Hukum termodinamika: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 26537312; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Carnot_heat_engine_2.svg|thumb|right|280px|Carnot heat engine 2]] | |||
'''Hukum-hukum termodinamika''' pada prinsipnya menjelaskan peristiwa [[perpindahan panas]] dan [[Usaha (fisika)|usaha]] pada proses [[termodinamika]]. Sejak perumusannya, hukum-hukum ini telah menjadi salah satu [[Hukum fisika|hukum]] terpenting dalam [[fisika]] dan berbagai cabang ilmu lainnya yang berhubungan dengan [[termodinamika]]. Hukum-hukum ini sering dikaitkan dengan konsep-konsep yang jauh melampaui hal-hal yang dinyatakan dalam kata-kata rumusannya. | '''Hukum-hukum termodinamika''' pada prinsipnya menjelaskan peristiwa [[perpindahan panas]] dan [[Usaha (fisika)|usaha]] pada proses [[termodinamika]]. Sejak perumusannya, hukum-hukum ini telah menjadi salah satu [[Hukum fisika|hukum]] terpenting dalam [[fisika]] dan berbagai cabang ilmu lainnya yang berhubungan dengan [[termodinamika]]. Hukum-hukum ini sering dikaitkan dengan konsep-konsep yang jauh melampaui hal-hal yang dinyatakan dalam kata-kata rumusannya. | ||
== Hukum kenol == | == Hukum kenol == | ||
[[Hukum kenol termodinamika]] menyatakan bahwa tiga jenis sistem akan berada dalam keadaan setimbang, ketika dua sistem di antaranya dalam keadaan setimbang dengan sistem ketiga. Hukum ini didasari oleh prinsip perpindahan panas dari suatu sistem ke sistem yang lainnya. Perpindahan panas secara umum dipengaruhi oleh perbedaan [[suhu]] antar sistem. Sifat perpindahan panasnya adalah [[pemuaian]] secara [[Listrik|kelistrikan]]. Meskipun suatu sistem tidak saling bersentuhan secara langsung, hukum kenol termodinamika tetap berlaku. | [[Hukum kenol termodinamika]] menyatakan bahwa tiga jenis sistem akan berada dalam keadaan setimbang, ketika dua sistem di antaranya dalam keadaan setimbang dengan sistem ketiga. Hukum ini didasari oleh prinsip perpindahan panas dari suatu sistem ke sistem yang lainnya. Perpindahan panas secara umum dipengaruhi oleh perbedaan [[suhu]] antar sistem. Sifat perpindahan panasnya adalah [[pemuaian]] secara [[Listrik|kelistrikan]]. Meskipun suatu sistem tidak saling bersentuhan secara langsung, hukum kenol termodinamika tetap berlaku.<ref>Darul Syah. [https://www.google.co.id/books/edition/Pengantar_Teknologi_Pangan/KyoTEAAAQBAJ?hl=id&gbpv=1 Pengantar Teknologi Pangan]. IPB Press. 2018. hlm. 50. ISBN 978-602-440-433-8.</ref> | ||
== Hukum pertama == | == Hukum pertama == | ||
Hukum Termodinamika Pertama berbunyi "[[energi]] tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan tetapi dapat dikonversi dari suatu bentuk ke bentuk yang lain." Hukum pertama adalah prinsip [[kekekalan energi]] yang memasukan [[kalor]] sebagai model perpindahan energi. Menurut hukum pertama, energi dalam suatu benda dapat ditingkatkan dengan menambahkan kalor ke benda atau dengan melakukan [[usaha]] pada benda. Hukum pertama tidak membatasi tentang arah perpindahan kalor yang dapat terjadi.<ref>[https://www.grc.nasa.gov/www/k-12/airplane/thermo1.html First Law of Thermodynamics]. ''www.grc.nasa.gov''.</ref> | |||
