Keadaan dasar: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29299750; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Keadaan dasar''' dari suatu sistem [[mekanika kuantum]] adalah [[keadaan stasioner|keadaan]] [[energi]] terendah; energi pada keadaan dasar dikenal sebagai [[energi titik nol]] pada sistem. Suatu [[keadaan tereksitasi]] adalah keadaan apapun dengan energi yang lebih besar dari keadaan dasar. Dalam [[teori medan kuantum]], keadaan dasar biasanya dikenal sebagai [[keadaan vakum]] atau [[vakum#vakum mekanika kuantum|vakum saja]]. | [[File:Energy_levels.svg|thumb|right|280px|Energy levels]] | ||
'''Keadaan dasar''' dari suatu sistem [[mekanika kuantum]] adalah [[keadaan stasioner|keadaan]] [[energi]] terendah; energi pada keadaan dasar dikenal sebagai [[energi titik nol]] pada sistem.<ref>Nouredine Zettili. ''Quantum Mechanics: Concepts and Applications''. John Wiley & Sons. 2009. hlm. 233. ISBN 9-780470026786.</ref> Suatu [[keadaan tereksitasi]] adalah keadaan apapun dengan energi yang lebih besar dari keadaan dasar. Dalam [[teori medan kuantum]], keadaan dasar biasanya dikenal sebagai [[keadaan vakum]] atau [[vakum#vakum mekanika kuantum|vakum saja]]. | |||
Jika terdapat lebih dari satu keadaan dasar, mereka dapat dikatakan sebagai keadaan [[tingkat energi terdegenerasi|terdegenerasi]]. Banyak sistem memiliki keadaan dasar terdegenerasi. Degenerasi muncul ketika terdapat suatu [[kesatuan operator]] yang bertindak tak biasa pada keadaan dasar dan menggantinya dengan sistem [[Hamiltonian (mekanika kuantum)|Hamiltonian]]. | Jika terdapat lebih dari satu keadaan dasar, mereka dapat dikatakan sebagai keadaan [[tingkat energi terdegenerasi|terdegenerasi]]. Banyak sistem memiliki keadaan dasar terdegenerasi. Degenerasi muncul ketika terdapat suatu [[kesatuan operator]] yang bertindak tak biasa pada keadaan dasar dan menggantinya dengan sistem [[Hamiltonian (mekanika kuantum)|Hamiltonian]]. | ||
| Baris 6: | Baris 8: | ||
== Energi titik nol == | == Energi titik nol == | ||
Energi pada titik nol merefleksikan kebutuhan terhadap ''gerakan minimum'' dari suatu [[partikel]] karena lokalisasi. Energi titik nol terjadi di seluruh potensial keadaan terikat. Dalam kasus potensial pengikatan, keadaan energi terendah memiliki suatu energi yang lebih tinggi dari [[energi potensial]] minimum. Hal ini sangat kontras dengan [[mekanika klasik]], di mana energi terendah yang mungkin sama dengan nilai terendah energi potensial, dengan [[energi kinetik]] nol.<ref>P. C. W. Davies. [http://www.physics.adelaide.edu.au:80/itp/staff/pcwd/Guardian/1994/940922Mach.html Inertia Theory Magic Roundabout: Paul Davies on the Meaning of Mach's Principle]. The Guardian. 22 September 1994.</ref> Dalam [[mekanika kuantum]], tetapi, keadaan terendah tidak meminimalkan potensial sendirian, tetapi berlaku untuk jumlah energi kinetik dan potensial, dan hal ini mengarah pada keadaan dasar terbatas atau energi titik nol.<ref>D. W. Sciama. [https://books.google.com/books?id=5RHTCiRgnB0C&pg=PA298 The Ether Transmogrified]. ''New Scientist''. 2 Feb 1978. Vol. 77 (1088). hlm. 298–300.</ref> | |||
Tanpa adanya gerakan pada titik nol, atom tidak dapat stabil, dan elektron dapat jatuh ke arah [[inti atom|inti]]. Energi titik nol pulalah yang berperan mencegah [[helium]] untuk membeku pada suhu yang sangat rendah.<ref>F. Simon. ''Behaviour of Condensed Helium near Absolute Zero''. ''Nature''. 1934. Vol. 133 (3362). hlm. 529. doi:10.1038/133529a0.</ref><ref>J. S. Dugdale. [http://rspa.royalsocietypublishing.org/content/royprsa/218/1134/291.full.pdf Thermodynamic Properties and Melting of Solid Helium]. ''Proc. Roy. Soc''. 1953. Vol. 218 (1134). hlm. 291. doi:10.1098/rspa.1953.0105.</ref> | |||
