerical Analysis, (1989) John Wiley & Sons, Inc,
  • Tjalling J. Ypma, Historical development of the Newton–Raphson method, SIAM Review 37 (4), 531–551, 1995. .
  • P. Deuflhard, Newton Methods for Nonlinear Problems. Affine Invariance and Adaptive Algorithms. Springer Series in Computational Mathematics, Vol. 35. Springer, Berlin, 2004. .
  • C. T. Kelley, Solving Nonlinear Equations with Newton's Method, no 1 in Fundamentals of Algorithms, SIAM, 2003. .
  • J. M. Ortega, W. C. Rheinboldt, Iterative Solution of Nonlinear Equations in Several Variables. Classics in Applied Mathematics, SIAM, 2000. .
  • . See especially Sections 9.4, 9.6, and 9.7.

Pranala luar

Referensi

  1. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  2. Chapter 2. Seki Takakazu. Japanese Mathematics in the Edo Period. National Diet Library.
  3. John Wallis. A Treatise of Algebra both Historical and Practical. Richard Davis. 1685. doi:10.3931/e-rara-8842.
  4. Joseph Raphson. Analisis Æequationum Universalis. Thomas Bradyll. 1697. doi:10.3931/e-rara-13516.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29438194 (2026-07-10T03:46:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.