[[Hukum pertama termodinamika]] menyatakan bahwa jumlah [[entropi]] akan tetap konstan atau bertambah di dalam suatu sistem yang terisolasi saat sedang mengalami suatu proses. Hukum pertama termodinamika sesuai dengan prinsip kenaikan entropi. Dalam kasus kekekalan energi juga berlaku hukum pertama termodinamika. Besarnya perubahan [[energi dalam]] dari suatu [[sistem termodinamika]] terisolasi sama dengan jumlah keseluruhan energi kalor yang dikirimkan ke dalam sistem. Nilai perubahan energi juga sama dengan besarnya [[Usaha (fisika)|usaha]] yang dilakukan terhadap sistem.<ref>Chandrasa Soekardi. [https://www.google.co.id/books/edition/Termodinamka_Dasar_Mesin_Konversi_Energi/OLSACwAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=termodinamika&printsec=frontcover Termodinamika Dasar: Mesin Konversi Energi]. ANDI. 2015. hlm. 8. ISBN 978-979-29-2389-6.</ref> | |||
[[Hukum pertama termodinamika]] menyatakan bahwa jumlah [[entropi]] akan tetap konstan atau bertambah di dalam suatu sistem yang terisolasi saat sedang mengalami suatu proses. Hukum pertama termodinamika sesuai dengan prinsip kenaikan entropi. Dalam kasus kekekalan energi juga berlaku hukum pertama termodinamika. Besarnya perubahan [[energi dalam]] dari suatu [[sistem termodinamika]] terisolasi sama dengan jumlah keseluruhan energi kalor yang dikirimkan ke dalam sistem. Nilai perubahan energi juga sama dengan besarnya [[Usaha (fisika)|usaha]] yang dilakukan terhadap sistem. | |||
== Hukum kedua == | == Hukum kedua == | ||
[[Hukum termodinamika kedua|Hukum kedua termodinamika]] berkaitan dengan keberadaan entropi. Tidak ada pernyataan resmi yang menjadi penjelasan bagi hukum kedua termodinamika. Pernyataan hukum kedua termodinamika hanya didasarkan pada kenyataan eksperimental. Pernyataan tiap ilmuwan dapat dinyatakan sebagai hukum kedua termodinamika asalkan sesuai dengan hasil [[Percobaan|eksperimen]]. Salah satu pernyataannya disampaikan oleh Clausius. Clausius menyatakan bahwa tidak mungkin suatu sistem apapun dapat bekerja sedemikian rupa sehingga hanya menghasilkan perpindahan energi sebagai panas dari sistem. Pernyataan ini berlaku pada perpindahan panas dengan temperatur yang lebih rendah ke sistem dengan temperatur yang lebih tinggi. Pernyataan Clausius didasarkan dari prinsip kenaikan entropi. | [[Hukum termodinamika kedua|Hukum kedua termodinamika]] berkaitan dengan keberadaan entropi. Tidak ada pernyataan resmi yang menjadi penjelasan bagi hukum kedua termodinamika. Pernyataan hukum kedua termodinamika hanya didasarkan pada kenyataan eksperimental. Pernyataan tiap ilmuwan dapat dinyatakan sebagai hukum kedua termodinamika asalkan sesuai dengan hasil [[Percobaan|eksperimen]]. Salah satu pernyataannya disampaikan oleh Clausius. Clausius menyatakan bahwa tidak mungkin suatu sistem apapun dapat bekerja sedemikian rupa sehingga hanya menghasilkan perpindahan energi sebagai panas dari sistem. Pernyataan ini berlaku pada perpindahan panas dengan temperatur yang lebih rendah ke sistem dengan temperatur yang lebih tinggi. Pernyataan Clausius didasarkan dari prinsip kenaikan entropi. | ||
== Hukum ketiga == | == Hukum ketiga == | ||
[[Hukum ketiga termodinamika]] dapat dinyatakan sebagai:<ref>Charles Kittel. [https://archive.org/details/thermalphysics0000kitt Thermal Physics]. W. H. Freeman. 1980. ISBN 0-7167-1088-9.</ref> | |||