Tanpa adanya gerakan pada titik nol, atom tidak dapat stabil, dan elektron dapat jatuh ke arah [[inti atom|inti]]. Energi titik nol pulalah yang berperan mencegah [[helium]] untuk membeku pada suhu yang sangat rendah. | |||
== Keadaan dasar satu dimensi == | == Keadaan dasar satu dimensi == | ||
Dalam satu dimensi, keadaan dasar dari suatu [[persamaan Schrödinger]] dapat dibuktikan tidak memiliki [[Node (fisika)|node]]. | Dalam satu dimensi, keadaan dasar dari suatu [[persamaan Schrödinger]] dapat dibuktikan tidak memiliki [[Node (fisika)|node]].<ref>Lihat, sebagai contoh, M. Cohen. [http://thesis.library.caltech.edu/1007/1/Cohen_m_1956.pdf The energy spectrum of the excitations in liquid helium]. California Institute of Technology. 1956. Diterbitkan sebagai R. P. Feynman. ''Energy Spectrum of the Excitations in Liquid Helium''. ''Physical Review''. 1956. Vol. 102 (5). hlm. 1189. doi:10.1103/PhysRev.102.1189.</ref> | ||
Dengan menganggap energi rata-rata suatu keadaan dengan node di = 0; i.e., = 0. Rerata [[energi dalam]] keadaan ini adalah | Dengan menganggap energi rata-rata suatu keadaan dengan node di = 0; i.e., = 0. Rerata [[energi dalam]] keadaan ini adalah | ||
| Baris 60: | Baris 60: | ||
== Contoh == | == Contoh == | ||
* [[Fungsi gelombang]] pada keadaan dasar dari suatu [[partikel dalam kotak|partikel dalam kotak satu dimensi]] adalah [[gelombang sinus]] setengah periode, yang mengarah pada nol di dua ujung lembahnya.<ref>John H. Davies. ''The Physics of Low-Dimensional Semiconductors: An Introduction''. Cambridge University Press. 2006. hlm. 1. ISBN 978-0-521-48491-6.</ref> Energi partikelnya adalah <math>\frac{h^2 n^2}{8 m L^2}</math>, di mana ''h'' adalah [[konstanta Planck]], ''m'' adalah massa partikel, ''n'' adalah keadaan energi (''n'' = 1 merujuk pada energi saat keadaan dasar), dan ''L'' adalah lebar lembah.<ref>John P. Lowe. ''Quantum Chemistry''. Elsevier. 2011. ISBN 9-780080470788.</ref> | |||
* [[Fungsi gelombang]] pada keadaan dasar dari suatu [[partikel dalam kotak|partikel dalam kotak satu dimensi]] adalah [[gelombang sinus]] setengah periode, yang mengarah pada nol di dua ujung lembahnya. Energi partikelnya adalah <math>\frac{h^2 n^2}{8 m L^2}</math>, di mana ''h'' adalah [[konstanta Planck]], ''m'' adalah massa partikel, ''n'' adalah keadaan energi (''n'' = 1 merujuk pada energi saat keadaan dasar), dan ''L'' adalah lebar lembah. | * Fungsi gelombang dari keadaan dasar atom [[hidrogen]] adalah distribusi simetris secara sferis yang berpusat di [[inti atom|inti]], yang membesar pada pusat dan mengecil secara [[distribusi eksponensial|eksponensial]] pada jarak yang lebih besar. [[Elektron]] kemungkinan besar ditemukan pada jarak dari inti yang sama dengan [[jari-jari Bohr]].<ref>David P. Stern. [http://www-spof.gsfc.nasa.gov/stargaze/Q5.htm The Atomic Nucleus and Bohr's Early Model of the Atom]. NASA Goddard Space Flight Center. 16-05-2005.</ref> Fungsi ini dikenal sebagai [[orbital atom]] 1s. Untuk hidrogen (H), elektron dalam keadaan dasar memiliki energi , relatif terhadap [[energi ionisasi]].<ref>Tom Millar. [http://jupiter.phy.umist.ac.uk/~tjm/ISPhys/l7/ispl7.html Lecture 7, Emission Lines — Examples]. ''PH-3009 (P507/P706/M324) Interstellar Physics''. University of Manchester. 10 Desember 2003.</ref> Dengan kata lain, 13.6 eV adalah input energi yang diperlukan agar elektron tidak lagi [[keadaan terikat|terikat]] dengan atom. | ||
* Fungsi gelombang dari keadaan dasar atom [[hidrogen]] adalah distribusi simetris secara sferis yang berpusat di [[inti atom|inti]], yang membesar pada pusat dan mengecil secara [[distribusi eksponensial|eksponensial]] pada jarak yang lebih besar. [[Elektron]] kemungkinan besar ditemukan pada jarak dari inti yang sama dengan [[jari-jari Bohr]]. Fungsi ini dikenal sebagai [[orbital atom]] 1s. Untuk hidrogen (H), elektron dalam keadaan dasar memiliki energi , relatif terhadap [[energi ionisasi]]. Dengan kata lain, 13.6 eV adalah input energi yang diperlukan agar elektron tidak lagi [[keadaan terikat|terikat]] dengan atom. | * Definisi pasti dari satu [[detik]] [[waktu]] sejak tahun 1997 adalah durasi periode radiasi yang merujuk pada transisi antara dua tingkat [[struktur hiperhalus|hiperhalus]] pada keadaan dasar atom [[sesium]]-133 atom dalam keadaan istirahat pada suhu 0 K.<ref>[http://www.bipm.org/en/si/si_brochure/chapter2/2-1/second.html Unit of time (second)]. ''SI Brochure''. International Bureau of Weights and Measures.</ref> | ||
* Definisi pasti dari satu [[detik]] [[waktu]] sejak tahun 1997 adalah durasi periode radiasi yang merujuk pada transisi antara dua tingkat [[struktur hiperhalus|hiperhalus]] pada keadaan dasar atom [[sesium]]-133 atom dalam keadaan istirahat pada suhu 0 K. | |||
== Catatan == | == Catatan == | ||
== Daftar pustaka == | == Daftar pustaka == | ||
* | * | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Keadaan+dasar&oldid=29299750 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29299750 (2026-05-31T23:26:25Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 09.02
Keadaan dasar dari suatu sistem mekanika kuantum adalah keadaan energi terendah; energi pada keadaan dasar dikenal sebagai energi titik nol pada sistem.[1] Suatu keadaan tereksitasi adalah keadaan apapun dengan energi yang lebih besar dari keadaan dasar. Dalam teori medan kuantum, keadaan dasar biasanya dikenal sebagai keadaan vakum atau vakum saja.
Jika terdapat lebih dari satu keadaan dasar, mereka dapat dikatakan sebagai keadaan terdegenerasi. Banyak sistem memiliki keadaan dasar terdegenerasi. Degenerasi muncul ketika terdapat suatu kesatuan operator yang bertindak tak biasa pada keadaan dasar dan menggantinya dengan sistem Hamiltonian.
Menurut hukum ketiga termodinamika, suatu sistem pada suhu nol absolut terdapat dalam keadaan dasarnya; karena itu, entropinya ditentukan melalui degenerasi keadaan dasarnya. Banyak sistem, seperti suatu kisi kristal sempurna, memiliki keadaan dasar yang unik dan karenanya memiliki nol entropi pada nol absolut. Keadaan tereksitasi tertinggi juga memungkinkan untuk memiliki suhu bernilai nol mutlak pada sistem yang memperlihatkan suhu negatif.
Energi titik nol
Energi pada titik nol merefleksikan kebutuhan terhadap gerakan minimum dari suatu partikel karena lokalisasi. Energi titik nol terjadi di seluruh potensial keadaan terikat. Dalam kasus potensial pengikatan, keadaan energi terendah memiliki suatu energi yang lebih tinggi dari energi potensial minimum. Hal ini sangat kontras dengan mekanika klasik, di mana energi terendah yang mungkin sama dengan nilai terendah energi potensial, dengan energi kinetik nol.[2] Dalam mekanika kuantum, tetapi, keadaan terendah tidak meminimalkan potensial sendirian, tetapi berlaku untuk jumlah energi kinetik dan potensial, dan hal ini mengarah pada keadaan dasar terbatas atau energi titik nol.[3]
Tanpa adanya gerakan pada titik nol, atom tidak dapat stabil, dan elektron dapat jatuh ke arah inti. Energi titik nol pulalah yang berperan mencegah helium untuk membeku pada suhu yang sangat rendah.[4][5]
Keadaan dasar satu dimensi
Dalam satu dimensi, keadaan dasar dari suatu persamaan Schrödinger dapat dibuktikan tidak memiliki node.[6]
Dengan menganggap energi rata-rata suatu keadaan dengan node di = 0; i.e., = 0. Rerata energi dalam keadaan ini adalah
di mana adalah potensial.
Menganggap bahwa interval kecil antara ; yaitu, . Ambil fungsi gelombang baru untuk didefinisikan sebagai , untuk ; dan , untuk ; dan konstan bagi . Jika cukup kecil, hal ini selalu mungkin dilakukan, sehingga kontinu.
Menganggap berada sekitar , maka dapat ditulis
di mana adalah norm.