Pada suhu nol mutlak, sebuah sistem yang berada pada keadaan dengan energi panas minimum, yaitu [[keadaan dasar]]. Nilai entropi konstan (tidak harus nol) pada kondisi ini disebut sebagai [[entropi residu]] dari sistem. Dengan pengecualian [[padatan nirwujud]] (seperti [[kaca]]), entropi residu dari sistem umumnya mendekati nilai nol.<ref>Charles Kittel. [https://archive.org/details/thermalphysics0000kitt Thermal Physics]. W. H. Freeman. 1980. ISBN 0-7167-1088-9.</ref> Namun, nilai ini mendekati nol ketika sistem memiliki keadaan dasar yang unit (misalnya keadaan dengan energi panas minimum yang hanya memiliki satu konfigurasi, atau [[Keadaan mikro (mekanika statistika)|keadaan mikro]]). Keadaan mikro di sini digunakan untuk mendeskripsikan kemungkinan sebuah sistem berada pada keadaan spesifik, karena setiap keadaan mikro [[Mekanika statistika#Postulat Dasar|diasumsikan]] memiliki kemungkinan yang sama untuk muncul, jadi [[Persamaan keadaan|keadaan makro]] dengan keadaan mikro yang lebih sedikit kurang mungkin. Secara umum, entropi berhubungan dengan jumlah kemungkinan keadaan mikro berdasarkan dari [[Entropi (termodinamika statistik)#Prinsip Boltzmann|prisip Boltzmann]]: | |||
Pada suhu nol mutlak, sebuah sistem yang berada pada keadaan dengan energi panas minimum, yaitu [[keadaan dasar]]. Nilai entropi konstan (tidak harus nol) pada kondisi ini disebut sebagai [[entropi residu]] dari sistem. Dengan pengecualian [[padatan nirwujud]] (seperti [[kaca]]), entropi residu dari sistem umumnya mendekati nilai nol. Namun, nilai ini mendekati nol ketika sistem memiliki keadaan dasar yang unit (misalnya keadaan dengan energi panas minimum yang hanya memiliki satu konfigurasi, atau [[Keadaan mikro (mekanika statistika)|keadaan mikro]]). Keadaan mikro di sini digunakan untuk mendeskripsikan kemungkinan sebuah sistem berada pada keadaan spesifik, karena setiap keadaan mikro [[Mekanika statistika#Postulat Dasar|diasumsikan]] memiliki kemungkinan yang sama untuk muncul, jadi [[Persamaan keadaan|keadaan makro]] dengan keadaan mikro yang lebih sedikit kurang mungkin. Secara umum, entropi berhubungan dengan jumlah kemungkinan keadaan mikro berdasarkan dari [[Entropi (termodinamika statistik)#Prinsip Boltzmann|prisip Boltzmann]]: | |||
::<math>S = k_{\mathrm B}\, \mathrm{ln}\, \Omega</math> | ::<math>S = k_{\mathrm B}\, \mathrm{ln}\, \Omega</math> | ||
| Baris 26: | Baris 24: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
=== | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hukum+termodinamika&oldid=26537312 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26537312 (2024-11-18T00:40:48Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 03.56
Hukum-hukum termodinamika pada prinsipnya menjelaskan peristiwa perpindahan panas dan usaha pada proses termodinamika. Sejak perumusannya, hukum-hukum ini telah menjadi salah satu hukum terpenting dalam fisika dan berbagai cabang ilmu lainnya yang berhubungan dengan termodinamika. Hukum-hukum ini sering dikaitkan dengan konsep-konsep yang jauh melampaui hal-hal yang dinyatakan dalam kata-kata rumusannya.
Hukum kenol
Hukum kenol termodinamika menyatakan bahwa tiga jenis sistem akan berada dalam keadaan setimbang, ketika dua sistem di antaranya dalam keadaan setimbang dengan sistem ketiga. Hukum ini didasari oleh prinsip perpindahan panas dari suatu sistem ke sistem yang lainnya. Perpindahan panas secara umum dipengaruhi oleh perbedaan suhu antar sistem. Sifat perpindahan panasnya adalah pemuaian secara kelistrikan. Meskipun suatu sistem tidak saling bersentuhan secara langsung, hukum kenol termodinamika tetap berlaku.[1]
Hukum pertama
Hukum Termodinamika Pertama berbunyi "energi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan tetapi dapat dikonversi dari suatu bentuk ke bentuk yang lain." Hukum pertama adalah prinsip kekekalan energi yang memasukan kalor sebagai model perpindahan energi. Menurut hukum pertama, energi dalam suatu benda dapat ditingkatkan dengan menambahkan kalor ke benda atau dengan melakukan usaha pada benda. Hukum pertama tidak membatasi tentang arah perpindahan kalor yang dapat terjadi.[2]
Hukum pertama termodinamika menyatakan bahwa jumlah entropi akan tetap konstan atau bertambah di dalam suatu sistem yang terisolasi saat sedang mengalami suatu proses. Hukum pertama termodinamika sesuai dengan prinsip kenaikan entropi. Dalam kasus kekekalan energi juga berlaku hukum pertama termodinamika. Besarnya perubahan energi dalam dari suatu sistem termodinamika terisolasi sama dengan jumlah keseluruhan energi kalor yang dikirimkan ke dalam sistem. Nilai perubahan energi juga sama dengan besarnya usaha yang dilakukan terhadap sistem.[3]
Hukum kedua
Hukum kedua termodinamika berkaitan dengan keberadaan entropi. Tidak ada pernyataan resmi yang menjadi penjelasan bagi hukum kedua termodinamika. Pernyataan hukum kedua termodinamika hanya didasarkan pada kenyataan eksperimental. Pernyataan tiap ilmuwan dapat dinyatakan sebagai hukum kedua termodinamika asalkan sesuai dengan hasil eksperimen. Salah satu pernyataannya disampaikan oleh Clausius. Clausius menyatakan bahwa tidak mungkin suatu sistem apapun dapat bekerja sedemikian rupa sehingga hanya menghasilkan perpindahan energi sebagai panas dari sistem. Pernyataan ini berlaku pada perpindahan panas dengan temperatur yang lebih rendah ke sistem dengan temperatur yang lebih tinggi. Pernyataan Clausius didasarkan dari prinsip kenaikan entropi.
Hukum ketiga
Hukum ketiga termodinamika dapat dinyatakan sebagai:[4]
Pada suhu nol mutlak, sebuah sistem yang berada pada keadaan dengan energi panas minimum, yaitu keadaan dasar. Nilai entropi konstan (tidak harus nol) pada kondisi ini disebut sebagai entropi residu dari sistem. Dengan pengecualian padatan nirwujud (seperti kaca), entropi residu dari sistem umumnya mendekati nilai nol.[5] Namun, nilai ini mendekati nol ketika sistem memiliki keadaan dasar yang unit (misalnya keadaan dengan energi panas minimum yang hanya memiliki satu konfigurasi, atau keadaan mikro). Keadaan mikro di sini digunakan untuk mendeskripsikan kemungkinan sebuah sistem berada pada keadaan spesifik, karena setiap keadaan mikro diasumsikan memiliki kemungkinan yang sama untuk muncul, jadi keadaan makro dengan keadaan mikro yang lebih sedikit kurang mungkin. Secara umum, entropi berhubungan dengan jumlah kemungkinan keadaan mikro berdasarkan dari prisip Boltzmann:
dengan adalah entropi sistem, adalah konstanta Boltzmann, dan adalah jumlah keadaan mikro. Pada nol mutlak, hanya terdapat satu keadaan mikro yang mungkin ( karena seluruh atom sama untuk zat murni, dan karena seluruh hasil dari seluruh orde sama karena hanya terdapat satu kombinasi) dan .
Referensi
- ↑ Darul Syah. Pengantar Teknologi Pangan. IPB Press. 2018. hlm. 50. ISBN 978-602-440-433-8.
- ↑ First Law of Thermodynamics. www.grc.nasa.gov.
- ↑ Chandrasa Soekardi. Termodinamika Dasar: Mesin Konversi Energi. ANDI. 2015. hlm. 8. ISBN 978-979-29-2389-6.
- ↑ Charles Kittel. Thermal Physics. W. H. Freeman. 1980. ISBN 0-7167-1088-9.
- ↑ Charles Kittel. Thermal Physics. W. H. Freeman. 1980. ISBN 0-7167-1088-9.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26537312 (2024-11-18T00:40:48Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.