Perhatikan bahwa kerapatan energi kinetik di mana-mana karena normalisasi. Lebih penting lagi, rata-rata energi kinetik diturunkan melalui melalui deformasi menjadi .
Sekarang, pertimbangkan energi potensial. Untuk kepastian, pilih . Maka jelas bahwa, di luar interval , kerapatan energi potensial lebih kecil untuk karena terdapat .
Di sisi lain, dalam interval diperoleh
yang memiliki orde .
Namun, kontribusi energi potensial dari wilayah ini bagi keadaan dengan suatu node adalah
lebih rendah, tapi masih dengan orde yang lebih rendah seperti pada keadaan terdeformasi , dan tunduk pada penurunan energi kinetik rata-rata. Oleh karena itu, energi potensial tidak berubah sesuai orde , jika mendeformasi keadaan dengan sebuah node ke keadaan tanpa node, dan perubahan dapat diabaikan.
Karenanya, seluruh node dapat dihilangkan dan energi dikurangi melalui , yang berarti bahwa tidak dapat merupakan suatu keadaan dasar. Dengan demikian fungsi gelombang kondisi dasar tidak dapat memiliki node. Hal ini melengkapi pembuktiannya.
Contoh
- Fungsi gelombang pada keadaan dasar dari suatu partikel dalam kotak satu dimensi adalah gelombang sinus setengah periode, yang mengarah pada nol di dua ujung lembahnya.[7] Energi partikelnya adalah , di mana h adalah konstanta Planck, m adalah massa partikel, n adalah keadaan energi (n = 1 merujuk pada energi saat keadaan dasar), dan L adalah lebar lembah.[8]
- Fungsi gelombang dari keadaan dasar atom hidrogen adalah distribusi simetris secara sferis yang berpusat di inti, yang membesar pada pusat dan mengecil secara eksponensial pada jarak yang lebih besar. Elektron kemungkinan besar ditemukan pada jarak dari inti yang sama dengan jari-jari Bohr.[9] Fungsi ini dikenal sebagai orbital atom 1s. Untuk hidrogen (H), elektron dalam keadaan dasar memiliki energi , relatif terhadap energi ionisasi.[10] Dengan kata lain, 13.6 eV adalah input energi yang diperlukan agar elektron tidak lagi terikat dengan atom.
- Definisi pasti dari satu detik waktu sejak tahun 1997 adalah durasi periode radiasi yang merujuk pada transisi antara dua tingkat hiperhalus pada keadaan dasar atom sesium-133 atom dalam keadaan istirahat pada suhu 0 K.[11]
Catatan
Daftar pustaka
Referensi
- ↑ Nouredine Zettili. Quantum Mechanics: Concepts and Applications. John Wiley & Sons. 2009. hlm. 233. ISBN 9-780470026786.
- ↑ P. C. W. Davies. Inertia Theory Magic Roundabout: Paul Davies on the Meaning of Mach's Principle. The Guardian. 22 September 1994.
- ↑ D. W. Sciama. The Ether Transmogrified. New Scientist. 2 Feb 1978. Vol. 77 (1088). hlm. 298–300.
- ↑ F. Simon. Behaviour of Condensed Helium near Absolute Zero. Nature. 1934. Vol. 133 (3362). hlm. 529. doi:10.1038/133529a0.
- ↑ J. S. Dugdale. Thermodynamic Properties and Melting of Solid Helium. Proc. Roy. Soc. 1953. Vol. 218 (1134). hlm. 291. doi:10.1098/rspa.1953.0105.
- ↑ Lihat, sebagai contoh, M. Cohen. The energy spectrum of the excitations in liquid helium. California Institute of Technology. 1956. Diterbitkan sebagai R. P. Feynman. Energy Spectrum of the Excitations in Liquid Helium. Physical Review. 1956. Vol. 102 (5). hlm. 1189. doi:10.1103/PhysRev.102.1189.
- ↑ John H. Davies. The Physics of Low-Dimensional Semiconductors: An Introduction. Cambridge University Press. 2006. hlm. 1. ISBN 978-0-521-48491-6.
- ↑ John P. Lowe. Quantum Chemistry. Elsevier. 2011. ISBN 9-780080470788.
- ↑ David P. Stern. The Atomic Nucleus and Bohr's Early Model of the Atom. NASA Goddard Space Flight Center. 16-05-2005.
- ↑ Tom Millar. Lecture 7, Emission Lines — Examples. PH-3009 (P507/P706/M324) Interstellar Physics. University of Manchester. 10 Desember 2003.
- ↑ Unit of time (second). SI Brochure. International Bureau of Weights and Measures.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29299750 (2026-05-31T23:26:25Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.